Klasifikasi Makhluk Hidup

   Seiring dengan perkembangan zaman, sistem klasifikasi makhluk hidup dilakukan dengan alasan-alasan tertentu yang dimulai dan dirintis oleh ilmuwan terdahulu dan terus berkembang sampai sekarang. Hal ini dikarenakan adanya penemuan-penemuan baru yang sesuai dengan perkembangan peradaban manusia. Ada beberapa alasan yang digunakan para ahli sebagai dasar sistem klasifikasi. Untuk itulah sistem klasifikasi dapat digolongkan menjadi tiga golongan/kelompok, yaitu sistme alami, sistem buatan, dan sistme filogenik.

1. Klasifikasi Sistem Alami

   Kita sudah mengetahui bahwa klasifikasi pada dasarnya berpijak dari adanya persamaan. Hal ini dapat kita ketahui dengan mengamati makhluk hidup secara morfologi. Misalnya, kita mengamati binatang kucing, anjing, sapi, kuda dan harimau. Jika kita lihat secara alami, dapat kita ketahui bahwa kelima binatang itu mempunyai empat kaki, sehingga membentuk suatu kelompok seperti yang dikehendaki alam, yaitu kelompok binatang yang berkaki empat. Dengan demikian, dapat diketahui bahwa klasifikasi sistem alami merupakan terbentuknya suatu kelompok-kelompok makhluk hidup secara alami.

Tokoh klasifikasi sistem alami adalah Aristoteles, seorang berkebangsaan yunani pada tahun 350 SM. Beliau membagi makhluk hidup menjadi dua dunia (kingdom), yaitu hewan dan tumbuhan. Dunia hewan ini dibagi menjadi beberapa kelompok berdasarkan habitat dan perilakunya, sedangkan tumbuhan dikelompokkan berdasarkan ukuran dan strukturnya.⏨

2. Klasifikasi Sistem Buatan

   Dibandingkan klasifikasi secara alami, sistem klasifikasi buatan lebih baik, sempurna dan mudah dipahami apabila di bandingkan dengan klasifikasi sebelumnya. Klasifikasi ini pertama kali diperkenalkan oleh Carl Von Linne (1707-1778) yang dikenal dengan nama Carolus Linnaeus, seorang ahli botani berkebangsaan swedia. Beliau dinobatkan sebagai "Bapak Taksonomi".

Klasifikasi makhluk hidup menurut Linnaes didasarkan atas persamaan dan perbedaan struktur tubuh makhluk hidup, dengan cara-cara berikut.

  1. Mengamati dan meneliti makhluk hidup, yaitu persamaan ciri struktur tubuh luar maupun ciri struktur tubuh dalam dari berbagai jenis makhluk hidup.
  2. Apabila ada yang memiliki ciri struktur tubuh sama atau mirip di jadikan satu kelompok, adapun yang memiliki ciri berlainan dikelompokkan tersendiri.
  3. Memberikan istilah tertentu untuk setiap tingkatan klasifikasi yang di dasarkan pada banyak sedikitnya persamaan ciri pada setiap jenis makhluk hidup yang dikelompokkan.
Untuk memudahkan dalam pengelompokkan makhluk hidup yang sangat banyak ragamnya, maka disusunlah suatu aturan pengelompokkan dilakukan pada tingkatan tinggi sampai ke tingkatan rendah seperti berikut ini.

1. Kingdom/Renum (Kerajaan/Dunia)

Tingkatan takson ini merupakan tingkatan tertinggi untuk makhluk hidup. Semua hewan dimasukkan dalam kingdom animalia dan semua tumbuhan dimasukkan dalam kingdom plantae.

2. Filum atau Diviso (Keluarga Besar) 

 Apabila kita mengelompokkan suatu makhluk hidup dalam kingdom, maka dengan melihat persamaan ciri-cirinya akan dimasukkan ke dalam suatu keluarga besar. Keluarga besar tersebut dimasukkan dalam filum untuk jenis hewan dan dimasukkan ke dalam diviso untuk jenis tumbuhan. Misalnya seperti hewan yang terlihat pada gambar di atas. Filum chordata merupakan hewan bernotokorda dan hewan bertulang belakang. Ada juga hewan yang memiliki kaki berbuku-buku dan kutikula yang keras dimasukkan dalam filum arthopoda. Penamaan filum hewan tidak memiliki akhiran yang khas, sedangkan penamaan diviso tumbuhan diberi akhiran yang khas, misalnya phyta dan mycota. Tumbuhan yang berbiji dimasukkan dalam diviso spermatophyta, jamur berbasidium dimasukkan dalam diviso basidiomycota.

3. Kelas

Tingkatan takso ini lebih rendah dari kelompok takson filum atau diviso, artinya apabila kelompok makhluk hidup dapat diviso/filum memiliki ciri-ciri yang sama, maka dimasukkan dalam satu kelas. Contoh kelas pada hewan, yaitu hewan menyusui/mamalia, misalnya, anjing, kucing, kelinci, dan lain-lain. Adapun kelas pada tumbuhan ada dua, yaitu tumbuhan berbiji berkeping satu dan berkeping dua. Dengan demikian, tumbuhan mempunyai diviso: spermatophyta, kelas: Monocotyledonae dan Dicotyledonae.

4. Ordo (Bangsa)

Tingkatan takson yang lebih rendah dari kelas adalah ordo. Pada tumbuhan, nama ordo pada umumnya diberi akhiran ales, sedangkan pada hewan tidak memiliki akhiran. Contoh dari hewan mempunyai ordo carnivora (bangsa pemakan daging), omnivora (bangsa pemakan tumbuh-tumbuhan). Adapun pada tumbuhan contohnya kelas dicotyledonae mempunyai ordo graminales (bangsa rumput-rumputan), rosales (bangsa mawar-mawaran).

5. Famili (Suku atau Keluarga)

Famili merupakan tingkatan takson di bawah ordo. Pada tingkatan famili ini terdapat suatu kelompok yang berkerabat dekat dan memiliki banyak persamaan ciri. Nama famili pada tumbuhan pada umumnya diberi akhiran aceae, sedangkan untuk nama hewan diberi akhrian idae. Contoh keluarga hewan, yaitu canidae (keluarga anjing), falidae (keluarga kucing). Contoh keluarga tumbuhan adalah solanaceae (keluarga kentang), rosaceae (keluarga mawar).

6. Genus (Marga)

Takson genus adalah nama takson yang lebih rendah dari famili. Nama genus terdiri atas suatu kata yang diambil dari kata apa saja, bisa dari nama hewan atau tumbuhan, zat kandungan, dan sebagainya. Huruf pertama diawali dengan huruf kapital dan ditulis dengan miring atau ditulis tegak dengan digaris bawah. Contoh untuk hewan adalah canis (marga anjing), felis (marga kucing), taenia (marga cacing). Adapun contoh pada tumbuhan, yaitu rosa (marga mawar),annoda (marga sirsak dan srikaya), dan solanum (marga terung-terungan).

7. Species (Jenis)

Species merupakan tingkatan takson palin rendah dan menjadi unit atau satuan dasar klasifikasi. Species adalah kelompok makhluk hidup yang dapat melakukan perkawinan antar sesamanya dan akan menghasilkan keturunan yang subur (fertil). Penulisan kata species sama seperti penulisan dalam genus, hanya pada species terdiri atas dua kata, yaitu kata yang berada di depan merupakan nama marga (genus), sedangkan kata yang kedua menunjukkan jenisnya. Untuk kata yang kedua, huruf awalnya tidak perlu menggunakan huruf kapital. Contohnya: canis familiaris (anjing), taenia solium (cacing pita), rosa gallica (mawar), carica papaya (pepaya), oryza sativa (padi).

Pernahkah anda menemukan dalam satu species beberapa makhluk hidup memiliki ciri khusus? Hal tersebut dinamakan sebagai varietas atau ras yang bermakna variasi. Dalam satu species variasi tumbuhan disebut varietas, adapun variasi dalam satu species hewan disebut ras. Contohnya: hibiscus sabdarifa var alba (rosela varietas putih). Pada umumnya suatu makhluk hidup mempunyai nama lokal dari setiap daerah, misalnya kota, negara. Contoh: nama buah pisang, orang jawa tengah sering menyebutnya "gedang". Apakah orang sumatra mengerti bahwa yang disebut "gedang" berarti pisang? Sedangkan orang jawa menyebut "gedang" untuk buah pepaya.

Agar tercipta komunitas yang lebih mudah antara pihak satu dengan pihak lain, setiap makhluk hidup harus memiliki nama yang dikenal di seluruh dunia. Tujuannya agar tercipta suatu sistem tata nama yang sederhana, mudah dipahami, dan berlaku secara internasional. Oleh sebab itu, para ilmuwan mengambil suatu keputusan berdasarkan kesepakatan internasional dengan menggunakan metode binomial nomenclature adalah pemberian nama dengan dua nama atau disebut dengan tata nama ganda, yaitu selalu menggunakan dua kata nama genus dan nama species.

3. Klasifikasi Sistem Filogenik

   Bertolak dari teori evolusi darwin muncullah klasifikasi sistem filogenik. Sistem klasifikasi ini dikelompokkan berdasarkan jauh dekatnya kekerabatan antarorganisme atau kelompok dengan melihat keturunan dan hubungan kekerabatan. Organisme atau kelompok yang berkerabatan dekat memiliki persamaan ciri yang lebih banyak bila dibandingkan dengan organisme atau kelompok yang berkerabat jauh. Cara mengelompokkan makhluk hidup dilakukan dengan mengamati ciri-ciri secara morfologi, anatomi, fisiologi, dan perilaku.

Demikian penjelasan materi "Klasifikasi Makhluk hidup", semoga bermanfaat.

Related Posts:

Penjelasan Macam-macam Makhluk Hidup (Sistem Kingdom)

   Klasifikasi makhluk hidup didasarkan kepada pemikiran para ahli dalam mengelompokkan makhluk hidup sesuai dengan sayarat internasional. Oleh karena itu, klasifikasi makhluk hidup yang ada sangat beragam, karena para ahli memiliki pemikirannya masing-masing. Seperti yang kita ketahui, makhluk hidup di bumi sangat bervariasi, coba kita perhatikan lingkungan di sekitar kita, mungking sangat sulit untuk mengelompokkan makhluk hidup yang ada dalam berbagai macam golongan.

A. Dasar Klasifikasi

Pengklasifikasian makhluk hidup memiliki peraturan yang berlaku secara internasional, maka dari itu klasifikasi yang telah berlaku bukanlah bualan belaka, karena itu sudah disetujui secara internasional. Tujuan dari klasifikasi ini adalah untuk mempermudah kita mempelajari tentang makhluk hidup. Dari yang sudah ada, makhluk hidup dikelompokkan berdasarkan persamaan ciri yang dimilikinya, pengelompokkan itu dilakukan secara bertingkat, setiap tingkatan pengelompokkan itu disebut takson. semakin tinggi takson, semakin sedikit persamaannya. Ciri yang menjadi dasar pengelompokkan ini adalah ciri morfologi (bentuk luar), anatomi (susunan tubuh), fisiologi, sifat-sifat biokimia, dan genetik

B. Sistem Klasifikasi

Sistem klasifikasi makhluk hidup dapat berbeda sesuai dengan siapa ahli yang mengemukakannya, juga dapat mengalami perubahan sesuai dengan perkembangan zaman dan teknologi. Klasifikasi yang dikemukakan oleh Robert H. Whittaker yaitu sistem klasifikasi 5 kingdom. Menurutnya, makhluk hidup dibedakan menjadi kingdom morena, protista, fungsi (jamur), plantae (tumbuhan), dan animalia (hewan). Berikut adalah penjelasan mengenai  5 klasifikasi sistem kingdom.

1. Kingdom Plantae

   Kingdom plantae atau yang lebih dikenal dengan tumbuhan merupakan salah satu organisme eukariotik multi seluler yang memiliki dinding sel dan klorofil. Klorofil merupakan zat hijau daun yang fungsinya untuk fotosintesis sehingga tumbuhan mampu membuat makanannya sendiri atau bersifat autotrof. Inilah yang membedakan antara kingdom plantae dan kingdom animalia. Selain itu, perbedaan lainnya yaitu kingdom plantae tidak dapat bergerak bebas seperti kingdom animalia.

