Penjelasan Macam-macam Makhluk Hidup (Sistem Kingdom)

   Klasifikasi makhluk hidup didasarkan kepada pemikiran para ahli dalam mengelompokkan makhluk hidup sesuai dengan sayarat internasional. Oleh karena itu, klasifikasi makhluk hidup yang ada sangat beragam, karena para ahli memiliki pemikirannya masing-masing. Seperti yang kita ketahui, makhluk hidup di bumi sangat bervariasi, coba kita perhatikan lingkungan di sekitar kita, mungking sangat sulit untuk mengelompokkan makhluk hidup yang ada dalam berbagai macam golongan.

A. Dasar Klasifikasi

Pengklasifikasian makhluk hidup memiliki peraturan yang berlaku secara internasional, maka dari itu klasifikasi yang telah berlaku bukanlah bualan belaka, karena itu sudah disetujui secara internasional. Tujuan dari klasifikasi ini adalah untuk mempermudah kita mempelajari tentang makhluk hidup. Dari yang sudah ada, makhluk hidup dikelompokkan berdasarkan persamaan ciri yang dimilikinya, pengelompokkan itu dilakukan secara bertingkat, setiap tingkatan pengelompokkan itu disebut takson. semakin tinggi takson, semakin sedikit persamaannya. Ciri yang menjadi dasar pengelompokkan ini adalah ciri morfologi (bentuk luar), anatomi (susunan tubuh), fisiologi, sifat-sifat biokimia, dan genetik

B. Sistem Klasifikasi

Sistem klasifikasi makhluk hidup dapat berbeda sesuai dengan siapa ahli yang mengemukakannya, juga dapat mengalami perubahan sesuai dengan perkembangan zaman dan teknologi. Klasifikasi yang dikemukakan oleh Robert H. Whittaker yaitu sistem klasifikasi 5 kingdom. Menurutnya, makhluk hidup dibedakan menjadi kingdom morena, protista, fungsi (jamur), plantae (tumbuhan), dan animalia (hewan). Berikut adalah penjelasan mengenai  5 klasifikasi sistem kingdom.

1. Kingdom Plantae

   Kingdom plantae atau yang lebih dikenal dengan tumbuhan merupakan salah satu organisme eukariotik multi seluler yang memiliki dinding sel dan klorofil. Klorofil merupakan zat hijau daun yang fungsinya untuk fotosintesis sehingga tumbuhan mampu membuat makanannya sendiri atau bersifat autotrof. Inilah yang membedakan antara kingdom plantae dan kingdom animalia. Selain itu, perbedaan lainnya yaitu kingdom plantae tidak dapat bergerak bebas seperti kingdom animalia.

A. Ciri-ciri kingdom Plantae (Tumbuhan)

Kingdom plantae memiliki ciri-ciri khusus yang menjadikan kingdom ini berbeda dengan kingdom animalia. Ciri-cirinya yaitu :
  • Dinding sel yang tersusun atas selulosa.
  • Memiliki klorofil yang berfungsi sebagai fotosintesis.
  • Karena memiliki klorofil, maka kingdom plantae bersifat autotrof (dapat membuat makanan sendiri) dengan bantuan sinar matahari.
  • Ekuator multiseluler menyimpan cadangan makanan dalam bentuk amilum (pati) mengalami pergiliran keturunan dalam siklus hidupnya.

B. Klasifikasi Kingdom Plantae (Tumbuhan)

Selain memiliki ciri-ciri, kingdom plantae juga memiliki klasifikasinya sendiri. Klasifikasi ini membantu kita untuk dapat membedakan anatara spesies yang satu dengan spesies yang lain dalam kingdom plantae.