A. Ciri-ciri kingdom Plantae (Tumbuhan)

Kingdom plantae memiliki ciri-ciri khusus yang menjadikan kingdom ini berbeda dengan kingdom animalia. Ciri-cirinya yaitu :
  • Dinding sel yang tersusun atas selulosa.
  • Memiliki klorofil yang berfungsi sebagai fotosintesis.
  • Karena memiliki klorofil, maka kingdom plantae bersifat autotrof (dapat membuat makanan sendiri) dengan bantuan sinar matahari.
  • Ekuator multiseluler menyimpan cadangan makanan dalam bentuk amilum (pati) mengalami pergiliran keturunan dalam siklus hidupnya.

B. Klasifikasi Kingdom Plantae (Tumbuhan)

Selain memiliki ciri-ciri, kingdom plantae juga memiliki klasifikasinya sendiri. Klasifikasi ini membantu kita untuk dapat membedakan anatara spesies yang satu dengan spesies yang lain dalam kingdom plantae.

1. Divisi Bryophyta (Tumbuhan Lumut)

 Tumbuhan lumut sangat mudah ditemukan di kehidupan sehari-hari. Terutama di berbagai tempat yang lembab seperti tembok, tanah, bebatuan lapuk bahkan menempel di kulit pohon.Tumbuhan lumut menyukai tempat yang lembab. Ini dikarenakan saat bereproduksi tumbuhan lumut membutuhkan air untuk melakukan pembuahan. Ketiadaan air, menyebabkan sel kelamin jantan tidak bisa membuahi sel kelamin betina. Bagian tubuh pada lumut yang memiliki kemiripan dengan akar disebut rizoid. Rizoid memiliki fungsi untuk menyerap air dan garam mineral serta sebagai alat perlekatan pada habitatnya. Contoh pada tembok.

Tumbuhan lumut tidak memiliki floem dan xylem yang berfungsi sebagai pembuluh angkut. Karena itulah, lumut sangat menyukai tempat yang lembab di mana terdapat kandungan air yang cukup untuk pertumbuhannya. Tumbuhan lumut terbagi atas tiga yaitu, kelas hepaticopsida (lumut hati), kelas anthocerotopsida (lumut tanduk) dan kelas bryopsida (lumut daun).

2. Divisi Pteridophyta (Tumbuhan Paku)

Paku yang dimaksud disini bukan paku yang biasanya digunakan untuk menggantung lukisan atau cermin yang ada di sekitar rumah. Tapi, paku yang dimaksud disini yaitu tumbuhan paku. Tumbuhan paku merupakan bagian dari kingdom plantae yang tubuhnya telah memiliki akar, batang dan daun sejati. Susunan daun tumbuhan paku menyirip seperti bulu. Berbeda dengan lumut, tumbuhan paku telah memiliki pembuluh angkut yaitu xylem dan floem. Selain itu tumbuhan paku juga dapat hidup di mana saja terutama di tempat yang lembab seperti di air, permukaan batu, tanah, hutan hujan tropis bahkan menempel di kulit pohon. Tumbuhan paku memiliki bentuk yang bervariasi seperti lembaran, perdu atau berbentuk seperti tanduk rusa. Tumbuhan paku terdiri atas 4 kelas, diantaranya yaitu kelas psilopsida (paku purba), kelas lycopsida (paku kawat), spenopsida (paku ekor kuda) dan pteriopsida (paku sejati).

3. Divisi Spermatophyta (Tumbuhan Berbiji)

Tumbuhan biji merupakan tingkatan tertinggi dari kingdom plantae. Tumbuhan biji telah memiliki akar, batang dan daun sejati. Tumbuhan biji menghasilkan biji sebagai alat perkembangbiakan. Selain itu, tumbuhan biji memiliki ketinggian dan bentuk yang bervariasi dari divisi-divisi kingdom plantae sebelumnya. Mempunyai habitat di darat dan sebagian di air contohnya pada teratai yang mengapung di air. Reproduksi pada tumbuhan berbiji bereproduksi melalui penyerbukan dan pembuahan. Divisispermatophyte terbagi lagi atas dua sub divisi yaitu sub divisi gymnospermae (tumbuhan berbiji terbuka) dan sub divisi angiospermae (tumbuhan biji tertutup).

2. Kingdom Animalia

   Kingdom animalia atau biasa disebut hewan merupakan oganisme eukariotik (organisme dengan sel kompleks) yang multiseluler. Berbeda dengan tumbuhan, hewan tidak memiliki klorofil sehingga tidak dapat melakukan fotosintesis untuk membuat makanannya sendiri. Oleh karena itu, hewan harus mencari makanannya sendiri untuk mendapatkan energi kemudian makanan tersebut dicerna di dalam tubuhnya. Proses ini membutuhkan oksigen dan mengeluarkan karbondioksida sebagai zat sisa. Kingdom animalia terdiri dari kelompok invertebrate yaitu kelompok hewan yang tidak mempunyai tulang belakang dan kelompok vetebrata yang memiliki tulang belakang.

1. Invertebrata

Kelompok invertebrata terbagi atas beberapa filum yaitu porifera, coelenterata, planthyhelminthes, nemanthelminthes, annelida, molussca, arthopoda dan echinodermata.

a. Porifera

  •  Hewan multiseluler dengan tubuh berpori, jaringan yang belum terbentuk, memiliki rangka serta saluran air.
  • Bersifat heterotrof dengan memperoleh makanan di air yang masuk ke dalam tubuh melalui pori.
  • Hidup di laut, melekat pada batu atau benda lainnya.
  • Reproduksi secara aseksual dengan pembentukan tunas, gemmule (tunas internal) dan regenerasi. Reproduksi secara seksual dengan pembentukan gamet.
  • Porifera digolongkan menjadi tiga kelas berdasarkan penyusun rangka, yaitu hexactinellida, demospongiae dan calcaera.

b. Coelenterata

  •  Hewan multiseluler diploblastik yang tubuhnya telah terbentuk jaringan, berbentuk polip atau medusa dengan tentakel berpenyengat, memiliki rongga pencernaan, system saraf sederhana dan tidak memiliki system ekskresi.
  • Bersifat heterotrof dan menggunakan tentakel untuk menangkap mangsa.
  • Habitat terdapat di laut.
  • Reproduksi secara aseksual dengan pembentukan tunas oleh polip dan reproduksi secara seksual dengan pembentukan gamet oleh medusa atau polip.
  • Berdasarkan bentuk dominan dalam siklus hidup dibedakan menjadi tiga kelas, yaitu hydrozoa, scyphozoa dan anthozoa.

c. Plathyhelminthes


  • Hewan triploblastik aselomata dengan tubuh simetri bilateral berbentuk pipih, memiliki system saraf, system pencernaan dengan satu lubang, tidak memiliki system sirkulasi, respirasi dan ekskresi.
  • Hidup bebas di laut, air tawar, tempat lembab atau parasit pada hewan serta manusia.
  • Bersifat hemafrodit, reproduksi seksual secara sendiri atau silang, reproduksi aseksual dengan fragmentasi yang diikuti regenerasi.
  • Klasifikasi dibedakan menjadi tiga kelas, yaitu turbellaria, trematoda dan cestoda.

d. Nemanthelminthes


  • Hewan triploblastik pseudoselomata, tubuh simetri bilateral berbentuk bulat panjang dilapisi kutikula dengan system pencernaan lengkap, system sirkulasi oleh cairan pseudoselom, tidak memiliki system respirasi dan ekskresi.
  • Hidup bebas atau parasit.
  • Hidup di tanah basah, dasar perairan tawar atau laut bebas, bersifat parasitik pada manusia, hewan dan tumbuhan.
  • Reproduksi secara seksual.
  • Contoh nemanthelminthes yang parasitik yaitu cacing gelang, cacing tambang, cacing kremi, cacing flarial, dan cacing trichinella

e. Annelida

 

  •  Hewan triploblastik selomata, tubuh simetri bilateral bersegmen, memiliki otot, system pencernaan lengkap, system sirkulasi, system saraf tangga tali yaitu sistem saraf yang terdiri dari ganglia otak di depan tubuh dekat faring dan tali saraf yang menembus segmen tubuh serta memiliki system ekskresi. Tidak memiliki system respirasi, bersifat hemafrodit atau gonokoris (alat kelamin jantan dan betina terpisah pada individu yang berbeda).
  • Hidup bebas di dasar laut, perairan tawar, tanah dan tempat yang lembab atau parasit pada vertebrata.
  • Reproduksi secara seksual atau aseksual.
  • Dibedakan atas tiga kelas yaitu, polychaeta, oligochaeta dan hirudinea.

f. Mollusca



  • Hewan triploblastik selomata dengan simetri bilateral, bertubuh lunak, hidup bebas di laut, air tawar maupun di darat.
  • Tubuh terdiri dari kaki, massa visceral dan mantel. Bercangkang, system pencernaan yang lengkap, system sirkulasi terbuka dan tertutup. System saraf terdiri dari atas ganglion dan serabut saraf. Respirasi dengan insang atau rongga mantel. Ekskresi dengan nefridia, bereproduksi seksual secara internal atau eksternal dan bersifat dioseus (alat kelamin jantan dan betina terdapat pada individu yang berbeda) atau monoseus (alat kelamin jantan dan betina pada satu individu). 
  • Dibedakan menjadi tiga kelas yaitu, gastropoda, pelecypoda, dan cephalopoda.

g. Arthopoda

  •  Hewan triploblastik selomata dengan simetri bilateral, memiliki kaki dan tubuh beruas, hidup di berbagai habitat secara bebas, parasit, komensal atau simbiotik.
  • Tubuh terdiri dari kaput (kepala), toraks (dada) dan abdomen (perut). Eksoskeleton (rangka luar), jumlah anggot tubuh beragam, system indra berkembang baik, system saraf tangga tali (sistem saraf yang terdiri dari ganglia otak di depan tubuh dekat dengan faring. Dan tali saraf yang menembus segmen tubuh), system pencernaan lengkap, ekskresi melalui tubula malphigi (suatu saluran sebagai system ekskresi pada arthopoda) atau dibantu dengan kelenjar ekskresi tertentu.
  • Respirasi menggunakan insang, trakea atau paru-paru yang berbuku. System sirkulasi terbuka. Bersifat dioseus (alat kelamin jantan dan betina terdapat pada individu yang berbeda) dan reproduksi seksual secara internal dan mengalami ekdisis (peristiwa terlepasnya kutikula) sebagian bermetamorfosis.
  • Dibedakan menjadi 4 kelas berdasarkan struktur tubuh dan kaki yaitu arachnoidea, myriapoda, crustacea dan insecta.

h. Echinodermata


  • Hewan triploblastik selomata dengan simetri bilateral, permukaan tubuh berduri, hidup bebas di dasar laut.
  • Duri tumpul atau runcing, memiliki system ambulakral, system saraf berupa cincin pusat saraf yang bercabang, system pencernaan yang lengkap dan tidak memiliki system ekskresi.
  • Respirasi menggunakan insang, sistem sirkulasi dengan cairan rongga tubuh. Bersifat dioseus dan reproduksi seksual secara eksternal dan dapat beregenerasi.
  • Dibedakan menjadi 5 kelas yaitu, asteroidea, ophiuroidea, echinoidea, holothuroidea dan crinoidea.

2. Vertebrata

Vertebrata merupakan kelompok hewan yang memiliki vertebrae (tulang belakang) memanjang pada bagian dorsal (punggung) kepala hingga ekor. Vertebrata terbagi atas beberapa kelas, diantaranya yaitu :

a. Pisces


Kelas pisces merupakan kelompok hewan yang hidup di air. Bagian luar tubuh ikan dilindungi oleh eksoskeleton berupa sisik. Pisces dapat bernapas di dalam air berkat insang yang ada pada tubuhnya. Pisces adalah hewan poikiloterm (hewan berdarah dingin) yang dapat menyesuaikan suhu tubuhnya dengan suhu air di tempat hidupnya. Ordo dari pisces yaitu, agnatha, chondricthyes dan osthichthyes.

b. amfibi

Amfibi merupakan kelompok hewan yang dapat hidup di air maupun di darat. Contoh hewan amfibi yaitu, katak, kodok, salamander. Amfibi bernafas dengan menggunakan paru-paru dan kulitnya. Jenis amfibi yang hidup di darat harus menemukan air untuk dapat bertelur. Larva amfibi disebut kecebong. Kecebong mirip dengan ikan kecil dan hidup di air. Pada masa ini kecebong bernapas dengan insang. Amfibi merupakan hewan poikiloterm (berdarah dingin). Ordo dari amfibi yaitu : anura, caudata, gymnophiona.

c. Reptilia


 Reptilia merupakan vertebrata pertama yang dapat beradaptasi di daerah kering. Reptil bersifat autotomi yaitu dapat memutuskan bagian tubuh tertentu jika dalam keadaan bahaya. Contoh, ular, buaya, alligator, kadal, dan kura-kura.. Ordo dan reptile yaitu: squamata, crocodilia, chelonia dan rynchochepalia.

d. Aves

 Nama lain dari aves yaitu burung. Memiliki bulu yang menutupi seluruh permukaan tubuh. Bulu burung terbagi atas filoplumae (sebagai sensoris), plumulae (sebagai isolator) dan plumae (untuk terbang). Burung merupakan hewan homoiterm (berdarah panas). Burung memiliki saccus pneumaticus (kantung hawa) yang berfungsi sebagai respirasi saat terbang, mengatur berat badan saat terbang, memperkeras suara dan membungkus organ dalam agar tidak dingin ketika terbang.

Kelas aves memiliki 27 ordo diantaranya yaitu: apterygiformes, struthioniformes, rheiformes, casuarriiformes, tinamiformes, podicipediformes, gaviiformes, spheniscitormes, procellariiformes, pelecaniformes, ciconiformes, anseriformes, falconiformes, galliformes, gruiformes, caradrilformes, columbiformes, psittaciformes, cuculiformes, strigiformes, caprimulgiformes, apodiformes, trogoniformes, coliiformes, coraciiformes, piciformes dan passeriformes.

e. Mamalia

 Kelas mamalia merupakan kelas yang memiliki mammae gland (kelenjar susu) dan rambut yang memiliki permukaan tubuh. Mamalia terbagi atas mamalia bertelur (ex: platypus), mamalia bertelur (ex: kanguru, koala) dan mamalia berplasenta yang bersifat vivipar (melahirkan) (ex: kucing, anjing, harimau, hynea dll). Ordo dari kelas mamalia yaitu, karnivora, monotremata, insectivore, pholidota, chiroptera, marsupialia, prosboscidae, artidactyea, perrisodactyla, cetacea, sirenia, rodentia, lagomorpha, pholidota, edentata, dan primata.

3. Kingdom Morena

   Kindom morena adalah kingdom makhluk hidup yang tidak memiliki membran inti, biasanya disebut organisme prokariot. Meskipun tidak memiliki membran inti, kelompok morena memiliki bahan inti, seperti asam inti, sitoplasma, dan membran sel. Organisme yang tergolong ke dalam kingdom morena itu sendiri adalah bakteri dan alga biru.

1. Bakteri

Bakteri adalah organisme prokariot yang hanya dapat dilihat dengan menggunakan mikroskop. Artinya sudah jelas, yaitu bakteri tidak dapat dilihat langsung oleh mata manusia. di bawah ini adalah penjelasan tentang cara hidup dan perkembang biakkan bakteri.

a. Cara hidup bakteri

Organisme yang termasuk ke dalam kingdom morena ini memiliki cara hidup yang berbeda-beda. Ada yang hidup dengan cara mengambil bahan organik dari lingkungannya (heterotrof), namun ada juga yang dapat berfotosintesis (autotrof). Tapi kebanyakan bakteri bersifat heterotrof, yang bersifat dari heterotrof tadi, ada yang sifatnya saprofit dan ada pula yang parasit. Bakteri saprofit adalah bakteri yang hidup yang hidup bebas di alam dengan mengurangi sampah, bangkai serta kotoran. Sedangkan bakteri parasit hidup di tubuh makhluk hidup lain yang merugikan inangnya. Berbagai penyakit manusia, tanaman dan hewan disebabkan oleh bakteri parasit ini. Bakteri dapat menular melalui makanan, minuman dan melalui perantara atau melalui kontak langsung.

b. Perkembangbiakan bakteri

Perkembangbiakan bakteri dapat terjadi secara kawin maupun tidak kawin. Perkembangbiakan tak kawin dilakukan dengan membelah diri. Pada pembelahan diri, satu sel membelah menjadi dua, kemudian menjadi empat, depalan, enambelas dan seterusnya. Sedangkan kalau secara kawin, bakteri dapat berkembang biak dengan konjugasi. Caranya, dua sel yang berdekatan membentuk saluran konjugasi. Melalui saluran ini plasma dari sel yang satu mengalir ke sel yang lain.

2. Alga Biru

Alga biru tidak dimasukkan ke dalam kelas protista seperti alga lainnya. Mengapa demikian? karena ia merupakan organisme prokariot sama seperti bakteri. Sehingga digolongkan ke dalam kingdom morena.

a. Ciri-ciri alga biru

Cyanobacteria sering disebut alga hijau-biru karena memiliki warna hijau kebiruan. Untuk memudahkan dalam mengucapkannya kita sebut saja alga biru. Alga ini dapat hidup di berbagai tempat dan keadaan, contohnya saja ada yang hidup di batu, tanah, kulit kayu, air tawar, bahkan air laut. Tubuhnya ada yang bersel satu, ada pula yang berupa untaian benang yang berbentuk dari beberapa sel. Sel alga biru tergolong ke dalam prokariot yang berklorofil. Oleh karena itu, ia dapat berfotosintesis dan menghasilkan makanan sendiri (autotrof).

b. Perkembangbiakan alga biru

Alga biru berkembangbiak dengan cara membelah diri dan fragmentasi. Alga yang bersel satu membelah diri dari satu menjadi dua, empat, delapan, dan seterusnya. Sedangkan alga yang berbentuk benang memutuskan diri menjadi fragmen dan setiap fragmen dapat tumbuh menjadi individu baru. Contoh alga biru antara lain anabarna, rivularia, glorocapsa, dan oscillatori.

 4. Kingdom Fungi

   Kingdom fungi (jamur) adalah organisme eukariotik yang bersel tunggal atau banyak dengan tidak memiliki klorofil. Sel jamur memiliki dinding yang tersusun atas kitin. Karena sifat-sifatnya tersebut dalam klasifikasi makhluk hidup, jamur dipisahkan dalam kingdomnya tersendiri, ia tidak termasuk dalam kingdom protista, morena, maupun plantae. Karena tidak berklorofil, jamur termasuk ke dalam makhluk hidup heterotrof (memperoleh makanan dari organisme lainnya), dalam hal ini jamur hidup dengan jalan menguraikan bahan-bahan organik yang ada di lingkungannya.


Umumnya jamur hidup secara saprofit (hidup dengan mengurai sampah organik seperti bankai menjadi bahan anoganik). Ada juga jamur yang hidup secara parasit (memperoleh bahan organik dari inangnya), ada pula yang hidup dengan simbosis mutalisme (yaitu hidup dengan organisme lain agar sama-sama mendapatkan untung).

5. Kingdom Protista

   Kingdom protista adalah kumpulan organisme bersel tunggal yang tidak termasuk ke dalam kategori lain. Protista adalah kelompok yang terdiri dari protozoa, alga uniseluler, dan jamur lendir.

1. Protista mirip hewan (Protozoa)

Kelompok protozoa adalah kelompok protista yang memiliki sifat seperti hewan yakni heterotrof dan dapat bergerak. Filum protozoa digolongkan ke dalam empat kelas berdasarkan alat gerak yang dimilikinya, yaitu :

a. Rhizopoda, yaitu protozoa yang bergerak menggunakan kaki yang menyerupai akar atau di sebut juga pseudopodia. Organisme golongan ini memiliki bentuk yang amorf, berkembangbiak dengan membelah diri, dan dapat makanannya dengan memangsa bakteri atau parasit bagi organisme lain. contohnya: Amoeba sp.
b. Flagellata, yaitu kelompok protozoa yang bergerak dengan flagel atau bulu cambuk. hidup di dalam lingkungan perairan atau di dalam tubuh organisme lain sebagai parasit. Contohnya: Trypanosoma ap.
c. Ciliata atau rambut getar adalah penonjolan halus sitoplasma sel yang di dukung oleh mikrofilamen (sitoskleton). Golongan protozoa ini hidup diperairan air tawar atau air asin. Contohnya: Paramecium sp. dan stentor sp.
d. Sporozoa ialah satu-satunya golongan protozoa yang tidak memiliki alat gerak. Dinamakan demikian karena bentuknya menyerupai bola dan berkembang biak dengan spora. Pada umumnya kelompok ini hidup di dalam organisme lain sebagai parasit. Contohnya: Plasmodium sp.

2. Protista Mirip Tumbuhan (Algae/Gangga)

Algae/gangga adalah protista fotosintestik. Tubuhnya tersusun atas satu sel atau berkoloni membentuk tubuh multiseluler. Berbeda dengan protozoa, algae memiliki klorofil seperti pada tumbuhan, dan para ahli meyakini bahwa algae adalah nenek moyang tumbuhan. Algae multiseluler tidak memiliki jaringan, tubuhnya berbentuk lembaran yang disebut talus (sebelumnya kelompok ini dimasukkan ke dalam kingdom tumbuhan thalophyta, tumbuhan berbentuk lembaran). Kelompok ini dibedakan menjadi empat kelas berdasarkan pigmen dominan yang dimilikinya:

a. Chlorophyta adalah sekelompok alga hijau. Algae ini tersusun atas satu sel atau banyak sel. Ditemukan pada perairan air tawar (unisel) dan air laut (multisel). Spesies uniseluler umumnya memiliki alat gerak. Berkembangbiak dengan membelah diri, fragmentasi, atau konjugasi. Contoh: Euglena sp. (uniseluler) dan Ulna sp. (multiseluler).
b. Chrysophyta atau alga emas adalah kelompok alga yang memiliki pigmen karoten (kuning-orange). Selain itu, memiliki pigmen klorofil untuk fotosintesis. Seperti alga hijau, kelompok ini ada yang tersusun atas satu sel dan ada yang banyak sel. Ditemukan di air tawar dan laut. Contoh: Diatome (unisel) dan vaucheria sp. (multiseluler).
c. Phaeophyta memiliki pigmen fikoxantin (cokelat) sehingga disebut alga coklat. Alga ini merupakan alga multiseluler dan makroskopik dan sering ditemukan di perairan air laut. Tubuhnya dilapisi oleh gelatin untuk melindungi dari terpaan ombak. Reproduksi secara seksual atau aseksual (spora). Banyak dimanfaatkan dalam industri makanan dan cat karena memiliki zat algin. Contoh: sargassum sp.
d. Rhodophyta atau ganggang merah memiliki pigmen fikoeritin (merah), dan klorofil. Alga ini merupakan alga yang sering disebut sebagai rumput laut. Banyak dimanfaatkan sebagai bahan makanan (agar-agar) atau pembuatan kosmetik. Contoh: Polysiphonia sp.

3. Protista Mirip Jamur: Myxomycota (Jamur Lendir) & Oomycota (Jamur Air)

Jamur lendir dan jamur air adalah bukan jamur sejati. Mereka merupakan protista yang pada masa hidupnya memiliki bentuk seperti jamur sejati yang membentuk sporangia atau membentuk filamen yang menyerupai hifa. Jamur lendir berwarna kuning sementara jamur air berwarna putih. Dinding sel spesies ini tersusun atas selulosa sementara jamur sejati dilindungi dinding sel dari zat kitin. Keduanya berperan sebagai pengurai dalam ekosistem.

Demikian materi "Penjelasan Macam-macam Makhluk Hidup (Sistem Kingdom)", semoga bermanfaat.

Related Posts:

Penjelasan Ciri-ciri dan Struktur Virus

   Cabang biologi yang mempelajari tentang virus adalah  virologi. Virus berasal dari bahasa latin yang berarti racun. Hampir semua virus menimbulkan penyakit pada makhluk hidup lain. Virus digolongkan ke dalam kingdom tersendiri karena sifatnya. Virus hanya dapat dilihat dengan mikroskop elektron. Setiap orang, baik anak-anak maupun orang dewasa, dapat terserang virus. Beberapa penyakit menular yang disebabkan oleh infeksi virus adalah influenza, batuk, pilek, tifus, gondong, cacar air, herpes, AIDS, dan hepatitis.