1. Divisi Bryophyta (Tumbuhan Lumut)

 Tumbuhan lumut sangat mudah ditemukan di kehidupan sehari-hari. Terutama di berbagai tempat yang lembab seperti tembok, tanah, bebatuan lapuk bahkan menempel di kulit pohon.Tumbuhan lumut menyukai tempat yang lembab. Ini dikarenakan saat bereproduksi tumbuhan lumut membutuhkan air untuk melakukan pembuahan. Ketiadaan air, menyebabkan sel kelamin jantan tidak bisa membuahi sel kelamin betina. Bagian tubuh pada lumut yang memiliki kemiripan dengan akar disebut rizoid. Rizoid memiliki fungsi untuk menyerap air dan garam mineral serta sebagai alat perlekatan pada habitatnya. Contoh pada tembok.

Tumbuhan lumut tidak memiliki floem dan xylem yang berfungsi sebagai pembuluh angkut. Karena itulah, lumut sangat menyukai tempat yang lembab di mana terdapat kandungan air yang cukup untuk pertumbuhannya. Tumbuhan lumut terbagi atas tiga yaitu, kelas hepaticopsida (lumut hati), kelas anthocerotopsida (lumut tanduk) dan kelas bryopsida (lumut daun).

2. Divisi Pteridophyta (Tumbuhan Paku)

Paku yang dimaksud disini bukan paku yang biasanya digunakan untuk menggantung lukisan atau cermin yang ada di sekitar rumah. Tapi, paku yang dimaksud disini yaitu tumbuhan paku. Tumbuhan paku merupakan bagian dari kingdom plantae yang tubuhnya telah memiliki akar, batang dan daun sejati. Susunan daun tumbuhan paku menyirip seperti bulu. Berbeda dengan lumut, tumbuhan paku telah memiliki pembuluh angkut yaitu xylem dan floem. Selain itu tumbuhan paku juga dapat hidup di mana saja terutama di tempat yang lembab seperti di air, permukaan batu, tanah, hutan hujan tropis bahkan menempel di kulit pohon. Tumbuhan paku memiliki bentuk yang bervariasi seperti lembaran, perdu atau berbentuk seperti tanduk rusa. Tumbuhan paku terdiri atas 4 kelas, diantaranya yaitu kelas psilopsida (paku purba), kelas lycopsida (paku kawat), spenopsida (paku ekor kuda) dan pteriopsida (paku sejati).

3. Divisi Spermatophyta (Tumbuhan Berbiji)

Tumbuhan biji merupakan tingkatan tertinggi dari kingdom plantae. Tumbuhan biji telah memiliki akar, batang dan daun sejati. Tumbuhan biji menghasilkan biji sebagai alat perkembangbiakan. Selain itu, tumbuhan biji memiliki ketinggian dan bentuk yang bervariasi dari divisi-divisi kingdom plantae sebelumnya. Mempunyai habitat di darat dan sebagian di air contohnya pada teratai yang mengapung di air. Reproduksi pada tumbuhan berbiji bereproduksi melalui penyerbukan dan pembuahan. Divisispermatophyte terbagi lagi atas dua sub divisi yaitu sub divisi gymnospermae (tumbuhan berbiji terbuka) dan sub divisi angiospermae (tumbuhan biji tertutup).

2. Kingdom Animalia

   Kingdom animalia atau biasa disebut hewan merupakan oganisme eukariotik (organisme dengan sel kompleks) yang multiseluler. Berbeda dengan tumbuhan, hewan tidak memiliki klorofil sehingga tidak dapat melakukan fotosintesis untuk membuat makanannya sendiri. Oleh karena itu, hewan harus mencari makanannya sendiri untuk mendapatkan energi kemudian makanan tersebut dicerna di dalam tubuhnya. Proses ini membutuhkan oksigen dan mengeluarkan karbondioksida sebagai zat sisa. Kingdom animalia terdiri dari kelompok invertebrate yaitu kelompok hewan yang tidak mempunyai tulang belakang dan kelompok vetebrata yang memiliki tulang belakang.