Pada awalnya, sekitar tahun 1892, virus digunakan untuk agen penyebab penyakit oleh Von Iwanovski (rusia). Dia menemukan penyebab penyakit pada daun tembakau (mosaik tembakau) yang mampu menembus saringan bakteri. Jika daun sakit disentuhkan pada daun sehat, daun sehat akan tertular penyakit ini. Akan tetapi, jika ekstrak daun sakit dipanaskan hingga mendidih terlebih dahulu dan setelah dingin dioleskan pada daun sehat, daun sehat tidak terserang penyakit ini. Dari eksperimennya itu, Iwanovski menarik kesimpulan sementara bahwa penyakit mosaik tembakau disebabkan oleh bakteri patogen.
Pada tahun 1893 ada peneliti baru yang mematahkan kesimpulan Iwanovski karena hasil ekstrak daun tembakau yang terserang penyakit mosaik tembakau yang telah disaring dengan saringan keramik yang tidak tertembus bakteri oleh bakteri dioleskan pada daun sehat tetap tertular penyakit mosaik. Dengan demikian, dia menduga bahwa penyebab penyakit mosaik daun ini adalah bakteri yang sangat kecil. Eksperimen M. Beijerinck dari belanda mendukung teori Iwanovski. Eksperimen yang dilakukan adalah eksperimen yang berjenjang terhadap penyakit mosaik tembakau. Dia juga berkesimpulan bahwa penyebab penyakit mosaik daun adalah bakteri patogen yang berukuran sangat kecil dan mampu berkembangbiak.

Pada tahun 1935 kesimpulan Iwanovski dan M. Beijerink digugurkan oleh Wendell M. Stanley, ilmuwan amerika serikat. Dia berpendapat bahwa penyakit mosaik tembakau disebabkan oleh virus. Wendell mengisolasi dan mengkristalkan virus. Dia berpendapat bahwa virus bukan sel karena dapat dikristalkan. Virus merupakan peralihan antara benda hidup dan tak hidup. Virus tidak sama dengan bakteri karena jika kristal virus ini disuntikkan ke dalam tanaman tembakau yang sehat, virus akan aktif kembali dan melakukan penggandaan sehingga menyebabkan penyakit. Mulai saat itu, orang menjadi tahu bahwa penyebab penyakit yang menyerang tembakau bukanlah bakteri patogen, tetapi virus yang sering disebut dengan virus mosaik tembakau (Tobacco Mosaik Virus atau TMV).

1. Ciri-ciri Virus

Virus mempunyai sifat-sifat yang membedakannya dari mikroorganisme yang lain, yaitu :
  1. Dalam tubuh virus terkandung salah satu asam nukleat, DNA atau RNA saja.
  2. Virus bersifat aseluler (tidak mempunyai sel).
  3. Dalan proses reproduksinya, hanya diperlukan asam nukleat.
  4. Berukuran sangat kecil sekitar 20-300 milimikron. (1 mikron = 1000 milimikron). Untuk mengamatinya diperlukan mikroskop elektron yang pembesarannya dapat mencapai 50.000 X.
  5. Tubuh virus terdiri atas: kepala, kulit (selubung atau kapsid), isis tubuh, dan serabut ekor.
  6. Virus memiliki lapisan protein yang disebut kapsid.
  7. Virus tidak memiliki kemampuan untuk memperbanyak diri diluar sel-sel hidup, dapat dikatakan virus bukanlah makhluk hidup yang mandiri, melainkan makhluk hidup yang memanfaatkan sel-sel hidup untuk memperbanyak diri.
  8. Virus tidak dapat membelah diri.
  9. Multiplikasi terjadi pada sel-sel hospes.
  10. Dapat dikristalkan (sebagai benda tak hidup) dan dapat dicairkan kembali.

 2. Struktur Virus

1. Bentuk Virus

Virus dapat berbentuk oval, batang (memanjang), huruf T, dan dapat juga berbentuk bulat. Virus memiliki struktur yang sangat sederhana. Virus hanya terdiri dari materi genetik berupa DNA atau RNA yang dikelilingi oleh suatu protein pelindung yang disebut kapsid. Kapsid dibangun oleh subunit-subunit yang identik satu sama lain yang disebut kapsomer. Bentuk kapsomer-kapsomer ini sangat simetris dan suatu saat dapat mengkristal.

Pada beberapa virus, seperti virus herpes dan virus influenza, dapat pula dilengkapi oleh sampul atau envelope dari lipoprotein (lipid dan protein). Pembungkus ini merupakan membran plasma yang berasal dari sel inang virus. Suatu virus dengan materi genetik yang terbungkus oleh pembungkus protein disebut partikel virus atau virion.Virus bukan sel atau makhluk hidup karena tidak memiliki sitoplasma dan organel sel tidak melakukan metabolisme serta berukuran sangat kecil sehingga tidak mungkin memiliki struktur sel.

2. Ukuran Virus

Kita dapat merasakan kalau tubuh kita sakit karena terserang virus tanpa dapat diketahui bagaimana virus tersebut masuk ke dalam tubuh, hal ini karena ukuran virus sangat kecil. Virus berukuran lebih kecil dari pada bakteri, yakni berkisar antara 20 milimikron-300 milimikron (1 mikron = 1000 milimikron). Untuk mengamatinya diperlukan mikroskop elektron yang pembesarannya dapat mencapai 50.000 X. Untuk membuktikan bahwa ukuran virus sangat kecil, Iwanovski dan M. Beijerinck melakukan eksperimen dengan penyaringan. Ternyata virus tetap lolos dari saringan keramik, sedangkan bakteri tersaring karena ukurannya lebih besar dari pada virus.

3. Bagian Tubuh Virus

 Bentuk virus (bakteriofag) terdiri dari kepala, selubung, dan ekor. Kepala berbentuk heksagonal, terdiri dari kapsomer yang mengelilingi DNA-nya. Satu unit protein yang menyusun kapsid disebut kapsomer. Selubung ekor berfungsi sebagai penginfeksi. Serabut-serabut ekor terdapat di dasar selubung ekor, berfungsi sebagai penerima rangsang. Selain virus influenza, inti virus hanya terdiri dari satu rangkaian asam nukleat mengandung 3.500 sampai 600.000 nukleotida. Deoxyribonucleid Acid (DNA), dan Ribonucleid Acid (RNA) adalah substansi genetik yang membawa kode pewarisan sifat virus. Berdasarkan penyusun intinya, virus dibedakan menjadi virus DNA dan virus RNA. Contoh virus DNA adalah virus cacar dan sedangkan contoh virus RNA adalah influenza dan HIV

Demikian materi "Penjelasan Ciri-ciri dan Struktur Virus", semoga bermanfaat.

Related Posts:

Cara Hidup dan Perkembangbiakan Virus

   Kata virus berasal dalam bahasa latin berarti cairan berlumpur atau racun. Hal ini dikarenakan sebagian besar virus menyebabkan penyakit pada manusia, hewan, serangga, bakteri, dan tumbuhan. Saat ini ada sekitar 3.600 jenis virus yang telah terientifikasi, sebagian besar diantaranya merupakan penyebab penyakit pada manusia, hewan, serangga, bakteri, dan tumbuhan. Virus tidak dapat dikatakan sebagai sel karena hanya tersusun dari selubung protein dan asam nukleat. Virus belum mempunyai membran sel, sitoplasma, dan organel seperti ribosom, mitokondria, badan golgi, dan sebagainya. Hal ini menyebabkan virus tidak dapat melakukan metabolismenya sendiri.

Virus hanya dapat dilihat dengan mikroskop elektron. Setiap orang, baik anak-anak maupun orang dewasa, dapat terserang virus. Beberapa penyakit menular yang disebabkan oleh infeksi virus adalah influenza, batuk, pilek, tifus, gondong, cacar air, herpes, AIDS, dan hepatitis.

1. Cara Hidup Virus

   Untuk melangsungkan kehidupannya, virus harus melakukan metabolisme. Dalam metabolisme diperlukan enzim untuk melangsungkan proses-proses biokimia di dalam tubuh. Virus mendapatkan enzim dan bahan-bahan metabolisme dari sel yang ditumpanginya karena itu virus tidak dapat menghasilkan energi sendiri dan mensintesis protein enzim. Virus hanya dapat berkembang dan memperbanyak diri pada sel hidup yang aktif melakukan metabolisme. Virus dapat memanfaatkan kemampuan metabolisme sel inang yang ditempatinya untuk dapat hidup dan memperbanyak diri. kehidupan dan perkembangan virus sangat tergantung pada sel hidup lainnya. Di luar sel hidup atau di dalam bebas, virus tidak aktif. Dengan kata lain, virus dapat dikatakan sebagai parasit sejati.

Virus tidak berkembang biak dengan cara pembelahan atau membelah diri. Reproduksi pada virus disebut dengan replikasi yaitu pembentukan komponen virus dan perakitannya untuk membuat virus baru. Replikasi dimulai ketika virus masuk ke dalam sel. Kemudian ARN/ADN virus masuk dan mengadakan kontak dengan ribosom di dalam sel. Ribosom merupakan organela tempat terjadinya sintesa protein yang spesifik sesuai ARN/ADN. ARN adalah asam ribonukleat sedangkan ADN adalah asam dioksiribounukleat. Asam nukleat virus mengganda, dan protein yang diperlukan sebagai pelindung juga dibentuk. Kemudian berlangsung perakitan partikel virus yang baru. Beberapa jenis virus keluar dari dalam sel bersamaan dengan rusaknya sel yang ditumpangi. Beberapa virus jenis yang lain dapat keluar dari sel melalui membran tanpa mematikan atau merusak sel yang ditumpanginya.

Virus tidak dapat berdiri sendiri atau hidup bebas di alam ini. Virus hidup secara parasit pada bakteri, tumbuhan, hewan, dan manusia.

1. Virus Bakteri

Tidak ada satu bakteri pun yang tidak mengandung virus. Virus yang menginfeksi bakteri adalah bakteriofag. Bakteriofag dapat berkembang cepat sehingga dalam waktu yang singkat dapat menghancurkan sejumlah bakteri. Bakteriofag memiliki inti asam nukleat berbentuk DNA ganda berpilin atau tunggal berpilin atau RNA rantai tunggal. Contoh bakteriofag adalah E. coli.

 2. Virus Tumbuh-tumbuhan

Virus tumbuhan adalah virus yang menginfeksi tumbuhan. Seperti virus lainnya, susunan kimia dan struktur fisik virus tumbuhan sangat sederhana, hanya terdiri dari asam nukleat dan protein. Virus tumbuhan berbeda dengan patogen tumbuhan lainnya, perbedaan tersebut terdapat pada metode infeksi, translokasi di dalam inang, perbanyakan diri, penyebaran, dan gejala yang dihasilkan inang.

Sebagian besar penyakit pada tumbuh-tumbuhan disebabkan oleh virus. Serangan virus tersebut dapat mengakibatkan kerugian secara ekonomi yang sangat besar, misalnya, virus yang menyerang tanaman kentang dan tembakau. Bahan genetik dari virus tumbuh-tumbuhan adalah RNA. Virus ini dapat memasuki bagian dalam sel secara aktif atau dapat melalui cedera, misalnya, cedera akibat pada gosokan daun. Di alam virus ditularkan secara kontak langsung atau melalui vektor. Sejumlah besar virus dapat juga ditularkan melalui serangga. Virus sering memperbanyak diri di dalam saluran pencernaan serangga (virus persisten). Virus dapat menginfeksi tumbuhan lain setelah terjadi masa inkubasi di dalam serangga. Sementara itu, virus yang tidak persistem dapat ditularkan melalui gigitan serangga secara langsung.

3. Virus Patogen pada Hewan

Bahan genetik virus hewan adalah DNA ganda berpilin atau RNA polinukleotida tunggal. Virus dapat menimbulkan penyakit rabies (anjing gila), sampar pada ayam, ebola pada kera, dan penyakit kuku pada ternak. Virus ini dapat ditularkan secara kontak langsung atau melalui perantara serangga.  Untuk penelitiannya, diperlukan hewan percobaan atau telur ayam yang sudah dierami. Selain itu, virus juga dapat diperbanyak dengan kultur jaringan. Perbanyakan ini dapat dilakukan di laboratorium.

4. Virus yang Menyerang Manusia

 Virus yang menyerang manusia, antara lain, virus cacar air, cacar, campak, influenza, polio, mata belek, hepatitis, demam berdarah, diare, HIV AIDS, dan virus AI. virus pada manusia dapat ditularkan secara kontak langsung maupun tidak langsung. Mata belek, influenza, dan cacar dapat ditularkan secara kontak langsung atau lewat udara. Hepatitis dan polio dapat ditularkan melalui air sumur yang tercemar dan sendok atau piring bekas penderita ataupun keringat penderita. Demam berdarah dapat ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti. Sementara itu, virus HIV AIDS dapat ditularkan melalui jarum suntik, air ludah, transfusi darah, air susu, plasenta ibu hamil pada janinnya, hubungan kelamin, serta cairan vagina dan sperma.

2. Perkembangbiakan Virus

   Virus bukanlah sel yang dapat berkembangbiak sendiri. Cara berkembangbiak virus berbeda dengan makhluk hidup lain. Virus tidak mampu memperbanyak diri di luar sel-sel hidup sehingga dikatakan bahwa virus bukanlah makhluk hidup yang dapat hidup mandiri. Virus selalu memanfaatkan sel-sel hidup sebagai inang untuk memperbanyak dirinya. Replikasi terjadi di dalam sel inang. Untuk dapat mereplikasi asam nukleat dan mensistensi protein selubungnya, virus bergantung pada sel-sel inang. Replikasi ini menyebabkan rusaknya sel inang. Setelah itu, virus akan keluar dari sel inang. Di luar sel inang, virus disebut sebagai partikel virus yang disebut virion.

Ada beberapa tahapan dalam replikasi virus, yaitu tahap adsorpsi (penempelan) virus pada inang, tahap injeksi (masuknya) asam inti ke dalam sel inang, tahap sintesis (pembentukan), tahap perakitan, dan tahap litik (pemecahan sel inang). Berdasarkan tahapan tersebut, siklus hidup virus dapat dibedakan lagi menjadi siklus titik dan siklus lisogenik.

1. Siklus Titik

Replikasi virus dalam sel inang merupakan peristiwa yang sangat kompleks, tahap demi tahap dari proses sintesis, mulai dari terinfeksinya sel inang sampai pembebasan partikel-partikel virus. Seperti virus lain, bakteriofag tidak dapat bergerak. Jika suspensi bakteriofag bebas bercampur dengan suspensi bakteri, akan terjadi persinggungan kebetulan yang menyebabkan bakteriofag teradsorpsi pada permukaan bakteri. Selanjutnya, DNA bakteriofag terinjeksi ke dala bakteri. Setelah beberapa waktu, terjadilah lisis sel-sel inang yang ditandai dengan pembebasan bakteriofag bentukan, kemudian baru ke dalam medium suspensi

a. Tahap Adsorpsi

Pada tahap ini, ekor virus mulai menempel di dinding sel bakteri. Virus hanya menempel pada dinding sel yang mengadung protein khusus yang dapat ditempeli protein virus. Menempelnya virus pada dinding sel disebabkan oleh adanya reseptor pada ujung serabut ekor. Setelah menempel, virus akan mengeluarkan enzim lisozim yang dapat menghancurkan atau membuat lubang pada sel inang.

b. Tahap Injeksi

Proses injeksi DNA ke dalam sel inang ini terdiri atas penambatan lempeng ujung, kontraksi sarung, dan penusukan pasak berongga ke dalam sel bakteri. Pada peristiwan ini, asam nukleat masuk ke dalam sel, sedangkan selubung proteinnya tetap berada di luar sel bakteri. Jika sudah kosong, selubung protein ini akan terlepas dan tidak berguna lagi.

c. Tahap Sintesis (Pembentukan)

Virus tidak dapat melakukan sintesis sendiri, tetapi virus akan melakukan sintesis dengan menggunakan sel inangnya. Setelah asam nukleat disuntikan ke dalam sel inang, segera menimbulkan perubahan-perubahan besar pada metabolisme sel yang terinfeksi (sel inang atau bakteri). Enzim penghancur yang dihasilkan oleh virus akan menghancurkan DNA bakteri yang menyebabkan sintesis DNA bakteri terhenti. Posisi ini digantikan oleh DNA virus yang kemudian mengendalikan kehidupannya. Dengan fasilitas dari DNA bakteri yang sudah tidak berdaya, DNA virus akan mereplikasi diri berulang kali dengan cara mengopi diri dalam jumlah yang sangat banyak. Sintesis DNA virus dan protein terbentuk atas kerugian sintesis bakteri yang telah rusak. DNA virus ini kemudian akan mengendalikan sintesis DNA dan protein yang akan dijadikan kapsid virus.

d. Tahap Perakitan

Pada tahap ini, kapsid virus yang masih terpisah-pisah antara kepala, ekor dan serabut ekor akan mengalami proses perakitan menjadi kapsid yang utuh. Kemudian, kepala yang sudah selesai terbentuk diisi dengan DNA virus. Proses ini dapat menghasilkan virus sejumlah 100-200 buah.

e. Tahap Litik

Dinding sel bakteri yang sudah dilunakkan oleh enzim lisozim akan pecah dan diikuti oleh pembebasan virus-virus baru yang siap untuk mencari sel-sel inang yang baru. Pemecahan sel-sel bakteri secara eksplosif dapat diamati dengan mikroskop lapangan gelap. Jangka waktu yang dilewati lima tahap ini dan jumlah virus yang dibebaskan sangat bervariasi, tergantung dari jenis virus, bakteri, dan kondisi lingkungan.

2. Siklus Lisogenik

Virus lambda dapat melakukan siklus litik, tetapi kadang-kadang juga melakukan siklus lisogenik. Pada siklus lisogenk, tahap yang dilalui lebih banyak dari pada siklus litik. Tahap adsorpsi dan tahap injeksi sama dengan siklus litik. Akan tetapi, sebelum tahap sintesis, terlebih dahulu virus melewati tahap penggabungan dan tahap pembelahan. Kemudian, dilanjutkan dengan tahap perakitan dan tahap litik.

a. Tahap Perakitan dan Tahap Injeksi

Tahap adsorpsi dan tahap injeksi pada siklus lisogenik sama seperti tahap adsorpsi dan tahap injeksi siklus litik.

b. Tahap penggabungan

Tahap ini adalah tahap ketika DNA virus masuk ke dalam tubuh bakteri dan terjadinya penggabungan antara DNA bakteri dan DNA virus. Proses ini terjadi ketika DNA yang berbentuk kalung tak berujung pangkal terputus dan DNA virus menyisip di antara DNA yang utuh yang telah terinfeksi atau tersisipi DNA virus.

c. Tahap Pembelahan

DNA virus telah bersambung dengan DNA bakteri. DNA virus tidak dapat bergerak atau disebut sebagai profag.  Karena bergabung dengan DNA bakteri, ketika DNA bakteri melakukan replikasi. Demikian juga ketika sel bakteri mengalami pembelahan, secara langsung dua anak sel bakteri yang mengandung profag tersebut juga ikut mengalami pembelahan. Dengan kata lain, jumlah profag sama dengan jumlah sel bakteri inangnya.

d. Tahap Sintesis

Pada kondisi lingkungan tertentu, profaag menjadi aktif. Profag dapat saja memisahkan diri dengan DNA bakteri dan merusak DNA bakteri. Kemudian menggantikan peran DNA bakteri dengan DNA virus untuk sistem protein yang berfungsi sebagai kapsid bagi virus-virus baru dan replikasi DNA.

e. Tahap Perakitan

Pada tahap ini, terjadi perakitan kapsid-kapsid virus yang utuh sebagai selubung virus. Setelah kapsid virus utuh, diisi dengan DNA hari replikasi, terjadi virus-virus baru.

f. Tahap Litik

Tahap ini sama dengan tahap litik pada siklus litik saat dinding sel bakteri akan pecah dan virus baru berhamburan keluar. Virus baru ini selanjutnya akan menyerang bakteri yang lain. Begitu seterusnya, virus akan mengalami siklus litik atau lisogenik. Berdasarkan asam intinya, replikasi virus dapat dibedakan menjadi virus  yang berasam inti DNA dan virus yang berasam inti RNA.

1) Virus dengan asam inti DNA
Virus ini menginfeksi sel inang dan memperbanyak diri menjadi beberapa DNA. Beberapa DNA virus mengalami transkripsi menjadi mRNA penghasil selubung protein virus. mRNA menghasilkan enzim yang dapat menghancurkan dinding sel inang. hancurnya sel inang menjadikan virus-virus baru berhamburan keluar dan virus-virus baru ini siap menginfeksi sel-sel inang lain. Contoh virus berasam inti DNA adalah virus cacar, virus herpes, dan bakteriofag.

2) Virus dengan asam inti RNA
Contohnya adalah virus AIDS. RNA virus AIDS menginfeksi sel inang, lalu melakukan penerjemahan balik membentuk RNA-DNA baru dan membentuk DNA virus. Selanjutnya, DNA virus masuk ke dalam inti sel inang yang menyebabkan DNA inang mengandung DNA virus. DNA virus membentuk mRNA dari inti. RNA virus membentuk protein virus di dalam sitoplasma sel inang. RNA virus dan protein virus akhirnya bergabung membentuk HIV.

Demikian penjelasan materi "Cara Hidup dan Perkembangbiakan Virus", semoga bermanfaat.

Related Posts:

Virus yang Menguntungkan dan Merugikan

1. Virus yang  Menguntungkan

   Ada beberapa virus yang menguntungkan dan berperan pada bidang rekayasa genetika. Virus dapat bermanfaat dalam kloning gen, yaitu dengan produksi ADN yang identik secara genetis, hal ini dapa dimanfaatkan untuk kepentingan manusia. Contoh jenis virus yang mengunrungkan adalah :
  • Virus yang dapat digunakan untuk membuat hormon insulin, untuk menyembuhkan diabetes melitus. Hal ini merupakan keuntungan virus berguna dalam bidang kedokteran.
  • Virus untuk terapi gen. Terapi gen merupakan upaya penyembuhan penyakit keturunan yang disebabkan karena pewarisan gen.

2. Virus yang Merugikan

   Virus dapat menyebabkan beberapa penyakit pada tubuh manusia. Serangan virus ini dapat merugikan manusia. Beberapa penyakit yang disebabkan oleh virus adalah influenza, pilek, cacar, polio, herpes, rabies, gondong, mata belek, ebola, kanker, cacar air, hepatitis, dan demam berdarah.

a. Influenza

Virus influenza berbentuk bulat. Tanda-tanda orang yang terkena influenza adalah timbulnya ingus, suhu badan meningkat, demam, nyeri otot, dan nafsu makan menurun. Virus ini menyerang bagian atas saluran pernapasan. Ada sekitar 190 macam virus penyebab influenza. Karena macamnya yang banyak, jika seseorang telah sembuh dari serangan virus influenza, ada kemungkinan terserang lagi oleh virus influenza yang berbeda. Virus ini dapat dicegah dengan meningkatkan daya tahan tubuh, mengusahakan tubuh tetap sehat, olahraga yang cukup, dan banyak mengonsumsi buah dan sayur yang mengandung vitamin C.

b. Cacar

Virus cacar berbentuk seperti bata yang berlapis dua membran. Virus cacar terdiri atas inti yang berisis DNA pita rangkap yang mengandung protein. Virus cacar tahan terhadap kekeringan sehingga mempunyai daya tular yang tinggi. Cacar dapat menyerang tubuh manusia. Virus cacar menginfeksi manusia melalui saluran pernapasan bagian atas dan menyebar melalui darah. Akhirnya, virus diam di dalam kulit dan menimbulkan gelembung-gelembung kecil dan datar. Setelah pecah, akan menimbulkan bopeng pada tubuh dan wajah. Masa inkubasi virus ini adalah 12-16 hari.