1. Invertebrata

Kelompok invertebrata terbagi atas beberapa filum yaitu porifera, coelenterata, planthyhelminthes, nemanthelminthes, annelida, molussca, arthopoda dan echinodermata.

a. Porifera

  •  Hewan multiseluler dengan tubuh berpori, jaringan yang belum terbentuk, memiliki rangka serta saluran air.
  • Bersifat heterotrof dengan memperoleh makanan di air yang masuk ke dalam tubuh melalui pori.
  • Hidup di laut, melekat pada batu atau benda lainnya.
  • Reproduksi secara aseksual dengan pembentukan tunas, gemmule (tunas internal) dan regenerasi. Reproduksi secara seksual dengan pembentukan gamet.
  • Porifera digolongkan menjadi tiga kelas berdasarkan penyusun rangka, yaitu hexactinellida, demospongiae dan calcaera.

b. Coelenterata

  •  Hewan multiseluler diploblastik yang tubuhnya telah terbentuk jaringan, berbentuk polip atau medusa dengan tentakel berpenyengat, memiliki rongga pencernaan, system saraf sederhana dan tidak memiliki system ekskresi.
  • Bersifat heterotrof dan menggunakan tentakel untuk menangkap mangsa.
  • Habitat terdapat di laut.
  • Reproduksi secara aseksual dengan pembentukan tunas oleh polip dan reproduksi secara seksual dengan pembentukan gamet oleh medusa atau polip.
  • Berdasarkan bentuk dominan dalam siklus hidup dibedakan menjadi tiga kelas, yaitu hydrozoa, scyphozoa dan anthozoa.

c. Plathyhelminthes


  • Hewan triploblastik aselomata dengan tubuh simetri bilateral berbentuk pipih, memiliki system saraf, system pencernaan dengan satu lubang, tidak memiliki system sirkulasi, respirasi dan ekskresi.
  • Hidup bebas di laut, air tawar, tempat lembab atau parasit pada hewan serta manusia.
  • Bersifat hemafrodit, reproduksi seksual secara sendiri atau silang, reproduksi aseksual dengan fragmentasi yang diikuti regenerasi.
  • Klasifikasi dibedakan menjadi tiga kelas, yaitu turbellaria, trematoda dan cestoda.

d. Nemanthelminthes


  • Hewan triploblastik pseudoselomata, tubuh simetri bilateral berbentuk bulat panjang dilapisi kutikula dengan system pencernaan lengkap, system sirkulasi oleh cairan pseudoselom, tidak memiliki system respirasi dan ekskresi.
  • Hidup bebas atau parasit.
  • Hidup di tanah basah, dasar perairan tawar atau laut bebas, bersifat parasitik pada manusia, hewan dan tumbuhan.
  • Reproduksi secara seksual.
  • Contoh nemanthelminthes yang parasitik yaitu cacing gelang, cacing tambang, cacing kremi, cacing flarial, dan cacing trichinella

e. Annelida

 

  •  Hewan triploblastik selomata, tubuh simetri bilateral bersegmen, memiliki otot, system pencernaan lengkap, system sirkulasi, system saraf tangga tali yaitu sistem saraf yang terdiri dari ganglia otak di depan tubuh dekat faring dan tali saraf yang menembus segmen tubuh serta memiliki system ekskresi. Tidak memiliki system respirasi, bersifat hemafrodit atau gonokoris (alat kelamin jantan dan betina terpisah pada individu yang berbeda).
  • Hidup bebas di dasar laut, perairan tawar, tanah dan tempat yang lembab atau parasit pada vertebrata.
  • Reproduksi secara seksual atau aseksual.
  • Dibedakan atas tiga kelas yaitu, polychaeta, oligochaeta dan hirudinea.