Gejala yang ditimbulkan oleh virus ini adalah suhu badan terasa panas dingin, demam, lesu, mengigil, sakit kepala, dan sakit punggung. Penularan penyakit cacar dapat melalui kontak langsung dengan sumber infeksi, sekresi hidung, mulut, dan benda yang telah terkontaminasi oleh virus, seperti handuk, washlap, selimut, baju, dan seprai. Untuk mencegah terjalar atau terjangkit penyakit cacar, dapat dilakukan dengan pemberian vaksin cacar. Vaksin aktif ini dapat menginduksi antibodi dalam serum dan memberi imunitas terhadap penyakit cacar yang sebenarnya.

c. Polio

Virus polio sering menyerang anak-anak. Gejala yang ditimbulkan adalah demam tinggi, mengantuk, tenggorokan sakit, mual, muntah, sakit kepala, serta tulang belakang dan tulang leher terasa kaku. Jika virus ini menyerang selaput otak dan merusak sel saraf otak depan, akan menyebabkan kelumpuhan. Sumber virus berada dalam saluran usus penderita polio. Virus dapat ditularkan melalui feses orang yang telah terserang polio. Jika makanan yang telah terkontaminasi kita makan, kita akan tertular. Selain itu, dapat juga dtularkan melalui infeksi saluran pernapasan. Masa inkubasinya antara 3-35 hari atau 7-14 hari. Polio dapat dicegah dengan pemberian vaksin polio. Vaksin polio ini terdiri atas vaksin salk dan sabin. Vaksin salk bertugas mengaktifkan produksi antibodi dalam serum, sedangkan vaksin sabin mengandung virus polio yang sudah dilemahkan.

d. Herpes Zoster

Herpes zoster disebabkan oleh serangan virus varisela yang menyerang safat sensoris. Herpes ini biasa disebut dengan cacar air. Pada anak-anak, cacar air merupakan penyakit ringan, tetapi pada orang dewasa, serangan virus ini dapat mengakibatkan kematian. Gejala yang ditimbulkan oleh serangan virus ini adalah demam dan timbul gelembung kulit yang datar. Varisela menginfeksi saluran pernapasan bagian atas, kemudian menyebar melalui darah dan berhenti di dalam kulit. Masa inkubasinya adalah 14-16 hari. Infeksi oleh virus ini hanya terjadi di sepanjang saraf sensoris yang terinfeksi. Jika virus ini menginfeksi sumsum tulang belakang, akan menyebabkan kelumpuhan, tetapi dalam 2-4 minggu dapat disembuhkan. Agar tidak terinfeksi virus ini lagi, kita harus menjaga tubuh agar tetap fit. Virus ini akan aktif kembali jika daya tahan tubuh kita menururn.

e. Rabies

Rabies atau penyakit anjing gila disebabkan oleh virus rabies yang menyerang sistem saraf pusat penderita. Virus rabies dapat menginfeksi semua hewan berdarah panas, seperti anjing, serigala, dan kucing. Penularannya dapat melalui gigitan dari hewan yang telah terinfeksi. Masa inkubasinya adalah 10-14 hari. Virus rabies juga dapat menginfeksi manusia. Gejala yang ditimbulkan adalah hirdopobia (takut air), sakit kepala, tertawa tanpa sebab, lesu, demam, gugup, dan lumpuh. Pengobatan penyakit rabies dapat dilakukan dengan pemberian vaksin rabies.

f. Gondong

Penyebab gondong adalah serangan virus RNA yang menginfeksi otak, kelenjar parotid, pankreas, dan jantung. Biasanya, infeksi pada kelenjar parotid menyebabkan bengkak di belakang telinga. Orang yang pernah terserang virus ini akan memiliki kekebalan terhadap gondong.

g. Mata Belek

Virus belek menyerang mata. Virus belek mengakibatkan rasa sakit, mata merah, bengkak, mengeluarkan air mata, dan mengeluarkan kotoran mata yang banyak.

h. Ebola

Virus ebola hanya menyerang manusia dan kera. Awalnya virus ebola menyerang sel darah putih makrofag dan fibroblas. Setelah itu, virus menyebar ke seluruh jaringan tubuh dan jaringan ikat di bawahnya. Setelah 7 hari, penderita akan mengalami pendarahan di dalam tubuh dan menderita kerusakan ginjal dan hati. Keadaan ini menimbulkan demam, sakit kepala, dan lelah sekali. Selanjutnya, penderita ebola akan mengalami penggumpalan darah dan pendarahan, baik di dalam maupun di luar tubuh. Jika sudah terjadi demikian, kemungkinan hidup tidak ada lagi.

i. Kanker

Kanker juga dapat disebabkan oleh virus. Virus yang menginfeksi akan mengalami pembelahan sel yang tidak ada hentinya sehingga dapat memicu timbulnya kanker.

j. Demam Berdarah (DB)

Penyebab penyakit demam berdarah adalah infeksi virus dengue. Virus ini di tularkan oleh gigitan nyamuk aedes aegypti. Infeksi virus dengue menyebabkan turunnya jumlah trombosit (pembeku darah) dalam tubuh penderita. Penderita yang telah parah akan mengalami pendarahan pada organ-organ tubuh yang berakibat pada kematian. Gejala awal yang sering timbul dari penderita DB adalah demam tinggi, timbul bercak merah, terutama pada lekukan tubuh, mimisan, dan sakit kepala, kadang-kadang disertai mual dan muntah.

k. Herpes Genitalis

Berbeda dengan dua penyakit kelamin yang disebabkan oleh bakteri. Herpes genetalis disebabkan oleh virus herpes simpleks. Rasa gatal dan sakit di daerah kelamin menyebabkan penderita menggaruk bagian yang gatal tersebut. Bekas garukan berupa lepuhan-lepuhan kecil berair dan jika digaruk lagi, akan menimbulkan luka terbuka atau infeksi.

l. Hepatitis A, B, dan C

Hepatitis disebabkan oleh serangan virus yang menginfeksi hati. Biasanya, penyakit yang disebabkan oleh virus dapat ditularkan melalui udara, jarum suntik, makanan dan minuman, serta transfusi darah. Pencegahan penyakit ini dapat dilakukan dengan menjaga kesehatan dan kebersihan makanan di lungkungan hidup kita.

Hepatitis A. Penularannya melalui mulut, makanan, dan minuman. Hepatitis A merupakan infeksi kronis yang dapat disembuhkan dengan pemberian antibodi dan vaksin.

Hepatitis B. Penularannya melalui cairan tubuh, transfusi darah, dan bawaan lahir yang diturunkan oleh ibunya. Penyakit ini ada yang dapat disembuhkan dengan pemberian anti bodi dan vaksin , tetapi ada juga yang berkembang menjadi sirosis dan kanker hati.

Hepatitis C. Tidak terdapat gejala pada penyakit ini, tetapi setelah beberapa puluh tahun, baru terditeksi sehingga biasanya kondisi penderita sudah parah. Belum ada vaksin yang dapat menyembuhkannya. Pemberian interferon hanya dapat menghambat perkembangbiakan virus.

m. Aids

 Penyakit Arquired Immune Deficiency Syndrome (AIDS) disebabkan oleh adanya infeksi virus human Immunodeficiency Virus (HIV). Virus HIV dapat merusak sistem kekebalan tubuh. Kerusakan sistem jaringan ini bersifat permanen sehingga tidak dapat melindungi tubuh dari infeksi atau jenis kanker tertentu lainnya. Serangan virus HIV dapat menimbulkan kematian. Sampai sekarang penyakit ini belum ada obatnya. Penyakit AIDS tidak ditularkan melalui kontak biasa. Penyakit AIDS ditularkan melalui hubungan seksual, kontak dengan darah yang tercemar HIV (transfusi darah), dan melalui jarum suntik atau alat kedokteran lainnya yang tercemar HIV. Seseorang yang dalam tubuhnya terdapat virus AIDS akan terlihat sehat atau merasa sehat, tetapi sebenarnya keadaan ini sangat menular dan berbahaya bagi orang lain. Seseorang yang terinfeksi HIV dapat menularkannya kepada janin yang dikandungnya.

Gejala-gejala orang yang terinfeksi HIV AIDS adalah :
  1. Mengeluarkan banyak keringat pada malam hari
  2. Terus-menerus merasa lelah tanpa sebab yang jelas
  3. Sakit kepala berkepanjangan
  4. Batuk kering
  5. Sering merasa sulit bernapas
  6. Diare kronis
  7. Selama beberapa minggu suhu badan di atas 38 derajat
  8. Pembengkakan kelenjar limfe dalam tiga bulan atau lebih.
Sampai saat ini, belum ada obat untuk menyembuhkan penyakit AIDS. Satu-satunya harapan untuk mengontrol AIDS hanyalah melalui pendidikan dan mengubah perilaku manusia. Untuk mencegah meluasnya HIV AIDS, penyuluhan-penyuluhan tentang bahaya HIV AIDS terhadap masyarakat terutama para remaja dan penyaringan atau survei terhadap kelompok risiko tinggi perlu dilakukan berdasarkan ketentuan yang normal. Selain itu, karena HIV AIDS merupakan penyakit kelamin yang lazimnya ditularkan melalui hubungan seksual. Cara untuk mencegah tertularnya penyakit ini adalah tidak melakukan hubungan seksual secara bebas atau berganti-ganti pasangan seks di luar nikah.
 
Demikian penjelasan materi "Virus yang Menguntungkan dan Merugikan", semoga bermanfaat.

Related Posts:

Sifat Kutub, Cara Membuat dan Medan Magnet Bumi

   Magnet, mungkin kita sudah tidak asing lagi dengan benda ini. Kita mengenal magnet pada hiasan yang sering ditempelkan di kulkas. Bahkan kita sebenarnya tinggal dalam sebuah magnet yang sangat besar yaitu bumi, planet tempat tinggal kita. Magnet dapat menempel pada besi dan beberapa logam lainnya.

Magnet, kata yang berasal dari bahasa yunani magnitis lithos yang mempunyai arti magnesium. Magnet sendiri adalah suatu materi yang mempunyai suatu medan magnet, dan dapat menarik benda-benda lain terutama yang terbuat dari jenis logam. Magnet sendiri berdasarkan asalnya dibedakan menjadi dua, yaitu magnet alam dan magnet buatan. Magnet yang ada saat ini mayoritas adalah magnet buatan, yang sengaja dibuat oleh manusia untuk keperluan tertentu. Magnet sendiri memiliki dua kutub, yaitu kutub utara dan kutub selatan. Meskipun sebuah magnet besar telah dipotong-potong menjadi beberapa magnet kecil, potongan magnet tersebut akan tetap memiliki dua kutub yaitu kutub utara dan kutub selatan. Kekuatan medan magnet yang dimiliki sebuah magnet berada pada kedua kutub magnet tersebut.
Bentuk-bentuk magnet

Daya tarik magnet paling kuat adalah pada logam semacam besi dan baja, dan kekuatan medan magnet diukur dalam satuan tesla. Kutub magnet yang sejenis (utara dengan utara) jika didekatkan akan saling tolak-menolak alias mereka tidak mau saling menempel, akan tetapi jika kutub magnet yang berlainan jenis (utara dengan selatan) dia akan saling tarik menarik dengan kuat. Itulah sifat kemagnetan yang paling dominan antara kedua kutubnya. Para pemulung memungut paku dari tumpukan sampah dengan menggunakan magnet. Benda-benda seperti besi, baja, nikel, dan kobalt disebut benda magnet. Benda magnet ditarik dengan kuat oleh magnet, sehingga walaupun terhalang benda lain seperti kaca, serbuk besi masih dapat ditarik oleh magnet.

Benda magnet pun dapat dengan mudah dibuat menjadi magnet. Berbeda dengan benda magnet, benda seperti plastik, tembaga, dan kaca hanya ditarik dengan lemah atau bahkan tidak ditarik oleh magnet. Benda yang ditarik dengan kuat oleh magnet disebut ferromagnetik. Benda yang ditarik dengan lemah oleh magnet dan benda yang tidak ditarik oleh magnet disebut paramagenetik. Selain itu, terdapat pula benda yang ditolak oleh magnet meskipun benda itu bukan magnet. Benda yang demikian tersebut diamagenetik, seperti seng atau bismut. Jadi benda magnet disebut juga ferromagnetik. Sedangkan benda bukan magnet mencangkup paramagnetik dan diamagnetik.

A. Sifat Kutub Magnet

   Semua magnet mempunyai sifat-sifat tertentu. Setiap magnet, bagaimanapun bentuknya, mempunyai dua ujung dimana pengaruh magnetiknya paling kuat. Dua ujung tersebut dikenal sebagai kutub magnet. Salah satu kutub diberi nama kutub utara (U) dan kutub yang lain diberi nama kutub selatan (S). Magnet dibuat dalam berbagai bentuk dan ukuran meliputi magnet batang, tapal kuda, dan cakram. Jika dua magnet saling didekatkan, mereka saling mengerahkan gaya, yaitu gaya magnet. Gaya magnet, seperti gaya listrik, terdiri dari tarik menarik dan tolak-menolak. Jika dua kutub utara saling didekatkan, kedua kutub tersebut akan tolak menolak. Demikian juga halnya jika dua kutub selatan saling didekatkan. Namun, jika kutub selatan magnet lain, kutub-kutub tersebut akan tarik menarik. aturan untuk kutub-kutub magnet tersebut berbunyi; kutub-kutub senama akan tolak-menolak dan kutub-kutub tidak senama akan tarik-menarik.

Gambar sifat kutub magnet

Kutub magnet selalu ditemukan berpasangan, kutub utara dan kutub selatan. Jika sebuah magnet dipotong menjadi dua buah, dihasilkan dua magnet yang lebih kecil masing-masing mempunyai satu kutub utara dan satu kutub selatan. Prosedur ini dapat diulang-ulang, namun selalu dihasilkan sebuah magnet lengkap yang terdiri dari dua kutub.

B. Cara Membuat Magnet

   Disamping magnet yang ditemukan di alam (magnet alam) ada juga magnet yang dibuat oleh manusia (magnet buatan). Bahkan magnet yang kebanyakan dimanfaatkan dalam kehidupan sehari-hari yaitu magnet buatan. Benda yang dapat dibuat magnet adalah benda-benda yang tergolong dalam benda magnetik terutama ferromagnetik, contohnya besi atau baja. Pada prinsipnya membuat magnet adalah mengubah susunan magnet elementer yang tidak beraturan menjadi searah dan teratur. Ada tiga cara membuat magnet, yaitu dengan cara menggosok, dengan cara induksi, dan dengan cara mengalirkan arus listrik.

1. Membuat Magnet dengan Cara Menggosok


Besi yang semula bukan magnet, dapat dijadikan magnet. Caranya besi digosok dengan salah satu ujung magnet tetap. Arah gosokan dibuat searah agar magnet elementer yang terdapat pada besi letaknya menjadi teratur dan mengarah ke satu arah. Apabila magnet elementer besi telah teratur dan mengarah ke satu arah, dikatakan besi dan baja telah menjadi magnet. Ujung-ujung besi yang digosok akan terbentuk kutub-kutub magnet. Kutub-kutub yang terbentuk tergantung pada kutub magnet yang digunakan untuk menggosok. Pada ujung terakhir besi yang digosok, akan mempunyai kutub yang berlawanan dengan kutub ujung magnet penggosoknya.

2. Membuat Magnet dengan Cara Induksi

 

Besi dan baja dapat dijadikan magnet dengan cara induksi. Caranya adalah besi dan baja diletakkan di dekat magnet tetap. Magnet elementer yang terdapat pada besi dan baja akan terpengaruh atau terinduksi magnet tetap yang menyebabkan letaknya teratur dan mengarah ke satu arah. Besi atau baja akan menjadi magnet sehingga dapat menarik serbuk besi yang berada di dekatnya. Ujung besi yang berdekatan dengan kutub magnet batang, akan terbentuk kutub yang selalu berlawanan dengan kutub magnet penginduksi. Apabila kutub utara magnet batang berdekatan dengan ujung besi A, maka ujung besi A menjadi kutub selatan dan ujung besi B menjadi kutub utara atau sebaliknya.

3. Membuat Magnet dengan Cara Arus Listrik


Besi dan baja dapat juga dijadikan magnet dengan arus listrik. Caranya, besi dan baja dililit kawat yang dihubungkan dengan baterai. Magnet elementer yang terdapat pada besi dan baja akan terpengaruh aliran arus searah (DC) yang dihasilkan baterai. Hal ini menyebabkan magnet elementer letaknya teratur dan mengarah ke satu arah. Besi atau baja akan menjadi magnet dan dapat menarik serbuk besi yang berada di dekatnya. Magnet yang dibuat dengan cara arus listrik disebut magnet listrik atau elektromagnet. Besi yang berujung A dan B dililitkan kawat berarus listrik. Kutub magnet yang terbentuk bergantung pada arah arus ujung kumparan. Jika arah arus berlawanan jarum jam maka ujung besi tersebut menjadi kutub utara. Sebaliknya, jika arah arus searah putaran jarum jam maka ujung besi tersebut berbentuk kutub selatan. Dengan demikian, ujung A kutub utara dan ujung B kutub selatan atau sebaliknya.

C. Medan Magnet Bumi

   Medan magnet ialah ruang dimana sebuah benda yang berada di dalam ruang itu mendapat gaya magnet. Makin besar kekuatan suatu magnet, makin besar pula medan magnetnya. Medan magnet digambarkan sebagai garis-garis lengkung yang disebut garis gaya magnet. Garis gaya magnet bermula dari kutub utara dan berakhir di kutub selatan magnet.

Bumi dapat dianggap sebagai sebuah magnet yang sangat besar. Kutub selatan magnet bumi berada di sekitar kutub utara bumi, sedangkan kutub utaranya berada di sekitar kutub selatan bumi. Letak kutub magnet bumi tidak tepat berimpit dengan kutub bumi. Oleh karena itu arah garis gaya magnet bumi tidak berimpit dengan arah utara-selatan yang sebenarnya. Itulah sebabnya jarum kompas tidak tepat menunjukkan arah utara dan selatan yang sebenarnya, tetapi sedikit menyimpang. Penyimpangan arah itu dinyatakan dengan sudut antara kutub magnet bumi dan kutub buminya dan disebut dengan sudut deklinasi. Besar sudut deklinasi di berbagai tempat di permukaan bumi tidak sama. Sudut deklinasi pun besarnya berubah-ubah setiap tahunnya.

Medan magnet bumi membentuk sudut dengan arah horizontal bumi. Sudut yang terbentuk antara magnet dengan bidang horizontal disebut sudut inklinasi. Besar sudut inklinasi di permukaan bumi juga berbeda-beda. Inklikasi terbesar terdapa bagian utara dan selatan kutub bumi. Medan magnet bumi mempengaruhi benda-benda yang ada di permukaan bumi bahkan hingga ke luar angkasa. Semakin jauh dari bumi pengaruh magnetnya semakin melemah. Benda-benda langit seperti meteor yang mengandung bahan-bahan logam yang dapat ditarik oleh magnet bumi akan tertarik masuk ke dalam atmosfer bumi. Benda-benda tersebut cenderung masuk dan tertarik ke arah kutub magnet bumi yang memiliki gaya magnet paling besar.

Apakah aurora itu ? Aurora merupakan cahaya yang terbentuk di kutub bumi. Aurora terbentuk akibat adanya interaksi antara medan magnet bumi dengan partikel-partikel dari matahari. Saat partikel berbahaya akibat ledakan di matahari memasuki bumi akan didorong oleh medan magnet untuk bergerak mengelilingi bumi. Jika partikel masuk, maka akan masuk di daerah kutub dan akan terbakar sehingga berbentuk sinar aurora. Jika energi partikel lebih besar maka partikel tersebut akan mengelilingi bumi seperti donat dan disebut serbuk radiasi.

Planet dan bintang dapat menghasilkan medan magnet karena terdapat material magnetik seperti besi di dalamnya dan dengan perputarannya muncul arus yang berputar mengelilinginya. Venus tidak memiliki medan magnet karena putarannya sangat lambat. Mars juga tidak memiliki medan magnet. Hal itu terjadi karena dalam mars tidak terbentuk lelehan, sehingga besi terletak di permukaan dan tidak dapat menimbulkan medan magnet.
Demikian penjelasan materi "Sifat Kutub, Cara Membuat dan Medan Magnet Bumi", semoga bermanfaat.

Related Posts:

Manfaat Magnet Dalam Bidang Teknologi

   buatan terutama yang dibuat dengan cara menerapkan arus listrik, banyak digunakan pada berbagai alat antara lain berupa kompas, alat listrik motor listrik, telepon, dan telegraf. Kita dapat membuat kompas sederhana. Misalnya, dengan meletakkan magnet jarum yang kecil pada sebatang kayu di dalam mangkuk yang berisi air. Magnet akan berputar bebas untuk mengarah ke posisi utara-selatan.

Bagaimana kompas bekerja dalam menentukan arah ? Bumi merupakan magnet yang besar, sehingga medan magnetnya bekerja hingga ke luar bumi. Hal ini menjadikan acuan penggunaan kompas dalam penunjukkan arah. Walaupun kapal laut berada di lautan yang luas kompas dapat menunjukkan arah yang tepat, karena kompas berinteraksi dengan kutub utara dan selatan dari magnet bumi sehingga tidak akan berubah, begitu pula arah dapat ditentukan oleh pesawat terbang di udara.

A. Manfaat Elektromagnet Dalam Teknologi

Kompas

   Di sekeliling kawat penghantar yang berarus listrik terdapat di medan magnet. Magnet pun dapat ditimbulkan dengan adanya arus listrik. Hal ini membuat beberapa alat dapat bekerja dengan menggunakan listrik sebagai sumbernya untuk membuat sebuah magnet bekerja. Arah medan magnet bergantung pada arah arus listrik. Kuat medan magnet di sekitar kawat bergantung pada kuat arus listrik dan jarak suatu titik terhadap kawat. Medan magnet di sekitar kawat penghantar lurus yang dilalui arus listrik berbentuk lingkaran dapat ditentukan dengan aturan tangan kanan.
  • "Bila ibu jari tangan kanan menunjukkan arah arus, maka arah garis gaya magnet sama dengan arah jari yang digenggamkan."
Elektromagnet mempunyai sifat kemagnetannya makin kuat bila lilitan semakin banyak dan arus listrik makin besar. Kemagnetannya hilang sama sekali bila arus di putus. Kekuatan magnetnya dapat diubah dengan mengubah kuat arus dan kutubu-kutub elektromagnet dapat dibalik. Elektromagnet yang kuat digunakan untuk mengangkat benda yang terbuat dari besi, seperti rel kereta api, mobil, dan mesin. Benda-benda tersebut ditarik oleh elektromagnet dengan kuat dan tidak akan terlepas sebelum arus di putus. Selain untuk mengangkat benda yang terbuat dari besi, elektromagnetik banyak digunakan dalam alat-alat listrik.

B. Pemanfaatan Magnet Dalam Produk Teknologi

1. Alat Ukur Listrik

Bagian-bagian alat ukur listrik

Salah satu penerapan gaya magnetik terdapat pada alat ukur listrik, misalnya amperemeter dan voltmeter. Pada prinsipnya, alat tersebut menggunakan sebuah lilitan kawat yang diletakkan di tengah-tengah medan magnet. Pada saat arus listrik mengalir pada kumparan, timbul gaya magnet yang berbeda arah pada kedua sisi kumparan. Kedua gaya tersebut bekerja berlawanan arah sehingga membentuk momen gaya yang dapat memutar kumparan. Putaran kumparan tersebut dijaga oleh pegas spiral agar kumparan tidak berputar. Namun, penunjuk yang ditempelkan pada kumparan akan menyimpang sesuai dengan besarnya kuat arus listrik. Besarnya simpangan jarum penunjuk pada kumparan sudah di kalibrasi skalanya sehingga akan menunjukkan nilai kuat arus listrik.

2. Motor Listrik

Motor listrik adalah alat yang berguna untuk mengubah energi listrik menjadi energi gerak. Cara kerja motor listrik hampir sama dengan cara kerja alat ukur listrik. Bentuk mesin motor listrik diperlihatkan pada gambar di bawah ini.

Motor listrik
Bagian-bagian motor listrik
Bagian motor listrik terdiri atas sebuah kumpulan kawat yang dililitkan pada suatu tempat melalui sebuah poros. Kumparan tersebut diletakkan di dalam medan magnet. Setiap ujung kumparan dihubungkan dengan cincin belah (komutator) yang berfungsi sebagai penukar arus listrik pada saat kumparan berputar. Pada cincin itu menempel semacam sikat kawat yang berfungsi untuk menghubungkan kutub-kutub arus listrik. Sikat-sikat ini tidak ikut berputar dan diberi beda potensial listrik yang tetap. Jika sikat kawat dialiri arus listrik, pada kumparan akan timbul gaya magnetik yang arahnya berlawanan pada kedua sisi kumparan sehingga kumparan akan berputar pada porosnya.

3. Bel Listrik

Bel listrik terdiri atas dua elektromagnet dengan setiap solenoida dililitkan pada arah yang berlawanan. Apabila saklar ditekan, arus listrik akan mengalir melalui solenoida. Teras besi akan menjadi magnet dan menarik kepingan besi lentur dan pengetuk akan memukul bel (lonceng) dan menghasilkan bunyi. Tarikan kepingan besi lentur oleh elektromagnet akan memisahkan titik sentuh dan sekrup pengatur yang berfungsi sebagai interuptor. Arus listrik akan putus dan teras besi hilang kemagnetannya. Kepingan besi lentur akan kembali ke kedudukan semula. Teras besi akan menjadi magnet dan menarik kepingan besi lentur dan pengetuk akan memukul bel (lonceng) dan menghasilkan bunyi kembali. Proses ini berulang-ulang sangat cepat dan bunyi lonceng terus terdengar.