f. Mollusca



  • Hewan triploblastik selomata dengan simetri bilateral, bertubuh lunak, hidup bebas di laut, air tawar maupun di darat.
  • Tubuh terdiri dari kaki, massa visceral dan mantel. Bercangkang, system pencernaan yang lengkap, system sirkulasi terbuka dan tertutup. System saraf terdiri dari atas ganglion dan serabut saraf. Respirasi dengan insang atau rongga mantel. Ekskresi dengan nefridia, bereproduksi seksual secara internal atau eksternal dan bersifat dioseus (alat kelamin jantan dan betina terdapat pada individu yang berbeda) atau monoseus (alat kelamin jantan dan betina pada satu individu). 
  • Dibedakan menjadi tiga kelas yaitu, gastropoda, pelecypoda, dan cephalopoda.

g. Arthopoda

  •  Hewan triploblastik selomata dengan simetri bilateral, memiliki kaki dan tubuh beruas, hidup di berbagai habitat secara bebas, parasit, komensal atau simbiotik.
  • Tubuh terdiri dari kaput (kepala), toraks (dada) dan abdomen (perut). Eksoskeleton (rangka luar), jumlah anggot tubuh beragam, system indra berkembang baik, system saraf tangga tali (sistem saraf yang terdiri dari ganglia otak di depan tubuh dekat dengan faring. Dan tali saraf yang menembus segmen tubuh), system pencernaan lengkap, ekskresi melalui tubula malphigi (suatu saluran sebagai system ekskresi pada arthopoda) atau dibantu dengan kelenjar ekskresi tertentu.
  • Respirasi menggunakan insang, trakea atau paru-paru yang berbuku. System sirkulasi terbuka. Bersifat dioseus (alat kelamin jantan dan betina terdapat pada individu yang berbeda) dan reproduksi seksual secara internal dan mengalami ekdisis (peristiwa terlepasnya kutikula) sebagian bermetamorfosis.
  • Dibedakan menjadi 4 kelas berdasarkan struktur tubuh dan kaki yaitu arachnoidea, myriapoda, crustacea dan insecta.

h. Echinodermata


  • Hewan triploblastik selomata dengan simetri bilateral, permukaan tubuh berduri, hidup bebas di dasar laut.
  • Duri tumpul atau runcing, memiliki system ambulakral, system saraf berupa cincin pusat saraf yang bercabang, system pencernaan yang lengkap dan tidak memiliki system ekskresi.
  • Respirasi menggunakan insang, sistem sirkulasi dengan cairan rongga tubuh. Bersifat dioseus dan reproduksi seksual secara eksternal dan dapat beregenerasi.
  • Dibedakan menjadi 5 kelas yaitu, asteroidea, ophiuroidea, echinoidea, holothuroidea dan crinoidea.

2. Vertebrata

Vertebrata merupakan kelompok hewan yang memiliki vertebrae (tulang belakang) memanjang pada bagian dorsal (punggung) kepala hingga ekor. Vertebrata terbagi atas beberapa kelas, diantaranya yaitu :

a. Pisces


Kelas pisces merupakan kelompok hewan yang hidup di air. Bagian luar tubuh ikan dilindungi oleh eksoskeleton berupa sisik. Pisces dapat bernapas di dalam air berkat insang yang ada pada tubuhnya. Pisces adalah hewan poikiloterm (hewan berdarah dingin) yang dapat menyesuaikan suhu tubuhnya dengan suhu air di tempat hidupnya. Ordo dari pisces yaitu, agnatha, chondricthyes dan osthichthyes.

b. amfibi

Amfibi merupakan kelompok hewan yang dapat hidup di air maupun di darat. Contoh hewan amfibi yaitu, katak, kodok, salamander. Amfibi bernafas dengan menggunakan paru-paru dan kulitnya. Jenis amfibi yang hidup di darat harus menemukan air untuk dapat bertelur. Larva amfibi disebut kecebong. Kecebong mirip dengan ikan kecil dan hidup di air. Pada masa ini kecebong bernapas dengan insang. Amfibi merupakan hewan poikiloterm (berdarah dingin). Ordo dari amfibi yaitu : anura, caudata, gymnophiona.

c. Reptilia


 Reptilia merupakan vertebrata pertama yang dapat beradaptasi di daerah kering. Reptil bersifat autotomi yaitu dapat memutuskan bagian tubuh tertentu jika dalam keadaan bahaya. Contoh, ular, buaya, alligator, kadal, dan kura-kura.. Ordo dan reptile yaitu: squamata, crocodilia, chelonia dan rynchochepalia.

d. Aves

 Nama lain dari aves yaitu burung. Memiliki bulu yang menutupi seluruh permukaan tubuh. Bulu burung terbagi atas filoplumae (sebagai sensoris), plumulae (sebagai isolator) dan plumae (untuk terbang). Burung merupakan hewan homoiterm (berdarah panas). Burung memiliki saccus pneumaticus (kantung hawa) yang berfungsi sebagai respirasi saat terbang, mengatur berat badan saat terbang, memperkeras suara dan membungkus organ dalam agar tidak dingin ketika terbang.

Kelas aves memiliki 27 ordo diantaranya yaitu: apterygiformes, struthioniformes, rheiformes, casuarriiformes, tinamiformes, podicipediformes, gaviiformes, spheniscitormes, procellariiformes, pelecaniformes, ciconiformes, anseriformes, falconiformes, galliformes, gruiformes, caradrilformes, columbiformes, psittaciformes, cuculiformes, strigiformes, caprimulgiformes, apodiformes, trogoniformes, coliiformes, coraciiformes, piciformes dan passeriformes.

e. Mamalia

 Kelas mamalia merupakan kelas yang memiliki mammae gland (kelenjar susu) dan rambut yang memiliki permukaan tubuh. Mamalia terbagi atas mamalia bertelur (ex: platypus), mamalia bertelur (ex: kanguru, koala) dan mamalia berplasenta yang bersifat vivipar (melahirkan) (ex: kucing, anjing, harimau, hynea dll). Ordo dari kelas mamalia yaitu, karnivora, monotremata, insectivore, pholidota, chiroptera, marsupialia, prosboscidae, artidactyea, perrisodactyla, cetacea, sirenia, rodentia, lagomorpha, pholidota, edentata, dan primata.

3. Kingdom Morena

   Kindom morena adalah kingdom makhluk hidup yang tidak memiliki membran inti, biasanya disebut organisme prokariot. Meskipun tidak memiliki membran inti, kelompok morena memiliki bahan inti, seperti asam inti, sitoplasma, dan membran sel. Organisme yang tergolong ke dalam kingdom morena itu sendiri adalah bakteri dan alga biru.

1. Bakteri

Bakteri adalah organisme prokariot yang hanya dapat dilihat dengan menggunakan mikroskop. Artinya sudah jelas, yaitu bakteri tidak dapat dilihat langsung oleh mata manusia. di bawah ini adalah penjelasan tentang cara hidup dan perkembang biakkan bakteri.

a. Cara hidup bakteri

Organisme yang termasuk ke dalam kingdom morena ini memiliki cara hidup yang berbeda-beda. Ada yang hidup dengan cara mengambil bahan organik dari lingkungannya (heterotrof), namun ada juga yang dapat berfotosintesis (autotrof). Tapi kebanyakan bakteri bersifat heterotrof, yang bersifat dari heterotrof tadi, ada yang sifatnya saprofit dan ada pula yang parasit. Bakteri saprofit adalah bakteri yang hidup yang hidup bebas di alam dengan mengurangi sampah, bangkai serta kotoran. Sedangkan bakteri parasit hidup di tubuh makhluk hidup lain yang merugikan inangnya. Berbagai penyakit manusia, tanaman dan hewan disebabkan oleh bakteri parasit ini. Bakteri dapat menular melalui makanan, minuman dan melalui perantara atau melalui kontak langsung.

b. Perkembangbiakan bakteri

Perkembangbiakan bakteri dapat terjadi secara kawin maupun tidak kawin. Perkembangbiakan tak kawin dilakukan dengan membelah diri. Pada pembelahan diri, satu sel membelah menjadi dua, kemudian menjadi empat, depalan, enambelas dan seterusnya. Sedangkan kalau secara kawin, bakteri dapat berkembang biak dengan konjugasi. Caranya, dua sel yang berdekatan membentuk saluran konjugasi. Melalui saluran ini plasma dari sel yang satu mengalir ke sel yang lain.

2. Alga Biru

Alga biru tidak dimasukkan ke dalam kelas protista seperti alga lainnya. Mengapa demikian? karena ia merupakan organisme prokariot sama seperti bakteri. Sehingga digolongkan ke dalam kingdom morena.

a. Ciri-ciri alga biru

Cyanobacteria sering disebut alga hijau-biru karena memiliki warna hijau kebiruan. Untuk memudahkan dalam mengucapkannya kita sebut saja alga biru. Alga ini dapat hidup di berbagai tempat dan keadaan, contohnya saja ada yang hidup di batu, tanah, kulit kayu, air tawar, bahkan air laut. Tubuhnya ada yang bersel satu, ada pula yang berupa untaian benang yang berbentuk dari beberapa sel. Sel alga biru tergolong ke dalam prokariot yang berklorofil. Oleh karena itu, ia dapat berfotosintesis dan menghasilkan makanan sendiri (autotrof).

b. Perkembangbiakan alga biru

Alga biru berkembangbiak dengan cara membelah diri dan fragmentasi. Alga yang bersel satu membelah diri dari satu menjadi dua, empat, delapan, dan seterusnya. Sedangkan alga yang berbentuk benang memutuskan diri menjadi fragmen dan setiap fragmen dapat tumbuh menjadi individu baru. Contoh alga biru antara lain anabarna, rivularia, glorocapsa, dan oscillatori.

 4. Kingdom Fungi

   Kingdom fungi (jamur) adalah organisme eukariotik yang bersel tunggal atau banyak dengan tidak memiliki klorofil. Sel jamur memiliki dinding yang tersusun atas kitin. Karena sifat-sifatnya tersebut dalam klasifikasi makhluk hidup, jamur dipisahkan dalam kingdomnya tersendiri, ia tidak termasuk dalam kingdom protista, morena, maupun plantae. Karena tidak berklorofil, jamur termasuk ke dalam makhluk hidup heterotrof (memperoleh makanan dari organisme lainnya), dalam hal ini jamur hidup dengan jalan menguraikan bahan-bahan organik yang ada di lingkungannya.


Umumnya jamur hidup secara saprofit (hidup dengan mengurai sampah organik seperti bankai menjadi bahan anoganik). Ada juga jamur yang hidup secara parasit (memperoleh bahan organik dari inangnya), ada pula yang hidup dengan simbosis mutalisme (yaitu hidup dengan organisme lain agar sama-sama mendapatkan untung).

5. Kingdom Protista

   Kingdom protista adalah kumpulan organisme bersel tunggal yang tidak termasuk ke dalam kategori lain. Protista adalah kelompok yang terdiri dari protozoa, alga uniseluler, dan jamur lendir.

1. Protista mirip hewan (Protozoa)

Kelompok protozoa adalah kelompok protista yang memiliki sifat seperti hewan yakni heterotrof dan dapat bergerak. Filum protozoa digolongkan ke dalam empat kelas berdasarkan alat gerak yang dimilikinya, yaitu :

a. Rhizopoda, yaitu protozoa yang bergerak menggunakan kaki yang menyerupai akar atau di sebut juga pseudopodia. Organisme golongan ini memiliki bentuk yang amorf, berkembangbiak dengan membelah diri, dan dapat makanannya dengan memangsa bakteri atau parasit bagi organisme lain. contohnya: Amoeba sp.
b. Flagellata, yaitu kelompok protozoa yang bergerak dengan flagel atau bulu cambuk. hidup di dalam lingkungan perairan atau di dalam tubuh organisme lain sebagai parasit. Contohnya: Trypanosoma ap.
c. Ciliata atau rambut getar adalah penonjolan halus sitoplasma sel yang di dukung oleh mikrofilamen (sitoskleton). Golongan protozoa ini hidup diperairan air tawar atau air asin. Contohnya: Paramecium sp. dan stentor sp.
d. Sporozoa ialah satu-satunya golongan protozoa yang tidak memiliki alat gerak. Dinamakan demikian karena bentuknya menyerupai bola dan berkembang biak dengan spora. Pada umumnya kelompok ini hidup di dalam organisme lain sebagai parasit. Contohnya: Plasmodium sp.

2. Protista Mirip Tumbuhan (Algae/Gangga)

Algae/gangga adalah protista fotosintestik. Tubuhnya tersusun atas satu sel atau berkoloni membentuk tubuh multiseluler. Berbeda dengan protozoa, algae memiliki klorofil seperti pada tumbuhan, dan para ahli meyakini bahwa algae adalah nenek moyang tumbuhan. Algae multiseluler tidak memiliki jaringan, tubuhnya berbentuk lembaran yang disebut talus (sebelumnya kelompok ini dimasukkan ke dalam kingdom tumbuhan thalophyta, tumbuhan berbentuk lembaran). Kelompok ini dibedakan menjadi empat kelas berdasarkan pigmen dominan yang dimilikinya:

a. Chlorophyta adalah sekelompok alga hijau. Algae ini tersusun atas satu sel atau banyak sel. Ditemukan pada perairan air tawar (unisel) dan air laut (multisel). Spesies uniseluler umumnya memiliki alat gerak. Berkembangbiak dengan membelah diri, fragmentasi, atau konjugasi. Contoh: Euglena sp. (uniseluler) dan Ulna sp. (multiseluler).
b. Chrysophyta atau alga emas adalah kelompok alga yang memiliki pigmen karoten (kuning-orange). Selain itu, memiliki pigmen klorofil untuk fotosintesis. Seperti alga hijau, kelompok ini ada yang tersusun atas satu sel dan ada yang banyak sel. Ditemukan di air tawar dan laut. Contoh: Diatome (unisel) dan vaucheria sp. (multiseluler).
c. Phaeophyta memiliki pigmen fikoxantin (cokelat) sehingga disebut alga coklat. Alga ini merupakan alga multiseluler dan makroskopik dan sering ditemukan di perairan air laut. Tubuhnya dilapisi oleh gelatin untuk melindungi dari terpaan ombak. Reproduksi secara seksual atau aseksual (spora). Banyak dimanfaatkan dalam industri makanan dan cat karena memiliki zat algin. Contoh: sargassum sp.
d. Rhodophyta atau ganggang merah memiliki pigmen fikoeritin (merah), dan klorofil. Alga ini merupakan alga yang sering disebut sebagai rumput laut. Banyak dimanfaatkan sebagai bahan makanan (agar-agar) atau pembuatan kosmetik. Contoh: Polysiphonia sp.

3. Protista Mirip Jamur: Myxomycota (Jamur Lendir) & Oomycota (Jamur Air)

Jamur lendir dan jamur air adalah bukan jamur sejati. Mereka merupakan protista yang pada masa hidupnya memiliki bentuk seperti jamur sejati yang membentuk sporangia atau membentuk filamen yang menyerupai hifa. Jamur lendir berwarna kuning sementara jamur air berwarna putih. Dinding sel spesies ini tersusun atas selulosa sementara jamur sejati dilindungi dinding sel dari zat kitin. Keduanya berperan sebagai pengurai dalam ekosistem.

Demikian materi "Penjelasan Macam-macam Makhluk Hidup (Sistem Kingdom)", semoga bermanfaat.

Related Posts:

0 Response to "Penjelasan Macam-macam Makhluk Hidup (Sistem Kingdom)"

Post a Comment