4. Telepon

Telepon terdiri dari dua bagian yaitu bagian pengirim (mikrofon) dan bagian penerima (telepon). Prinsip kerja bagian mikrofon adalah mengubah gelombang suara menjadi getaran-getaran listrik. Pada bagian pengirim ketika seseorang berbicara akan menggerakkan diafragma alumunium. Serbuk-serbuk karbon yang terdapat pada mikrofon akan tertekan dan menyebabkan hambatan serbuk karbon mengecil. Getaran yang berupa sinyal listrik akan mengalir melalui rangkaian listrik.

Prinsip kerja bagian telepon adalah mengubah sinyal listrik menjadi gelombang bunyi. Sinyal listrik yang dihasilkan mikrofon diterima oleh pesawat telepon. Apabila sinyal listrik berubah-ubah mengalir pada kumparan, teras besi akan menjadi  elektromagnet yang kekuatannya berubah-ubah. Diafragma besi lentur di hadapat elektromagnet akan ditarik dengan gaya yang berubah-ubah. hal ini menyebabkan diafragma bergetar. Getaran diafragma memengaruhi udara di hadapannya, sehingga udara akan dimampatkan dan direngganggkan. Tekanan bunyi yang dihasilkan sesuai dengan tekanan bunyi yang dikirim melalui mikrofon.

Demikian penjelasan materi "Manfaat Magnet Dalam Bidang Teknologi", semoga bermanfaat.

Related Posts:

Cara Kerja Alat Dengan Induksi Elektromagnetik

   Beberapa alat telah dibuat dengan menggunakan listrik untuk menimbulkan sifat magnetnya. Sebaliknya jika magnet timbul di sekitar arus listrik maka sebaliknya arus listrik dapat ditimbulkan oleh gaya magnet. Michael Faraday menunjukkan bahwa dengan menggerak-gerakkan magnet dalam kumparan maka akan menghasilkan arus listrik. Arus listrik yang timbul dari hasil gerakkan magnet ini disebut arus induksi. Arah arus induksi adalah bolak balik. Percobaan faraday juga menunjukkan bila jumlah garis gaya magnet yang masuk dalam kumparan berubah, maka pada ujung-ujung kumparan timbul gaya gerak listrik (GGL). Gaya gerak listrik tersebut disebut GGL induksi.

Makin cepat perubahan garis gaya magnet masuk dalam kumparan, makin besar GGL induksi yang timbul. Makin banyak lilitan kawat pada kumparan, makin besar GGL induksi yang timbul. Jumlah garis gaya magnet yang masuk dalam kumparan dapat berubah dengan cara sebagai berikut :
  1. Menggerakkan magnet batang keluar masuk kumparan.
  2. Memutar magnet dekat kumparan.
  3. Mendekatkan kumparan pada kutub magnet.
  4. Memutus-mutus arus primer untuk menginduksi arus sekunder pada kumparan lain.

Gambar Transformator
Induksi elektromagnetik sangat erat kaitannya dengan gaya gerak listrik (GGL). GGL adalah terhasilkannya gaya listrik di dalam kumparan, mencakup sejumlah fluks garis gaya medan magnet. Timbulnya GGL (gaya gerak listrik) di dalam kumparan adalah apabila kumparan tersebut berada di dalam medan magnetik yang kuat dan berubah-ubah setiap waktunya. Kumparan tersebut adalah lilitan kawat yang berbahan tembaga pada umumnya. Selain GGL, induksi elektromagnetik juga erat kaitannya dengan fluks magnet. Fluks magnet adalah garis gaya magnet yang menebus secara tegak lurus suatu bidang kumparan.

Penemuan dan sekaligus peneliti pertama dilakukan oleh Michael Faraday dari inggris dan Joseph Henry di amerika, mereka melakukan penelitian di tempat yang terpisah namun di tahun yang sama yaitu pada tahun 1831. Kesimpulan dari penelitian tersebut adalah bahwa arus listrik dapat dimunculkan dari sebuah magnet dengan cara menggerakkan sebuah kawat pada medan magnet. Atau dengan memasukkan dan mengeluarkan magnet ke dalam suatu kumparan kawat. Kesimpulan tersebut akhirnya dinamakan hukum faraday. "Apabila gaya gerak listrik (GGL) induksi dihubungkan dengan suatu rangkaian tertutup dengan hambatan ditentukan, maka mengalir arus listrik". Namun untuk yang ini adalah bunyi dari hukum lenz. Namun, hukum lenz tersebut hanya berlaku kepada rangkaian penghantar yang tertutup.

A. Cara Kerja Dinamo dan Generator

   Induksi elektromagnetik banyak digunakan untuk mengubah energ kinetik menjadi energi listrik seperti dalam dinamo sepeda. Dinamo dibedakan dalam dinamo arus bolak balik dan dinamo arus sejarah. Dinamo pada dasarnya terdiri dari sebuah kumparan yang berputar dalam medan magnet. Kedua ujung kawat dihubungkan menggunakan dua buah cincin tembaga yang disekat satu sama lain. Pada masing-masing cincin diletakkan karbon yang akan menjadi penghubung rangkaian dalam dinamo dengan luar dinamo. GGL yang timbul dari dinamo bersifat bolak balik, atau alternating current sering disingkat sebagai AC. Dinamo arus bolak balik dapat diubah menjadi dinamo arus searah. Pengubahan dilakukan dengan menggunakan dua cincin belah yang disekat satu sama lain. Cincin belah tersebut disebut komutator. Komutator antara lain digunakan dalam motor listrik (elektromotor).

Arus bolak balik dalam kawat kumparan diubah menjadi arus searah dalam rantai aliran luar. Ketika AB dan CD berada di depan kutub utara magnet, arus mengalir dari depan ke belakang. Sikap P tetap menjadi kutub positif dan sikat Q menjadi kutubu negatif. Pada saat arus berbalik arah, kedua cincin belah dihubungkan sebentar. Hubungan sesaat itu membuat arus tetap mengalir dari P ke Q. Pada saat arus berbalik arah GGL bernilai nol. Arus searah atau direct current disingkat DC. Pada motor listrik yang lebih kuat, kumparan yang digunakan lebih banyak lagi. Demikian pula gelang-gelang belahnya. Kumparan-kumparan terletak dalam alur-alur silinder besi yang berfungsi sebagai jangkar. Ujung tiap kumparan berakhir pada komutator.

Kumparan yang berputar harus diletakkan sedemikian rupa. Bila salah satu sisi kawat berada di depan kutub utara, sisi kawat yang lain berada di depan kutub selatan. semua kumparan diatur sedemikian rupa sehingga terjadi suatu rangkaian tertutup. Dinamo yang berukuran besar disebut generator. Generator AC dapat di temukan pada mesin pembangkit listrik. Generator ACsering disebut alternator. Arus listrik yang dihasilkan berupa arus bolak balik. Cir generator (AC) menggunakan cincin ganda. Generator-generator arus DC, arus yang dihasilkan berupa arus searah, ciri generator DC menggunakan cincin belah (komutator). Jadi, generator AC dapat diubah menjadi generator DC dengan cara menggantikan cincin ganda dengan sebuah komutator. Sebuah generator AC kumparan berputar di antara kutub-kutub  yang tak sejenis dari dua magnet yang saling berhadapan. Kedua kutub magnet akan menimbulkan medan magnet. Kedua ujung kumparan dihubungkan dengan skiat karbon yang terdapat pada setiap cincin. Kumparan merupakan bagian generator yang berputar (bergerak) disebut rotor. Magnet tetap merupakan bagian generator yang tidak bergerak disebut stator.

Bagaimana generator bekerja ? Ketika kumparan sejajar dengan arah medan magnet (menembus sudut 0 derajat), belum terjadi arus listrik dan tidak terjadi GGL induksi. Pada saat kumparan berputar perlahan-lahan, arus dan GGL beranjak naik sampai kumparan membentuk sudut 90 derajat. Saat itu posisi kumparan tegak lurus dengan arah medan magnet. Pada kedudukan ini kuat arus dan GGL induksi menunjukkan nilai maksimum. Selanjutnya, putaran kumparan terus berputar, arus dan GGL makin berkurang. Ketika kumparan membentuk sudut 180 derajat kedudukan kumparan sejajar dengan arah medan magnet, maka GGL induksi dan arus induksi menjadi nol. Putaran kumparan berikutnya arus dan tegangan nilai naik lagi dengan arah yang berlawanan. Pada saat membentuk sudut 270 derajat, terjadi lagi kumparan berarus tegak lurus dengan arah medan magnet pada kedudukan kuat arus dan GGL induksi menunjukkan nilai maksimum lagi, namun arahnya berbeda. Putaran kumparan selanjutnya, arus dan tegangan turun perlahan-lahan hingga mencapai nol dan kumparan kembali ke posisi semula hingga membentuk sudut 360 derajat.

B. Cara Kerja Transformator


   Selain generator, prinsip induksi elektromagnetk digunakan dalam transformator atau trafo. Transformator adalah alat yang digunakan untuk mengubah tegangan listrik ke rangkaian listrik yang lain, melalui suatu gandengan magnet dan berdasarkan prinsip induksi elektromagnetik. Transformator yang mengubah tegangan rendah menjadi tegangan tinggi disebut trasnformator step up, sedangkan yang bekerja sebaliknya yaitu mengubah tegangan tinggi menjadi tegangan rendah disebut trasnformator step down. Alat ini mempunyai inti besi yang tak berujung pangkal dan terdiri dari beberapa lapis tipis yang disekat satu sama lain. Pada inti besi terdapat dua kumparan. Kumparan yang dihubungkan dengan arus yang hendak diubah tegangannya disebut kumparan primer, sedangkan kumparan yang dihubungkan dengan tegangan baru disebut kumparan sekunder.

Pada transformator step up jumlah lilitan kumparan primernya lebih sedikit dibanding lilitan pada kumparan sekunder. Sedangkan pada transformator step down jumlah lilitan pada kumparan primer lebih banyak dibandingkan pada kumparan sekunder. Pada transformator berlaku hubungan jumlah lilitan dan tegangan sesuai persamaan. Pada trasnformator juga berlaku hukum kekekalan energi. Jika energi yang masuk persatuan waktu adalah VpIp dan energi yang keluar adalah VsIs maka diperoleh VpIp = VsIs. Sehingga pada trasnformator ideal berlaku.
Dengan Vp = tegangan primer
Vs = tegangan sekunder
np = jumlah lilitan primer
ns = jumlah lilitan sekunder
Ip = arus primer
Is = arus sekunder.

Prinsip dan Kerja Transformator

Prinsip dan kerja transformator dapat dijelaskan berdasarkan induksi elektromagnetik, dimana antara sisi primer dan sisi sekunder terdapat penghubung magnetik. Gandengan magnet ini berupa inti besi tempat melakukan fluks bersama. Medan magnet berperan sangat penting sebagai rangkaian proses konversi energi. Melalui medium medan magnet, bentuk energi mekanik dapat diubah menjadi energi listrik, alat konversi ini disebut generator atau sebaliknya dari bentuk energi listrik menjadi energi mekanik, sebagai alat konversi disebut motor. Pada transformator, gandengan medan magnet berfungsi untuk memindahkan dan mengubah energi listrik dari rangkaianm primer ke sekunder melalui prinsip induksi elektromagnetik. Dari sisi pandangan elektris, medan magnet mampu untuk menginduksikan tegangan pada konduktor sedangkan dari sisi pandangan mekanis medan magnet sanggup untuk menghasilkan gaya dan kopel (penggandengan).

Kelebihan medan magnet sebagai perangkai proses konversi energi disebabkan terjadinya bahan-bahan magnetik yang memungkinkan diperolehnya kerapatan energi yang tinggi. Kerapatan energi yang tinggi ini akan menghasilkan kapasitas tenaga per unit volume mesin yang tinggi pula. Jelaslah bahwa pengertian kuantitatif tentang medan magnet dan rangkaian magnet merupakan bagian penting untuk memahami proses konversi energi listrik. induktansi, tegangan pada kumparan didefinisikan sebagai perubahan arus terhadap waktu yang melewati kumparan tersebut. Atau ketika terjadi perubahan arus pada kumparan maka terjadi perubahan fluk magnetik yang menyebabkan terjadinya perubahan induksi tegangan.

Demikipan penjelasan materi "Cara Kerja Alat Dengan Induksi Eletromagnetik", semoga bermanfaat.

Related Posts: