Jaringan Dan Struktur Tumbuhan

   Tumbuhan memiliki sistem yang bertujuan untuk menjalankan fungsi hidup tumbuhan. Fungsi hidup tumbuhan tergantung pada kemampuannya melakukan fotosintesis yang ditunjang oleh berbagai sistem lain. Pada setiap sistem ditunjang oleh beragam jaringan dengan fungsi berbeda namun saling menunjang. Tumbuhan hanya tersusun dari tiga jenis jaringan, yaitu jaringan kulit, jaringan dasar dan jaringan pengangkut. Jaringan kulit atau sering disebutjuga sebagai jaringan epidermis, tersusun dari sel-sel epidermis. Sesuai namanya jaringan kulit terdapat pada bagian luar tumbuhan bagian akar, batang dan daun. Jaringan kulit berfungsi sebagai pelindung jaringan lain pada tumbuhan. Jaringan dasar merupakan jaringan yang tersebar di seluruh bagian tubuh tumbuhan, baik pada bagian akar, batang, daun, biji ataupun buah. Parenkim, kolenkim dan sklerenkim merupakan jaringan yang termasuk dalam kelompok jaringan dasar.

   Parenkim adalah sel yang hidup pada tumbuhan dewasa. Fungsi utamanya adalah sebagai tempat penyimpanan cadangan makanan. Jaringan kolenkim berfungsi sebagai penyokong tumbuhan. Sel kolenkim ditandai dengan dinding sel yang tebal. Jaringan sklerenkim juga berfungsi sebagai penyokong tumbuhan. Dinding sel jaringan sklerenkim lebih keras di banding kolenkim, karena dinding sel keduanya tebal. Sklerenkim banyak terdapat pada bagian batang dan tulang daun. Sifatnya yang keras menyebabkan sklerenkim berfungsi sebagai pelindung biji atau buah dari luar seperti pada biji kenari atau tempurung kelapa. Jaringan pengangkut pada akar terdiri atas pembuluh tapis (floem) dan pembuluh kayu (xilem). Sel pada jaringan pembuluh tapis memiliki dinding sel yang melintang dan memiliki pori sehingga hampir seperti ayakan. Pori dan pembuluh ini merupakan sarana untuk sitoplasma agar dapat mengalir dari satu sel ke sel yang lain.

   Sel tanaman berasal dari pertumbuhan dan perkembangan meristem, yang kemudian berkembang menjadi beragam jenis sel. Selsel tersebut kemudian membentuk jaringan sesuai kesamaan bentuk dan fungsinya. Meristem terletak pada bagian tubuh tumbuhan yang merupakan pusat pertumbuhan seperti pada lembaga, ujung akar, ujung batang, kuncup, dan kambium. Lembaga atau embiro, juga memiliki meristem yang membentuk jaringan-jaringan lain. Tumbuhan terdiri dari organ pokok akar, batang dan daun. Bunga dan buah bukan merupakan organ pokok, karena selain tidak semua tumbuhan memiliki bungan atau buah, bungan dan buah pun merupakan cabang yang berubah bentuk dan tumbuh terbatas.

 A. Jaringan Tumbuhan

   Tumbuhan tersusun atas banyak sel. Sel-sel itu pada tempat tertentu membentuk jaringan. Jaringan adalah sekelompok sel yang mempunyai struktur dan fungsi yang sama dan terkait oleh bahan antarsel membentuk suatu kesatuan. Seiring tahap perkembangannya, jaringan penyusun tubuh tumbuhan dapat dibedakan menjadi dua macam, yaitu jaringan meristem dan jaringan dewasa.

1. Jaringan Meristem

Jaringan meristem adalah jaringan yang sel penyusunnya bersifat embrional, artinya mampu secara terus menerus membelah diri untuk menambah jumlah sel tubuh. Sel meristem biasanya merupakan sel muda dan belum mengalami diferensiasi dan spesialisasi. Ciri-ciri sel meristem biasanya berdinding tipis, banyak mengandung protoplasma, vakuola kecil, inti besar, dan plastida belum matang. Bentuk sel meristem umumnya sama ke segala arah, misalnya seperti kubus. Berdasarkan letaknya dalam tumbuhan, ada tiga macam meristem, yaitu meristem apikal, meristem lateral, dan meristem interkalar. Meristem aplikasi terdapat di ujung batang dan ujung akar
Gambar jaringan meristem
Meristem interkalar merupakan bagian dari meristem aplikal yang terpisah dari ujung (apeks) selama pertumbuhan. Meristem interkalar (antara) terdapat di antara jaringan dewasa, misalnya di pangkal ruas batang rumput. Meristem lateral terdapat pada kambium pembuluh dan kambium gabus. Berdasarkan asal terbentuknya, meristem dibedakan menjadi dua yaitu meristem primer dan meristem sekunder.

a. Meristem primer

Meristem primer adalah meristem yang berkembang dari sel embrional. Meristem primer terdapat misalnya pada kuncup ujung batang dan ujung akar. Meristem primer menyebabkan pertumbuhan primer pada tumbuhan. Pertumbuhan primer memungkinkan akar dan batang bertambah panjang. Dengan demikian, tumbuhan bertambah tinggi. Meristem primer dapat dibedakan menjadi daerah-daerah dengan tingkat perkembangan sel yang berbeda-beda. Pada ujung batang terdapat meristem aplikal ada promeristem dan ujung meristematik lain yang terdiri dari sekelompok sel yang telah mengalami diferensiasi sampai tingkat tertentu.

Daerah meristematik di belakang promeristem mempunyai tiga jaringan meristem, yaitu protoderma, prokambium, dan meristem dasar. Protoderma akan membentuk epidermis, prokambium akan membentuk jaringan ikatan pembuluh (xilem primer dan floem primer) dan kambium. Meristem dasar akan membentuk jaringan dasar tumbuhan yang mengisi empelur dan korteks seperti parenkima, kolenkima, dan sklerenkima. Tumbuhan monokotil hanya memiliki jaringan primer dan tidak memiliki jaringan sekunder. Pada tumbuhan dikotil terdapat jaringan primer dan jaringan sekunder.

b. Meristem sekunder

Meristem sekunder adalah meristem yang berkembang dari jaringan dewasa yang telah mengalami diferensiasi dan spesialisasi (sudah terhenti pertumbuhannya) tetapi kembali bersifat embrional. Contoh meristem sekunder adalah kambium gabus yang terdapat pada batang dikotil dan gymnospermae, yang dapat terbentuk dari sel-sel korteks di bawah epidermis. Jaringan kambium yang terletak di antara berkas pengangkut (xilem dan floem) pada batang dikotil merupakan meristem sekunder. Sel kambium aktif membelah, ke arah dalam membentuk xilem sekunder dan keluar membentuk floem sekunder. Akibatnya, batang tumbuhan dikotil bertambah besar. Sebaliknya batang tumbuhan monokotil tidak mempunyai meristem sekunder sehingga tidak mengalami pertumbuhan sekunder. itulah mengapa batang monokotil tidak dapat bertambah besar.

2. Jaringan Dewasa

Jaringan dewasa merupakan jaringan yang terbentuk dari diferensiasi dan spesialisasi sel-sel hasil pembelahan jaringan meristem. Diferensiasi adalah perubahan bentuk sel yang disesuaikan dengan fungsinya, sedangkan spesialisasi adalah pengkhususan sel untuk mendukung suatu fungsi tertentu. Jaringan dewasa pada umumnya sudah tidak mengalami pertumbuhan lagi atau sementara berhenti pertumbuhannya. Jaringan dewasa ini ada yang disebut sebagai jaringan permanen. Jaringan permanen adalah jaringan yang telah mengalami diferensiasi yang sifatnya tak dapat balik (irreversible). Pada jaringan permanen sel-selnya tidak lagi mengalami pembelahan. Jaringan dewasa meliputi jaringan epidermis, gabus parenkimia, xilem, dan floem. Selain itu ada bagian tumbuhan tertentu yang memiliki jaringan kolenkima dan sklerenkima.

a. Epidermis 

Jaringan epidermis ini berada paling luar pada alat-alat tumbuhan primer seperti akar, batang daun, bunga, buah, dan biji. Epidermis tersusun atas satu lapisan sel saja. Bentuknya bermacam-macam, misalnya isodiametris yang memanjang, berlekuk-lekuk, atau menampakkan bentuk lain. Epidermis tersusun sangat rapat sehingga tidak terdapat ruang-ruang antarsel. Epidermis merupakan sel hidup karena masih mengandung protoplas, walaupun dalam jumlah sedikit. Terdapat vakuola yang besar di tengah dan tidak mengandung plastisida.

Gambar jaringan epidermis
 1. Jaringan epidermis daun

Jaringan epidermis daun terdapat pada permukaan atas dan bawah daun. Jaringan tersebut tidak berklorofil kecuali pada sel penjaga (sel penutup) stomata. Pada permukaan atas daun terdapat penebalan dinding luar yang tersusun atas zat kuting (turunan senyawa lemak) yang dikenal sebagai kutikula, misalnya pada daun nangka. Selain itu ada yang membentuk lapisan lilin untuk melindungi daun dari air, misalnya pada daun pisang dan daun keladi. Ada pula yang membentuk bulu-bulu halus di permukaan bawah sebagai alat perlindungan, misalnya pada daun durian. Sekelompok epidermis membentuk stomata atau mulut daun. Stomata merupakan suatu celah pada epidermis yang dibatasi oleh dua sel penutup atau sel penjaga. Melalui mulut daun ini terjadi pertukaran gas.

2. Jaringan epidermis batang

Seperti halnya jaringan epidermis daun, jaringan epidermis batang ada yang mengalami modifikasi membentuk lapisan tebal yang dikenal sebagai kutikula, membentuk bulu sebagai alat perlndungan.

3. Jaringan epidermis akar

Jaringan epidermis akar berfungsi sebagai pelindung dan tempat terjadinya difusi dan osmosis. Epidermis akar sebagian bermodifikasi membentuk tonjolan yang disebut rambut akar dan berfungsi untuk menyerap air tanah.

 Stomata adalah celah yang terdapat pada epidermis organ tumbuhan. Pada semua tumbuhan yang berwarna hijau, lapisan epidermis mengandung stomata paling banyak pada daun. Stomata terdiri atas bagian-bagian yaitu sel penutup, bagian celah, sel tetanggal, dan ruang udara dalam. Sel tetangga berperan dalam perubahan osmotik yang menyebabkan gerakan sel penutup yang mengatur lebar celah.  Sel penutup dapat terletak sama tinggi dengan permukaan epidermis (panerofor) atau lebih rendah dari permukaan epidermis (kriptofor) dan lebih tinggi dari permukaan epidermis (menonjol). Pada tumbuhan dikotil, sel penutup biasanya berbentuk seperti ginjal bila dilihat dari atas. Sedangkan pada tumbuhan rumput-rumputan memiliki struktur khusus dan seragam dengan sel penutup berbentuk seperti halter dan dua sel tetangga terdapat masing-masing di samping sebuah sel penutup.

b. Jaringan gabus

Jaringan gabus atau periderma adalah jaringan pelindung yang di bentuk untuk menggantikan epidermis batang dan akar yang telah menebal akibat pertumbuhan sekunder. Jaringan gabus tampak jelas pas tetumbuhan dikotil dan gymnospermae.

Struktur jaringan gabus terdiri felogen (kambium gabus) yang akan membentuk felem (gabus) ke arah luar dan feloderma ke arah dalam. Felogen dapat dihasilkan oleh epidermis, parenkima di bawah epidermis, kolenkima, perisikel, atau parenkima floem, tergantung spesies tumbuhannya. Pada penampang memanjang, sel-sel felogen berbentuk segi empat atau segi banyak dan bersifat meristematis. Sel-sel gabus (felem) dewasa berbentuk hampir prisma, mati, dan dinding selnya berlapis suberin, yaitu sejenis selulosa yang berlemak. Sel-sel feloderma menyerupai sel parenkima, bentuk kotak dan hidup. Jaringan gabus berfungsi sebagai pelindung tumbuhan dari kehilangan air. Pada tumbuhan gabus (Quercus suber), lapisan gabus dapat bernilai ekonomi, misalnya untuk tutup botol.

c. Parenkima

Di sebelah dalam epidermis terdapat jaringan parenkima. Jaringan ini terdapat mulai dari sebelah dalam epidermis hingga ke empulur. Parenkima tersusun atas sel-sel bersegi banyak. Antara sel yang satu dengan sel yang lain terdapat ruang antarsel. Parenkim disebut juga jaringan dasar karena menjadi tempat bagi jaringan-jaringan yang lain. Parenkima terdapat pada akar, batang dan daun, mengitari jaringan lainnya. Misalnya pada xilem dan floem.
Gambar jaringan parenkima
Selain sebagai jaringan dasar, jaringan parenkima berfungsi sebagai jaringan penghasil dan penyimpan cadangan makanan. Contoh parenkima penghasil makanan adalah parenkima daun yang memiliki kloroplas dan dapat melakukan fotosintesis. Parenkima yang memiliki kloroplas disebut sklerenkima. Hasil-hasil fotosintesis berupa gula diangkut ke parenkima batang atau akar, hasil-hasil fotosintesis tersebut disusun menjadi bahan organik lain yang lebih kompleks, misalnya tepung, protein atau lemak. Parenkima batang dan akar pada beberapa tumbuhan berfungsi untuk menyimpan cadangan makanan, misalnya pada ubi jalar (Ipomoea batatas). Ada pula sel parenkima yang menyimpan cadangan makanan pada katiledon (daun lembaga biji) seperti pada kacang buncis (phaseolus vulgaris).

d. Jaringan penguat

Untuk memperkokoh tubuhnya, tumbuhan memerlukan jaringan penguat atau penunjang yang disebut juga sebagai jaringan mekanik. Ada dua macam jaringan penguat pegat yang menyususn tubuh tumbuhan, yaitu kolenkima dan sklerenkima. Kolenkima mengandung protoplasma dan dindingnya tidak mengalami signifikasi. Sklerenkima berbeda dari kolenkima, karena sklerenkima tidak mempunyai protoplasma dan dindingnya mengalami penebalan dan zat lignin (lignifikasi).

1. Kolenkima

Sel kolenkima merupakan sel hidup dan mempunyai sifat mirip parenkima. Sel-selnya ada yang mengandung kloroplas. Kolenkima umumnya terletak di dekat permukaan dan di bawah epidermis pada batang, tangkai daun, tangkai bunga, dan ibu tulang daun. Kolenkima jarang terdapat pada akar. Sel kolenkima biasanya memanjang sejajar dengan pusat organ tempat kolenkima itu terdapat. Dinding sel kolenkima mengandung selulosa, pektin dan hemiselulosa. Dinding sel kolenkima mengalami penebalan yang tidak merata. Penebalan itu terjadi pada sudut-sudut sel, dan disebut kolenkima sudut. Fungsi sel kolenkima adalah sebagai penyokong pada bagian tumbuhan muda yang sedang tumbuh dan pada tumbuhan herbal.

2. Sklerenkima

Jaringan sklerenkima terdiri atas sel-sel mati. Dinding sel sklerenkima sangat kuat, tebal, dan mengandung lignin (komponen utama kayu). Dinding sel mempunyai penebalan primer dan kemudian penebalan sekunder oleh zat lignin. Menurut bentuknya, sklerenkima dibagi menjadi du, yaitu serabut sklerenkima yang berbentuk seperti benang panjang, dan sklereid (sel batu). Sklereid terdapat pada berkas pengangkut, di antara sel-sel parenkima, korteks batang, tangkal daun, akar, buah, dan biji. Pada biji, sklereid sering kali merupakan suatu lapisan yang turut menyusun kulit biji. Fungsi sklerenkima adalah menguatkan bagian tumbuhan yang sudah dewasa. Sklerenkima juga melindungi bagian-bagian lunak yang lebih dalam, seperti pada kulit biji jarak, biji kenari dan tempurung kelapa.

 e. Jaringan pengangkut

1. Xilem

Xilem berfungsi untuk menyalurkan air dan mineral dari akar ke daun. Elemen xilem terdiri dari unsur pembuluh, serabut xilem, dan parenkima xilem. Unsur pembuluh ada dua, yaitu pembuluh kayu (trakea) dan trakeid. Trakea dan trakeid merupakan sel mati, tidak memiliki sitoplasma dan hanya tersisa dinding selnya. Sel-sel tersebut bersambung sehingga membentuk pembuluh kapiler yang berfungsi sebagai pengangkut air dan mineral. Oleh karena pembuluh yang membentuk berkas, maka dikatakan sebagai berkas pembuluh. Diameter xilem berfariasi tergantung pada spesies tumbuhan, tetapi biasanya 20-700 um. Dinding xilem mengalami penebalan zat lignin.

Trakea merupakan bagian yang terpenting pada xilem tumbuhan bunga, trakea terdiri atas sel-sel berbentuk tabung yang berdinding tebal karena adanya lapisan selulosa sekunder dan diperkuat lignin, sebagai bahan pengikat. Diameter trakea biasanya lebih besar dari pada diameter trakeid. Ujung selnya yang terbuka di sebut perforasi atau lempeng perforasi. Trakea hanya terdapat pada angiospermae (tumbuhan berbiji tertutup) dan tidak terdapat pada gymnospermae (tumbuhan berbiji terbuka) kecuali anggota gnetaceae (golongan melinjo). Bagian trakeid dapat dibedakan dari trakea karena ukurannya lebih kecil, walaupun dinding selnya juga tebal dan berkayu. Rata-rata diameter trakeid ialah 30 um dan panjangnya mencapai beberapa milimeter. Trakeid terdapat pada semua tumbuhan spermatophyta. Pada ujung sel trakeid terdapat lubang seperti saringan.

2. Floem

Floem berfungsi menyalurkan zat makanan hasil fotosintesis dari daun ke seluruh bagian tumbuhan. Pada umumnya elemen floem disusun oleh unsur-unsur tapis, sel pengiris, serabut floem, sklereid, dan parenkima floem. Parenkima floem berfungsi menyimpan cadangan makanan. Persebaran serabut floem sering kali sangat luas dan berfungsi untuk memberi sokongan pada tubuh tumbuhan. Pembuluh tapis terdiri atas sel-sel berbentuk slindris dengan diameter 25 um dan panjang 100-500 um. Pembuluh tapis mempunyai sitoplasma tanpa inti. Dinding sel komponen pembuluh tapis tidak berlignin sehingga lebih tipis dari pada trakea. Pembuluh tapis adalah pembuluh angkut utama pada jaringan floem. Pembuluh ini bersambungan dan meluas dari pangkal sampai ke ujung tumbuhan.

B. Struktur Tumbuhan

A. Struktur Dan Fungsi Akar

   Jaringan penyusun bagian ujung akar adalah jaringan epidermis, korteks, endodermis dan silinder pusat. Pada jaringan kulit luar atau epidermis terbentuk tonjolan yang merupakan perpanjangan dari epidermis dengan perubahan fungsi sebagai tempat penyerapan air dan garam mineral dari dalam tanah. Adanya meristem pada ujung akar merupakan pusat pertumbuhan akar, sehingga akar dapat tumbuh memanjang sesuai dengan semakin besarnya pohon, sehingga akar menguatkan pohon dengan semakin dalam menancap ke dalam tanah, pemanjangan akar juga sering dilakukan pohon sebagai langkah adaptasi terhadap keadaan lingkungan untuk mencari sumber air.

Korteks pada akar tersusun dari sel-sel parenkim yang tersusun melingkar sehingga membentuk jaringan tebal. Korteks terletak di bawah epidermis dan jaringan silinder pusat. Sel korteks berfungsi sebagai tempat penyimpanan cadangan makanan, sehingga akar juga memiliki fungsi sebagai tempat penyimpanan makanan, terutama pada tumbuhan monokotil seperti ubi kayu, wortel dan lain-lain. Tumbuhan berdasarkan jenis akar dapat dibedakan menjadi tumbuhan berakar tunggang dan tumbuhan berakar serabut. tumbuhan dengan akar tunggang, biasanya dimiliki oleh tumbuhan seperti mangga dan kelompok tumbuhan dikotil lainnya. Akar serabut dimiliki oleh wortel dan tumbuhan monokotil lainnya.

Jaringan xilem dan floem pada akar tumbuhan dikotil berbentuk seperti bintang. Xilem terletak di bagian tengahnya, sedangkan floem di bagian lengan, sedangkan pada tumbuhan monokotil xilem dan floem tersusun berselang seling. Fungsi akar sebagai penyerap air dan unsur-unsur hara dalam tanah merupakan hasil kerja sama antara jaringan xilem, jaringan floem, dan jaringan epidermis.

B. Struktur Dan Fungsi Batang

   Batang terbentuk dari jaringan epidermis, jaringan parenkim, jaringan korteks, jaringan xilem dan jaringan floem. Fungsi batang adalah mengangkut air dan unsur hara dari akar ke daun. Batang juga berfungsi mengangkut makanan hasil fotosintesis dari daun dan mengedarkannya ke seluruh tubuh tumbuhan. Pada beberapa tumbuhan, batang juga berfungsi sebagai tempat penyimpanan cadangan makanan. Pernapasan pada tumbuhan terjadi juga pada batang. Di batang, oksigen masuk ke batang melalui lentisel, kemudian beredar secara difusi melalui ruang antar sel dan berdifusi ke sel-sel lainnya.

Sisa pernapasan, yaitu karbondioksida dikeluarkan melalui lentisel. Keluar masuknya udara pernapasan ini terjadi secara difusi. Kambium hanya dimiliki oleh tumbuhan dikotil (berkeping dua) dan tumbuhan kelompok gymnospermae (berbiji terbuka). Kambium menyebabkan tumbuhan dapat memperbesar batangnya.

Related Posts:

Fotosintesis Tumbuhan

   Semua makhluk hidup memerlukan makanan untuk pertumbuhannya, demikian juga tumbuhan. Berbeda dengan hewan dan manusia, tumbuhan membuat sendiri makanannnya melalui proses fotosintesis, sehingga disebut makhluk autotrof. Fotosintesis adalah proses tanaman menggunakan energi dari sinar matahari untuk menghasilkan gula, yang akan digunakan sebagai energi untuk hidup. Perubahan energi sinar matahari yang tidak tampak menjadi energi kimia dilakukan oleh zat hijau daun yang disebut sebagai klorofil. Proses fotosintesis menggunakan air dan karbondioksida untuk menghasilkan gula dan oksigen.
Gambar reaksi kimia untuk proses fotosintesis

A. Sejarah Penemuan Fotosintesis

    Meskipun masih ada langkah-langkah dalam fotosintesis yang belum dipahami, persamaan umum fotosintesis telah diketahui sejak tahun 1800-an. Pada awal tahun 1600-an, seorang dokter dan ahli kimia, Jan Val Helmont, seorang flandria (sekarang bagian dari belgia), melakukan percobaan untuk mengetahui faktor apa yang menyebabkan massa tumbuhan bertambah dari waktu ke waktu. Dari penelitannya , Helmont menyimpulkan bahwa massa tumbuhan bertambah hanya karena pemberian air. Namun, pada tahun 1727, ahli botani inggris, Stephen Hales berhipotesis bahwa pasti ada faktor lain selain air yang berperan. Ia mengemukakan bahwa sebagian makanan tumbuhan berasal dari atmosfer dan cahaya yang terlibat dalam proses tertentu. Pada saat itu belum diketahui bahwa udara mengandung unsur gas yang berlainan. 

   Pada tahun 1771, Joseph Priestley, seorang ahli kimia dan pendeta berkebangsaan inggris, menemukan bahwa ketika ia menutupi sebuah lilin menyala dengan sebuah toples terbak, nyalanya akan mati sebelum lilinnya habis terbakar. Ia kemudian menemukan bila ia meletakkan tikus dalam toples terbalik bersama lilin, tikus itu akan lemas dan akan mati. dari kedua percobaan itu, Priestley menyipulkan bahwa nyala lilin telah "merusak" udara dalam toples itu dan menyebabkan matinya tikus. Ia kemudian menunjukkan bahwa udara yang telah "dirusak" oleh lilin tersebut dapat "dipulihkan" oleh tumbuhan. Ia juga menunjukkan bahwa tikus dapat tetap hidup dalam toples tertutup asalkan di dalamnya juga terdapat tumbuhan. Pada tahun 1778, Jan Ingenhousz, dokter kerajaan austria, mengulangi eksperimen priestley. Ia memperlihatkan bahwa cahaya matahari berpengaruh pada tumbuhan sehingga dapat memulihkan udara yang rusak. Ia juga menemukan bahwa tumbuhan juga mengotori udara pada keadaan gelap ia lalu menyarankan agar tumbuhan dikeluarkan dari rumah pada malam hari untuk mencegah kemungkinan meracuni penghuninya.

   Akhirnya pada tahun 1782, Jean Senebier, seorang pastor perancis, menunjukkan bahwa udara yang dipulihkan dan merusak itu adalah karbondioksida yang diserap oleh tumbuhan dalam fotosintesis. Tidak lama kemudian, Theodore de Saussre berhasil menunjukkan hubungan antara hipotesis Stephen Hale dengan percobaan-percobaan pemulihan udara. Ia menemukan bahwa peningkatan massa tumbuhan bukan hanya karena penyerapan karbondioksida, tetapi juga oleh pemberian air. Melalui serangkaian eksperimen inilah akhirnya para ahli berhasil menggambarkan persamaan umum dari fotosintesis yang menghasilkan makanan (seperti glukosa). Cornelis Van Niel menghasilkan penemuan penting yang menjelaskan proses kimia fotosintesis. Dengan mempelajari bakteri sulfur ungu dan bakteri hijau, dia menjadi ilmuan pertama yang menunjukkan bahwa fotosintesis merupakan reaksi redoks yang bergantung pada cahaya, yang mana hidrogen mengurangi karbondioksida.

   Robert Emerson menemukan dua reaksi cahaya dengan menguji produktivitas tumbuhan menggunakan cahaya dengan panjang gelombang yang berbeda-beda. Dengan hanya cahaya merah, reaksi cahaya dapat ditekan. Ketika cahaya biru dan merah digabungkan, hasilnya menjadi lebih banyak. Dengan demikian, ada dua protosistem, yang satu menyerap sampai panjang gelombang 600 nm, yang lainnya sampai 700 nm. Yang pertama kali dikenal sebagai PSII, yang kedua PSI. PSI hanya mengandung klorofil a, PAII mengandung terutama klorofil a dan klorofil b, di anatar pigmen lainnya. Ini meliputi fikobilin, yang merupakan pigmen merah dan biru, serta fukoksantol untuk alga coklat dan diatom. Proses ini paling produktif ketika penyerapan kuantanya seimbang untuk PSII dan PSi, menjamin bahwa masukan energi dari kompleks aneta terbagi antara sistem PSI dan PSII, yang pada gilirannya menggerakan fotosintesis. Robert Hill berfikir bahwa suatu kompleks reaksi terdiri atas perantara ke kitrokom b6 (kini plastokinom), yang lainnya dari kitokrom f ke satu tahap dalam mekanisme penghasilan karbohidrat. Semua itu dihubungkan oleh plastokinon, yang memerlukan energi untuk mengurangi kitokrom f karena itu merupakan reduktan yang baik.

   Percobaan lebih lanjut yang membuktikan bahwa oksigen berkembang pada fotosintesis tumbuhan hijau dilakukan oleh Hill pada tahun 1937 dan 1939. Dia menunjukkan bahwa kloroplas terisolasi melepaskan oksigen ketika memperoleh agen pengurang tak alami seperti besi oksalat, ferisianida atau benzokinon setelah sebelumnya diterangi oleh cahaya. Reaksi Hill adalah sebagai berikut :

6H2O + 6CO2 + (cahaya, kloroplas) ==> C6H12O6 + 6O2  

yang mana A adalah penerima elektron. Dengan demikian, dalam penerangan, penerima elektron terkurangi dan oksigen berkembang. Samue Ruben dan Martin Kamen menggunakan isotop radioaktif untuk menunjukkan bahwa oksigen yang dilepaskan dalam fotosintesis berasal dari air. Melvin Calvin dan Andrew Benson, bersama dengan James Bassham, menjelaskan jalur asimilasi karbon (siklus reduksi karbon fotosintesis) pada tumbuhan. Siklus reduksi karbon kini dikenal sebagai siklus Calvin, yang mengabaikan kontribusi oleh Bassham dan Benson. Banyak ilmuan menyebut siklus ini sebagai siklus Calvin-Benson, Benson-Calvin, dan beberapa bahkan menyebutnya siklus Calvin-Benson-Bassha, (atau CBB). Ilmuan pemenang hadiah nobel, Rudolph A. Marcus, berhasil menemukan fungsi dan manfaat dari rantai pengangkutan elektron. Otto Heinrich Warburg dan Dean Burk menemukan reaksi fotosintesis I-kuantum yang membagi CO2 diaktifkan oleh respirasi. Louis N.M Duysens dan Jan Amez menemukan bahwa klorofil a menyerap satu cahaya, mengoksidasi kitokrom f, klorofil a (dan pigmen lainnya) akan menyerap cahaya lainnya, namun akan mengurangi kitokrom sama yang telah teroksidasi, menunjukkan bahwa dua reaksi cahaya itu ada dalam satu rangkaian.

 B. Pengamatan Proses Fotosintesis

   Pada gambar di samping dapat dijelaskan bahwa karbondioksida ditambah dengan air kemudian diproses dengan energi cahaya menghasilkan glukosa, oksigen dan air. Atau dapat dijelaskan dengan enam molekul karbondioksida dan dua belas molekul air, dikonsumsi, kemudian menghasilkan glukosa, enam molekul oksigen dan enam molekul air. Fotosintesis merupakan proses di mana tanaman hijau dan beberapa gangguan (kerajaan protista), gangguan dan beberapa bentuk bakteri membuat karbohidrat dari karbondioksida, air dan garam anorganik, dengan adanya klorofil, menggunakan energi cahaya ditangkap dari matahari. Tanaman sendiri hanya perlu energi cahaya, CO2, dan H2O dalam membentuk gula. Proses fotosintesisterjadi di kloroplas, secara khusus menggunakan klorofil, klorofil merupakan pigmen hijau daun yang terlibat dalam proses fotosintesis tersebut.

   Persamaan di atas menunjukkan bahwa air merupakan sebuah reaktan dan produk fotosintesis. Karena dua belas molekul air yang di konsumsi dan enam molekul air yang dihasilkan, persamaan dapat disederhanakan seperti yang ditunjukkan di bawah ini yang merupakan rumus dari hasil fotosintesis.

6CO2 + 6H2O2 ==> (dengan energi cahaya
C5H2O6 + 6O2

1. Reaksi tergantung energi cahaya (terang)

  • Tahap pertama fotosintesis adalah reaksi tergantung cahaya. Reaksi ini berlangsung pada membran tilakoid di dalam klororplas. Selama ini energi cahaya panggung diubah menjadi ATP (energi kimia) dan NADPH (mengurangi daya).
  • Cahaya diserap oleh dua fotosintesis yang disebut fotosistem I dan fotosistem II. Protein kompleks ini mengandung molekul cahaya klorofil dan pigmen aksesoris yang disebut antena kompleks. Fotosistem juga dilengkapi dengan reaksi pusat. Ini adalah protein kompleks dan pigmen yang bertanggung jawab dalam konversi energi. Klorofil a pada molekul fotosistem I menyerap cahaya dengan panjang gelombang puncak 700 nm dan disebut molekul P700. Klorofil a molekul  fotosistem II menyerap cahaya dengan panjang gelombang puncak 68O nm dan disebut molekul P68O.
  • Reaksi tergantung cahaya dimulai pada fotosistem II. Ketika sebuah foton cahaya yang diserap oleh molekul klorofil a (P68O) di pusat reaksi fotosistem II, sebuah elektron dalam molekul P68O menjadi lebih tinggi dari energi. Elektron menjadi tidak stabil dan dilepaskan lalu ditransfer dari satu molekul P68O ke yang lain dalam rantai transpor elektron (ETC) molekul P68O menjadi bermuatan positif pada kehilangan elektron.
  • Elektron yang hilang diganti dengan cara pemisahan air dengan cahaya dalam proses tersebut yang disebut fotolisis. Air digunakan sebagai donor elektron dalam fotosintesis oksigen dan dibagi menjadi elektron (e), ion hidrogen (H+, proton) dan oksigen (O2). Ion hidrogen di bawa ke ATP dan digunakan untuk menyediakan energi yang dibutuhkan untukmenyediakan energi yang dibutuhkan untuk menggabungkan ADP untuk menghasilkan ATP. Oksigen dilepaskam ke udara sebagai produk sampingan dari fotosintesis.
  • Proses di mana ATP dibuat menggunakan energi matahari disebut fotofosforilasi. Jenis fotofosforilasi digunakan oleh tanaman dan cyanobacteria disebut fotofosforilasi nonsiklik. Ini tidak hanya fotosistem II, tetapi juga fotosistem I.
  • Elektron dari fotosistem II diteruskan ke sitokrom b6-f kompleks dan untuk fotosistem I. Lagi, menerima energi dari foton cahaya yang diserap oleh klorofil molekul (P700). Elektron dibawa oleh rantai transpor elektron (ETC) ke NADP reduktase, yang merupakan akseptor elektron terakhir. Pada titik ini energi yang digunakan untuk menghasilkan NADPH.

2. Reaksi Tidak Tergantung Cahaya (gelap)

Tahap kedua dari fotosintesis adalah reaksi tidak tergantung cahaya.
  • Nama lain yang sering diberikan untuk reaksi ini adalah siklus calvin-benson. Hal ini terjadi di stroma dari kloroplas. Selama ini energi reaksi dari ATP dan NADPH digunakan untuk mengubah karbondioksida menjadi karbohidrat seperti glukosa.
  • Satu molekul karbondioksida bereaksi dengan gula 5-karbon yang disebut bifosfat (RuBP). Reaksi ini menghasilkan gula 6 karbon stabil yang segera dipecah untuk membentuk dua gula 3-karbon yang dikenal sebagai 3 phosphoglycerate (3PGA).
  • 3 gula phosphoglycerate diubah menjadi gliseraldehida 3 fosfat (G3P) menggunakan energi dari ATP dan kekuatan mengurangi dari NADPH. Sebagian besar G3P yang dihasilkan digunakan untuk membuat RuBP yang kemudian digunakan untuk memulai siklus calvin-benson lagi. Beberapa G3P, bagaimanapun, digunakan untuk membuat glukosa pada tanaman yang digunakan sebagai sumber energi.

C. Jenis Proses Fotosintesis

Ada dua jenis proses fotosintesis yaitu fotosintesis oksigenik dan fotosintesis anoxygenic.

1. Fotosintesi Oksigenik


Fotosintesis oksigenik adalah yang paling umum dan terlihat pada tanaman, alga dan  cyanobacteria. Selama fotosintesis oksigenik,cahaya mentransfer energi elektron dari air (H2O) menjadi karbondioksida (CO2), yang menghasilkan karbohidrat. Dalam transfer ini, CO2 yang berkurang atau yang menerima elektron, dan air menjadi teroksidasi, atau kehilangan elektron. Pada akhirnya, oksigen di produksi bersama dengan karbohidrat. Fungsi fotosintesis oksigenik sebagai penyeimbang respirasi, dibutuhkan dalam karbondioksida yang dihasilkan oleh semua organisme bernafasdan diberikan kembali dalam bentuk oksigen ke udara. Dalam artikelnya tahun 1998, sebuah pengantar fotosintesis dan aplikasinya, Wim Vernaas, seorang profesor di arizona state university menduga, tanpa oksigen fotosintesis , oksigen di udara akan habis dalam waktu beberapa ribu tahun.

2. Fotosintesis Anoxygenic

Di sisi lain fotoaintesis anoxygenic menggunakan elektron donor selain air. Proses ini biasanya terjadi pada bakteri seperti bakteri ungu dan bakteri belerang hijau. Fotosintesis anoxygenic tidak menghasilkan oksigen, maka kata David Baum, profesor botani di university of wisconsin madison. Apa yang dihasilkan tergantung pada donor elektron. Sebagai contoh, banyak bakteri menggunakan gas telur berbau yaitu hidrogen sulfida dan sulfur memproduksi padatan sebagai produk sampingan.

D. Perangkat Fotosintesis


a. Pigmen

Proses fotosintesis tidak dapat berlangsung pada setiap sel, tetapi hanya pada sel yang mengandung pigmen fotosintetik. Sel yang tidak mempunyai pigmen fotosintetik ini tidak mampu melakukan prosesfotosintesis. Pada percobaan Jan Ingenhousz, dapat diketahui bahwa intensitas cahaya memengaruhi laju fotosintesis pada tumbuhan. Hal ini dapat terjadi karena perbedaan energi yang dihasilkan oleh setiap spektrum cahaya. Di samping adanya perbedaan energi tersebut, faktor lain yang menjadi pembeda adalah kemampuan daun dalam menyerap berbagai spektrum cahaya yang berbeda tersebut. Perbedaan kemampuan daun dalam menyerap berbagai spektrum cahaya tersebut disebabkan adanya perbedaan jenis pigmen yang terkandung pada jaringan daun. Di dalam daun terdapat mesofil yang terdiri atas jaringan bunga karang dan jaringan pagar. Pada kedua jaringan ini, terdapat kloroplas yang mengandung pigmen hijau klorofil. Pigmen ini merupakan salah satu dari pigmen fotosintesis yang berperan penting dalam menyerap energi matahari.

Dari semua radiasi matahari yang dipancarkan, hanya panjang gelombang tertentu yang dimanfaatkan tumbuhan untuk proses fotosintesis, yaitu panjang gelombang yang berada pada kisaran cahaya tampak (380 - 700 nm). Cahaya tampak terbagi atas cahaya merah (610 - 700 nm), hijau kuning (510 -600 nm), biru (410 - 500 nm), dan violet (< 400 nm). Masing-masing jenis cahaya berbeda pengaruhnya terhadap fotosintesis. Pigmen yang terdapat pada membran grana menyerap cahaya yang memiliki panjang gelombang tertentu. Pigmen yang berbeda menyerap cahaya pada panjang gelombang yang berbeda. Kloroplas mengandung beberapa pigmen. Sebagai contoh, klorofil a terutama menyerap cahaya biru-violet dan merah, sementara klorofil b menyerap cahaya biru dan oranye serta memantulkan cahaya kuning-hijau. Klorofil a berperan langsung dalam reaksi terang, sedangkan klorofil b tidak secara langsung berperan dalam reaksi terang. Proses absorpsi energi cahaya menyebabkan lepasnya elektron berenergi tinggi dari klorofil a yang selanjutnya akan di salurkan dan ditangkap oleh  akseptor elektron. Proses ini merupakan awal dari rangkaian panjang reaksi fotosintesis.

b. Kloroplas

 Kloroplas terdapat pada semua bagian tumbuhan yang berwarna hijau, termasuk batang dan buah yang belum matang. Di dalam kloroplas terdapat pigmen klorofil yang berperan dalam proses fotosintesis. Kloroplas mempunyai bentuk seperti cakram dengan ruang yang disebut stroma. Stroma ini dibungkus oleh dua lapisan membran. Membran stoma ini disebut tilakoid, yang di dalamnya terdapat ruang-ruang antar membran yang disebut lokuli. Di dalam stroma juga terdapat lamela-lamela yang bertumpuk-tumpuk membentuk grana (kumpulan granum). Granum sendiri terdiri atas membran tilakoid yang merupakan tempat terjadinya reaksi terang dan ruang tilakoid yang merupakan tempat terjadinya reaksi terang dan ruang tilakoid yang merupakan ruang di antara membran tilakoid. Bila sebuah granum disayat maka akan dijumpai beberapa komponen seperti protein, klorofil a, klorofil b,karetonoid, dan lipid.

Secara keseluruhan, stroma berisi protein, enzim, DNA, RNA, gula fosfat, ribosom, vitamin-vitamin, dan juga ion-ion logam seperti mangan (Mn), besi (Fe), maupun tembaga (Cu). Pigmen fotosintetik terdapat pada membran tilakoid. Sedangkan, pengubahan energi cahaya menjadi energi kimia berlangsung dalam tilakoid dengan produk akhir berupa glukosa yang di bentuk di dalam stroma. Klorofil sendiri sebenarnya hanya merupakan sebagian dari perangkat dalam fotosintesis yang dikenal sebagai fotosistem.

c. Fotosistem

Fotosistem adalah suatu unit yang mampu menangkap energi cahaya matahari yang terdiri dari klorofil a, kompleks antena, dan akseptor elektron. Di dalam kloroplas terdapat beberapa macam klorofil dan pigmen lain, seperti klorofil a yang berwarna hijau muda, klorofil b berwarna hijau tua, dan karoten yang berwarna kuning sampai jingga. Pigmen-pigmen tersebut mengelompokkan dalam membran tilakoid dan membentuk perangkat pigmen yang berperan penting dalam fotosintesis. Klorofil a berada dalam bagian pusat reaksi. Klorofil ini berperan dalam menyalurkan elektron yang berenergi tinggi ke akseptor utama elektron. Elektron ini selanjutnya  masuk ke sistem siklus elektron. Elektron yang dilepaskan klorofil a mempunyai energi tinggi sebab memperoleh energi dari cahaya yang berasal dari molekul perangkat pigmen yang dikenal dengan kompleks antena.

Fotosistem sendiri dapat dibedakan menjadi dua, yaitu fotosistem I dan fotosistem II. Pada fotosistem I ini penyerapan energi cahaya dilakukan oleh klorofil a yang sensitif terhadap cahaya dengan panjang gelombang 700 nm sehingga klorofil a  disebut juga P700. Energi yang diperoleh P700 ditransfer dari kompleks antena. Pada fotosistem II penyerapan energi cahaya dilakukan oleh klorofil a yang sensitif terhadap panjang gelombang 680 nm sehingga disebut P680. P680 yang teroksidasi merupakan agen pengoksidasi yang lebih kuat dari pada P700. Dengan potensial redoks yang lebih besar, akan cukup elektron negatif untuk memperoleh elektron dari molekul-molekul air.

d.  Membran Dan Organel Fotosintesis

Protein yang mengumpulkan cahaya untuk fotosintesis dilengkapi dengan membran sel. Cara yang paling sederhana terdapat pada bakteri, yang mana protein-protein ini tersimpan di dalam membran plasma. Akan tetapi, membran ini dapat terliat dengan rapat menjadi lembaran silinder yang disebut tilakoid, atau terkumpul menjadi vesikel yang disebut membran intrakitoplasma. Struktur ini dapat mengisi sebagian besar bagian dalam sel, menjadikan membran itu memiliki area permukaan yang luas dan dengan demikian meningkatkan jumlah cahaya yang dapat diserap oleh bakteri. Pada tumbuhan dan alga, fotosintesis terjadi di organel yang disebut kloroplas. Satu sel tumbuhan biasanya memiliki sekitar 10 sampai 100 kloroplas. Kloroplas ditutupi oleh satu membran dalam fosfolipid, membran luar fosfolipid, dan membran antara kedua membran itu. Di dalam membran terdapat cairan yang disebut stroma. Stroma mengandung tumpukan (grana) tilakoid, yang merupakan tempat berlangsungnya fotosintesis. Tilakoid berbentuk cakram datar, dilapisi oleh membran dengan lumen atau ruang tilakoid di dalamnya. Tempat terjadinya fotosintesis adalah membran tilakoid, yang mengandung kompleks membran integral dan kompleks membran periferal, termasuk membran yang menyerap energi cahaya, yang membentuk fotosistem.

Tumbuhan menyerap cahaya menggunakan pigmen klorofil, yang merupakan alasan kenapa sebagian besar tumbuhan memiliki warna hijau. Selain klorofil, tumbuhan juga menggunakan pigmen seperti karoten dan xantofil. Alga juga menggunakan klorofil, namun memiliki beragam pigmen lainnya, misalnya fikosianin, karoten, dan xantofil pada alga hijau fikoeritin pada alga merah (rhodophyta) dan fukoksantn pada alga cokelat dan diatom yang menghasilkan warna yang beragam pula. Pigmen-pigmen ini terdapat pada tumbuhan dan alga pada protein antena khusus. Pada protein tersebut semua pigmen bekerja bersama-sama secara teratur. Protein semacam itu disebut kompleks panen cahaya.  Walaupun semua sel pada bagian hijau pada tumbuhan memiliki kloroplas, sebagian besar energinya diserap di dalam daun. Sel pada jaringan dalam daun, disebut mesofil, dapat mengandung antara 450.000 sampai 800.000 kloroplas pada setiap milimeter persegi pada daun. Permukaan secara sergam tertutupi oleh kutikula lilin yang tahan air yang melindungi daun dari penguapan yang berlebihan dan mengurangi penyerapan sinar biru atau ultra violet untuk mengurangi pemanasan. Lapisan epidermis yang tembus pandang memungkinkan cahaya untuk masuk melalui sel mesofil palisade tempat sebagian besar fotosintesis berlangsung.

E. Fenomena Unik Tentang Fotosintesis

   Fotosintesis sangat penting untuk menjaga kehidupan di bumi dan sebagai sumber utama energi bagi hampir semua makhluk hidup. Karbohidrat yang berasal dari fotosintesis yang diperlukan untuk pertumbuhan dan perkembangan tanaman dan hewan. Fotosintesis bertanggung jawab untuk menjaga kadar oksigen di atmosfer bumi. Oksigen, yang sangat penting untuk kelangsungan hidup manusia, adalah produk sampingan dari fotosintesis. Tanaman hijau membantu untuk menyeimbangkan suhu global dengan menyerap karbondioksida yang berlebih di atmosfer bumi semua dalam upaya untuk melakukan fotosintesis sehingga banyak fenomena unik tentang fotosintesis.

Demikian penjelasan materi "Fotosintesis Tumbuhan", semoga bermanfaat.

Related Posts:

Penjelasan Berbagai Macam Gerak Pada Tumbuhan

   Salah satu ciri pada makhluk hidup adalah mampu bergerak. Gerak pada tumbuhan berbeda dengan gerak hewan yang menggunakan otot. Gerak pada tumbuhan terjadi karena proses tumbuh atau karena rangsangan dari luar. Tumbuhan memberi tanggapan terhadap rangsangan yang berasal dari cahaya, gaya tarik bumi, dan air. Ada pula tumbuhan yang peka terhadap sentuhan dan zat kimia. Tanggapan tumbuhan terhadap rangsangan tersebut disebut daya iritabilitas atau daya peka terhadap rangsangan. Gerak pada tumbuhan terbatas pada bagian tertentu tubuh tumbuhan. Misalnya, gerakan ujung tunas ke arah cahaya, gerakan akar menembus tanah, gerakan sulur membelit, dan gerakan karena sentuhan. Gerak yang mendekati arah rangsangan merupakan gerak positif , sedangkan gerak menjauhi rangsangan merupakan gerak negatif.

A. Tropisme

   Tropisme adalah gerak tumbuhan yang arah geraknya dipengaruhi oleh arah datangnya rangsangan. tropisme positif adalah gerak yang arahnya menghampiri atau mendekati rangsangan, dan tropisme negatif merupakan gerak yang arahnya menjauhi rangsangan. Berdasarkan jenis rangsangannya tropisme dibedakan menjadi beberapa macam, yaitu geotropisme (gravitasi), fototropisme (cahaya), tigmotropisme (sentuhan), kemotropisme (kimia), termotropisme (temperatur), dan hidrotropisme (air).

1. Fototropisme (cahaya)

fototropisme merupakan gerak tropisme yang disebabkan pengaruh rangsangan cahaya. Umumnya, bagian tumbuhan di atas tanah bersifat fototropisme positif dan akar bersifat fototropisme negatif. Gerah fototropisme merupakan hasil interaksi antar sinar matahari dan hormon. Pada tumbuhan, sel-sel di sisi yang lebih gelap akan memanjang lebih cepat dari pada sel-sel di tempat yang lebih terang. Hal itu terjadi karena distribusi auksi yang bergerak turun dan ujung batang, tidak merata akibat adanya pengaruh.

2. Geotropisme (gravitasi)

Geotropisme merupakan gerak tropisme yang disebabkan pengaruh rangsangan gravitasi bumi. Organ tumbuhan umumnya menunjukkan pertumbuhan geotropisme, baik positif maupun negatif. Geotropisme positif adalah gerak searah gravitasi bumi, misalnya gerak akar tumbuhan. Sedangkan gerakan geotropisme negatif adalah gerak berlawanan arah gravitasi bumi, misalnya gerak tumbuh batang tumbuhan.

3. Tigmotropisme (sentuhan)

Tigmotropisme merupakan gerak tropisme yang disebabkan sentuhan. Pada umumnya tigmotropisme terjadi pada tumbuhan pemanjat seperti anggur, gadung, ubi, mentium, melon, dan tumbuhan pemanjat lainnya. tumbuhan pemanjat pada umumnya mempunyai bagian penyokong yang berupa sulur. Sulur dapat membelit pada benda yang disentuhnya. Hal ini terjadi karena pertumbuha sel-sel pada bagian yang terkena sentuhan, melambat, sehingga bagian tersebut lebih pendek dari pada bagian yang tidak terkena sentuhan. Akibatnya, sulur akan tumbuh melengkung ke arah benda yang menyentuhnya.

4. Kemotropisme (kimia)

kemotropisme merupakan gerak tumbuhan karena ada rangsangan kimia. Contohnya adalah gerak akar menupupuk dan pertumbuhan saluran serbuk sari  menuju bakal buah ketika pembuahan.

5. Hidrotropisme (air)

Hidrotropisme merupakan gerak tumbuhan karena adanya rangsangan air. Contohnya adalah akar bergerak mendekati air.

B. Taksis

   Taksis adalah gerak yang terjadi akibat adanya rangsangan dan luar. Seluruh tubuh tumbuhan itu bergerak, dan arah gerak ini dipengaruhi karena ditentukan oleh arah rangsangan. Menurut jenis rangsangannya, taksis dapat dibedakan sebagai berikut.

1. Fototaksis

Fototaksis merupakan gerak taksis karena rangsangan cahaya. Contohnya, Euglena yang bergerak dengan bulu cambuk menuju cahaya.

2. Kemotaksis

Kemotaksis merupakan gerak taksis karena rangsangan zat kimia. Contohnya adalah sel gamet tumbuhan lumut. Gamet jantan bergeak menuju gamet betina. Tidak adanya pergerakan disebabkan adanya zat kimia pada garnet betina.

3. Galvanotaksis

Galvanotaksis merupakan gerak taksis karena pengaruh arus listrik. Contohnya adalah gerak bakteri ke arah kutub positif atau negatif.

C. Gerak Nasti

    Tumbuhan itu adalah tumbuhan putri malu atau si kejut. Apabila tumbuhan putri malu disentuh, daun-daunnya akan segera menutup. Arah penutupan daun tidak dipengaruhi oleh arah datangnya rangsangan. Gerak tumbuhan yang arahnya tidak terpengaruh oleh arah datangnya rangsangan disebut nasti. Nasti yang terjadi karena rangsangan sentuhan seperti pada putri malu disebut tigmonasti. Contoh lain gerak nasti terjadi pada bungan pukul empat. Bunga ini mekar pada sore hari karena rangsangan cahaya matahari pada saat itu. Gerak nasti yang disebabkan rangsangan cahaya matahari seperti pada bungan pukul empat itu disebut fotonasti.

Demikian penjelasan materi "Penjelasan Berbagai Macam Gerak Pada Tumbuhan", semoga bermanfaat.

Related Posts:

Sistem Kehidupan Tumbuhan

A. Struktur Tumbuhan

   Sekumpulan sel yang sama akan membentuk jaringan dan beberapa jaringan membentuk organ. Organ-organ membentuk satu tumbuhan utuh (individu tumbuhan) yang dapat melakukan berbagai aktivitas sebagai tumbuhan.

1. Jaringan Pada Tumbuhan

a. Jaringan Meristem

 Jaringan meristem merupakan jaringa muda yang sel-selnya selalu aktif membelah diri untuk membentuk struktur primer pada tumbuhan. Jaringan ini terdapat pada bagian ujung batang dan ujung akar.

b. Jaringan Pelindung

Jaringan pelindung disebut juga epidermis yang berfungsi melindungi permukaan tumbuhan. Penyusun dari epidermisadalah sel-sel yang rapat menutupi seluruh permukaan tubuh tumbuhan. Jaringan epidermis dapat membentuk lapisan lilin anti air untuk mencegah penguapan yang berlebihan. Lapisan lilin ini disebut juga kutikula.

c. Jaringan Pengangkut

Jaringan ini berfungsi untuk proses pengangkutan zat-zat yang ada dalam tumbuhan. Jaringan ini disebut juga jaringan pembuluh yang terdiri atas floem dan xylem. Floem berfungsi untuk mengangkut hasil fotosintesis dari daun ke seluruh bagian tubuh tumbuhan. Adapun xylem berfungsi untuk mengangkut air dan mineral dari akar ke daun.

d. Jaringan Penyokong

Berfungsi sebagai penguat/penyokong tumbuhan. Jaringan konlekim dan skelerenkim merupakan contoh jaringan penyokong.

e. Jaringan Dasar

Jaringan ini terdapat pada hampir semua bagian tumbuhan, seperti batang, daun, dan akar. Jaringan parenkim di daun yaitu mesofil (pelisade dan spons) banyak mengandung kloroplas dan merupakan tempat berlangsungnya fotosintesis.

f. Jaringan Epidermis

 Epidermis tumbuhan merupakan jaringan yang terletak pada bagian terluar dari tubuh tumbuhan tersebut. Jaringan epidermis berfungs sebagai pelindung bagi jaringan-jaringan yang ada di bawahnya. Jaringan epidermis dapat mengalami modifikasi menjadi jaringan-jaringan dengan fungsi yang lebih khusus lagi, yaitu :
  • Lapisan kutikulan/lilin, pada daun tumbuhan yang hidup di darat, lapisan ini berfungsi untuk mencegah penguapan yang berlebihan dari sel-sel daun.
  • Lentisel pada batang, merupakan pori penghubung ruang antarsel dalam batang dengan udara lingkungan sebagai alat pernapasan/respirasi pada tumbuhan. Stomata tumbuhan darat banyak terdapat pada bagian bawah daun bertujuan untuk mengurangi penguapan, sebaliknya pada tumbuhan air banyak terletak di atas daun yang bertujuan untuk mempercepat penguapan air. 
  • Bul/rambut akar, berfungsi untuk memperluas bidang penyerapan akar dalam menyerap air dan unsur-unsur hara.

g. Jaringan Parenkim

Jaringan ini merupakan penyusun utama dalam tubuh tumbuhan. Hal ini disebabkan karena jumlahnya yang dominan dari pada jaringan yang lainnya. Jaringan parenkim terdiri dari sel-sel yang telah dewasa (perkembangan dari jaringan meristem). Fungsi sel parenkim antara lain: penyimpan cadangan makanan, tempat fotosintesis, penutupan luka, regenerasi.

h. Jaringan Penguat

Jaringan penguat berfungsi untuk mendukung kokohnya struktur berbagai bagian tumbuhan. yang terdiri dari :
  • Kolenkim, sel-selnya memuliki dinding yang tipis dengan penebalan di sudut-sudut sel, misalnya terdapat pada batang, tangkai daun, dan bunga.
  • Sklerenkim, selselnya mengalami penebalan di seluruh bagian sel. Sklerenkim dapat berasal dari kolenkim yang mengalami penebalan lebih lanjut. Contohnya terdapat pada tempurung kelapa, kulit biji, dan tangkai buah.

 3. Organ Pada Tumbuhan

a. Akar

Akar merupakan organ penting tumbuhan. Selain berfungsi sebagai alat melekat tumbuhan di tempat hidupnya, akar merupakan organ untuk penyerapan air dan mineral dari tanah. Pada beberapa jenis tumbuhan, akar juga mempunyai fungsi lain, misalnya sebagai alat untuk pertukaran udara seperti pada pohon beringin, sebagai tempat penyimpanan cadangan makanan seperti pada singkong, wortel, dan lobak. Apakah anda pernah menemukan bulu-bulu halus pada akar? bulu-bulu halus inilah yang disebut bulu akar. Bulu akar memegang peranan penting dalam proses penyerapan air dan mineral dalam tanah. Pada saat masih kecambah, anda dapat dengan jelas menemukan perbedaan antara akar tumbuhan dikotil dan akar tumbuhan monokotil. Pada tumbuhan dikotil terdapat satu akar utama yang besar sedangkan pada tumbuhan monokotil tidak. Pada akar utama tumbuhan dikotil, akan tumbuh cabang-cabang akar dari akar utama. Pada tumbuhan monokotil, akar utama tidak berkembang sehingga muncul akar-akar yang berkurang relatif sama dari tempat munculnya akar utama. Akar dikotil ini disebut juga akar tunggang, sedangkan akar monokotil disebut juga akar serabut.

b. Batang

Batang merupakan organ tubuh penting yang dapat membuat tumbuhan bisa tinggi menjulang. Pada beberapa tumbuhan, batang digunakan sebagai tempat penyimpanan cadangan makanan dan air. Misalnya pada tanaman tebu, kaktus, dan kentang. Batang kadang kala berfungsi juga untuk alat perkembangbakan membentuk tunas, misalnya pada pisang dan lengkuas. Batang pada tumbuhan dikotil dan tumbuhan monokotil memiliki perbedaan dalam hal berkas pengangkutan. Berkas pengangkutan pada tumbuhan dikotil tersusun melingkar seperti cincin. Pada tumbuhan monokotil berkas pengangkutan tersebar tidak beraturan. Dalam setap berkas pengangkutan selalu terdapat floem dan xylem.

c. Daun

Daun merupakan tempat tempat terjadinya fotosintesis. Fotosintesis terjadi di palisade maupun spons (bunga karang). Pada daun terdapat klorofil yang bisa menyerap energi dan sinar matahari. Daun berperan bukan hanya sebagai tempat fotosintesis namun kadang kala juga untuk fungsi lain. Misalnya, sebagai alat perkembang biakan seperti pada cocor bebek, juga sebagai tempat cadangan air dan makanan seperti pada lidah buaya.

d. Bunga

Pada bunga, terdapat bagian penghasil serbuk sari bakal biji. Penghasil serbuk sari adalah benang sari, sedangkan bakal biji terdapat pada putik. Alat reproduksi jantan pada tumbuhan berupa benang sari. Jika anda telah melakukan pengamatan, anda akan menemukan bahwa ujung benang sari terdapat suatu bagian yang menghasilkan serbuk. Serbuk inilah yang disebut serbuk sari. Jika serbuk sari jatuh ke kepala putik, serbuk sari akan mengeluarkan sel sperma. Alat reproduksi betina pada tumbuhan dihasilkan pada bagian yang disebut putik. Pada dasar putik terdapat bakal buah. Serbuk sari yang jatuh ke kepala putik tumbuhan yang sesuai akan berkembang sehingga akan menghasilkan sel sperma. Sel sperma inilah yang selanjutnya akan membuahi sel telur yang tersimpan di dala bakal biji.

B. Pengangkutan Air Pada Tumbuhan

Gambar pengangkutan air pada tumbuhan

1. Penyerapan Air Dari Tanah Ke Akar

Air dan mineral yang ada di tanah, masuk ke akar secara berdifusi. Akan tetapi, ada juga mineral yang harus secara aktif ditarik ke akar. Air dan mineral masuk ke akar ada yang melalui bulu-bulu akar dan ada juga yang melalui dinding sel akar. Air dan mineral yang masuk melalui bulu-bulu akar akan langsung masuk ke pembuluh kayu (xylem). Adapun yang masuk ke dinding sel, harus melalui dinding sel yang satu ke dinding sel yang lain hingga akhirnya mencapai pembuluh kayu.

2. Pengangkutan Air Dari Akar Menuju Daun

Air dan mineral yang ada di dalam pembuluh kayu selanjutnya di bawa naik ke daun. Ada beberapa faktor yang membuat air dan mineral dapat naik ke daun, yaitu :

a. Kapilaritas batang
Xylem merupakan sebuah saluran kecil yang merentang mulai dari akar hingga daun. Karena kecilnya pembuluh-pembuluh tersebut, air dan mineral dapat naik ke atas tanpa dorongan apapun.

b. Daya isap daun
Daun yang umumnya tipis dan juga lebar juga menyebabkan tumbuhan mudah kehilangan air karena air yang ada di daun menguap. Hilanya air yang menguap ini akan menyebabkan tekanan pada daun menjadi rendah sehingga menari air yang ada di pembuluh.

c. Transpirasi/penguapan pada tumbuhan
Manfaat proses transpirasi adalah mendorong terserapnya air dari dalam tanah beserta mineral (atau disebut juga unsur hara) terlarut yang sangat diperlukan oleh tumbuhan. Jika air di dalam sel-sel mesofil daun menguap maka akan menyebabkan daerah tersebut berkurang kadar airnya sehingga mendorong air di sekitarnya akan mengisi daerah tersebut. Proses transpirasi ini mempunyai manfaat sendiri bagi tumbuhan. Di anatarnya adalah untuk mengendalikan suhu tubuh tumbuhan.

C. Cara Tumbuhan Memperoleh energi

   Klororfil merupakan pigmen yang terdapat di dalam kloroplas. Kloroplas merupakan organel sel tumbuhan yang banyak terdapat pada mesofil daun. Sinar matahari merupakan suatu bentuk energi. Energi tersebut dimanfaatkan oleh tumbuhan untuk membuat makanan melalui peristiwa fotosintesis yang secara sederhana digambarkan sebagai berikut.
Gambar cara tumbuhan memperoleh energi
  1. Pertama, jika klorofil terkena sinar matahari, maka molekul air (H²O) yang ada di klorofil akan terurai menjadi hidrogen (H) dan oksigen (O²). Oksigen pada akhirnya akan keluar dari daun melalui mulut daun (stomata). Energi dari sinar matahari juga ditangkap dan disimpan dalam bentuk energi kimia.
  2. Kedua, dengan menggunakan energi yang telah disimpan tadi, karbondioksida (CO²) yang berasal dari udara digabungkan dengan bahan yang telah disiapkan(namanya RUBP) sehingga terbentuklah molekul organik baru. Molekul organik baru tersebut kemudian di proses lebih lanjut melalui beberapa tahapan sehingga terbentuklah karbohidrat (glukosa, amilum) dan bahan-bahan organik lainnya. Dengan menggunakan energi dari cahaya matahari, melalui reaksi kimia tertentu, maka dihasilkan karbohidrat yang diperlukan oleh tumbuhan dan melepaskan oksigen ke udara.

D. Gerak Pada Tumbuhan

1. Gerak Endonom

Gerak endom adalah gerak yang tidak diketahui penyebab luarnya. Contoh gerak endom ini adalah gerak pertumbuhan daun dan gerak rotasi sitoplasma (siklosis) pada sel-sel daun hydrilla verticillata yang dapat di deteksi dari gerak sirkulasi klorofil di dalam sel.

2. Gerak Esionom 

Gerak esionom adalah gerak tumbuhan yang disebabkan oleh adanya rangsangan dari lingkungan sekitar. Berdasarkan jenis rangsangannya, gerak esionom dapat dibedakan menjadi:

a. Gerak tropisme

Tropisme adalah gerak sebagian organ tumbuhan yang disebabkan oleh rangsangan dari luar dan arah geraknya dipengaruhi oleh arah datangnya rangsang. Gerak tropisme yang mendekati arah rangsang disebut tropisme positif sedangkan gerak tropisme yang menjauhi rangsang di sebut tropisme negatif.

1) Geotropisme/gravitropisme, adalah gerak tropisme yang dipengaruhi oleh rangsangan gaya gravitasi bumi gerak pertumbuhan akar adalah geotropisme positif karena searah dengan gaya grafitasi bumi. Sedangkan pertumbuhan batang termasuk geotropisme negatif, karena arahnya berlawanan dengan arah gravitasi bumi.

2) Hidrotropisme, adalah gerak tropisme yang dipengaruhi oleh rangsangan kelembapan atau air. Pertumbuhan akar umumnya menuju ke sumber air.

3) Tigmotropisme, adalah gerak tropisme yang dipengaruhi oleh rangsangan sentuhan atau kontak fisik dengan benda padat. Contoh gerak tigmonotropisme adalah gerak membelit sulur tumbuhan markisa dan mentium.

4) Fototropisme/heliotropisme, adalah gerak tropisme yang dipengaruhi oleh rangsangan cahaya. Pertumbuhan yang mendekati sumber cahaya disebut fototropisme positif sedangkan pertumbuhan yang menjauhi cahaya (menuju kegelapan) disebut fototropisme negatif atau skototropisme.

5) Kemotropisme, adalah gerak yang dipengaruhi oleh rangsangan bahan kimiawi. Contoh adalah gerak pertumbuhan bulu serbuk sari menuju bakal buah saat berlangsungnya pembuahan.

b. Gerak taksis

Gerak taksis adalah gerak seluruh bagian tumbuhan yang arahnya dipengaruhi sumber rangsangan. Berdasarkan jenis rangsangannya, taksis dapat dibedakan menjadi kemotaksis dan fototaksis.

1) Kemotaksis, yaitu gerak taksis yang dipengaruhi oleh rangsangan berupa bahan kimia. Contohnya adalah gerak pada sel sperma tumbuhan berbiji tertutup yang menuju sel telur karena adanya rangsangan senyawa kimia yang diproduksi oleh sel telur.

2) Fototaksis, yaitu gerak taksis yang dipengaruhi oleh rangsangan berupa cahaya. Contoh gerakan kloroplas pada spirogyra yang bergerak ke daerah yang terkena cahaya.

c. Gerak nasti

Nasti adalah gerak sebagian tumbuhan akibat rangsangan dari luar, tetapi arah geraknya tidak dipengaruhi oleh arah datangnya rangsang.

1) Niktinasti, yaitu gerak tidur daun tanaman leguminosae (kacang-kacangan) menjelang petang akibat perubahan tekanan turgor pada tangkai daun.
2) Fotonasti, yaitu gerak nasti yang sumber rangsangannya berupa cahaya, misalnya mekarnya bunga pukul empat (mirabilis jarapa) pada sore hari karena telah memperoleh periode terang yang cukup dari cahaya matahari.
3) Seismonati/tigmonati, adalah gerak yang dipengaruhi oleh getaran/sentuhan. Contoh paling mudah adalah gerak menutupnya daun putri malu (mimosa pudica) saat tersentuh.
4) Termonast, adalah gerak nasti yang sumber rangsangnya berupa suhu. Misalnya mekarnya bunga tulip pada hari-hari yang hangat pada musim semi.
5) Nasti kompleks, yaitu gerak nasti yang sumber rangsangnya lebih dari satu. Contoh gerak ini adalah membuka menutupnya stomata karena pengaruh kadar air, cahaya, suhu, dan zat kimia.

d. Gerak higroskopis

gerak higroskopis disebabkan karena perubahan kadar air. Gerak ini dapat menyebabkan pecahnya buah kapas dan polong-polongan setelah mengering. Contoh lainnya adalah membuka sel anulus pada sporangium tumbuhan paku dan membukanya gigi peristom pada sporangium tumbuhan lumut.

E. Hama Dan Penyakit Pada Tumbuhan

   Tumbuhan mengalami gangguan oleh binatang atau organisme kecil (virus, bakteri, atau jamur). hewan dapat disebut hama karena mereka mengganggu tumbuhan dengan cara memakannya. Belalang, kumbang ulat, wereng, tikus, walang sangit merupakan contoh binatang yang sering menjadi hama tanaman. Gangguan terhadap tumbuhan yang disebabkan karena virus, bakteri, atau jamur disebut penyakit. mereka merusak tumbuhan dengan mengganggu proses-proses dalam tubuh tumbuhan hingga mematikan tumbuhan. Untuk membasmi hama dan penyakit, sering kali manusia menggunakan obat-obatan seperti pestisida. Pestisida yang digunakan untuk membasmi jamur disebut fungisida. Secara alamiah sesungguhnya hama mempunyai musuh yang dapat mengendalikannya. Secara alamiah tikus memiliki musuh yang dapat mengendalikan populasi tikus. Tahukah anda siapa musuh tikus itu? yaitu adalah ular, burung elang merupakan musuh tikus. Sayangnya binatang tersebut ditangkapi oleh manusia sehingga tikus tidak lagi memiliki pemangsa alami akibatnya jumlah tikus menjadi sangat banyak dan menjadi hama pertanian.

F. Rangkuman Sistem Kehidupan Tumbuhan

  1. Tumbuhan hanya memiliki dua sistem akar dan sistem tunas.
  2. Tumbuhan hanya tersusun dari tiga jenis jaringan, yaitu jaringan kulit, jaringan dasar, dan jaringan pengangkut.
  3. Jaringan kulit atau sering disebut juga sebagai jaringan epidermis, tersusun dari sel-sel epidermis. Sesuai namanya jaringan kulit terdapat pada bagian luar tumbuhan bagian akar, batang, dan daun. Jaringan kulit berfungsi sebagai pelindung jaringan lain pada tumbuhan.
  4. Jaringan dasar merupakan jaringan yang tersebar di seluruh bagian tubuh tumbuhan, baik pada bagian akar, batang daun, biji ataupun buah. Parenkim, kolenkim, dan sklerenkim merupakan jaringan yang termasuk dalam kelompok jaringan dasar.
  5. Jaringan pengangkut pada akar terdiri atas pembuluh tapis (floem) dan pembuluh kayu (xylem).
  6. Sel tanaman berasal dari perkembangan meristem, yang kemudian berkembang menjadi beragam jenis sel.
  7. Tumbuhan terdiri dari organ pokok akar , batang dan daun. Bungan dan buah bukan merupakan organ pokok, karena merupakan cabang yang erubah bentuk dan tumbuh terbatas.
  8. Fotosintesis merupakan proses tanaman menggunakan energi sinar matahari untuk menghasilkan gula oleh zat hijau daun atau klorofil, yang akan digunakan sebagai energi untuk hidup.
  9. Faktor yang mempengaruhi fotosintesis adalah ketersediaan air, karbondioksida, energi (matahari) dan suhu.
  10. Gerak pada tumbuhan terjadi karena proses tumbuh atau karena rangsangan dari luar. Dua macam gerak tumbuhan, yaitu gerak tropisme dan gerak nasti. Pada tumbuhan tingkat rendah terjadi juga gerak perpindahan tempat atau gerak taksis.
  11. Gerak tumbuhan yang dipengaruh oleh arah datangnya rangsangan disebut tropisme. Tropisme yang disebabkan oleh rangsangan cahaya disebut fototropisme.
  12. Gerak yang disebabkan rangsangan gaya gravitasi disebut geotropisme. Gerak tropisme lainnya misalnya gerak tumbuh akar yang dipengaruhi ketersediaan air tanah disebut dengan gerak hidrotropisme. Gerak tropisme saat tumbuhan berinteraksi dengan benda padat disebut tigmotropisme.
  13. Gerak tumbuhan yang arahnya tidak terpengaruh oleh arah datangnya rangsangan disebut nasti. Nasti yang terjadi karena rangsangan sentuhan seperti pada putri malu disebut tigmonasti. Gerak nasti yang disebabkan rangsangan cahaya disebut fotonasi.
  14. Hama merupakan hewan, seperti tikus, ulat dan hewan lain yang memakan, mengganggu atau merusak tanaman.
  15. Penyakit pada tanaman disebabkan oleh serangan virus, bakteri atau jamur. Virus yang sering menyerang tumbuhan tembakau disebut sebagai tobacco mosai. Serbuk putih yang sering merusak daun adalah jamur sphaerotecha mascularis.
  16. Pohon pisang bisa terkena penyakit yang disebut dengan penyakit darah yang disebabkan oleh bakteri pseudomonas celebensis.
Demikian penjelasan materi "Sistem Kehidupan Tumbuhan", semoga bermanfaat.

Related Posts:

Letak, Penduduk, Bentang Alam Dan Iklim Di Kawasan Asia Tenggara

   Asia tenggara merupakan suatu kawasan yang terletak di bagian tenggara benua asia, di antara india sampai ke samudra pasifik dan diantara cina sampai samudra hindia dan laut arafuru. Wilayah ini terletak di persimpangan antara dua benua, yaitu asia dan australia, dan diantara dua samudra, yakni samudra pasifik dan samudra hindia, sehingga berada dalam posisi silang (kruis positie) atau jalan persimpangan lalu lintas dunia (cross roads of the world). Dalam posisi semacam itu maka wilayah ini sejak dahulu merupakan tempat pertemuan berbagai bangsa, budaya, dan agama. Luas wilayah daratan asia tenggara sekitar 4.817.000 km2 dan perairan laut asia tenggara sekitar 5.060.100 km2.

   Kawasan asia tenggara terdiri atas negara brunei darussalam, filiphina, indonesia, kampuchea, laos, malaysia, myanmar, singapura, thailand, timor leste, dan vietnam. Kadang-kadang, negara timor leste (dahulu adalah bagian dari wilayah indonesia) tapi negara ini dianggap masuk di kawasan asia tenggara. Negara terbesar di kawasan asia tenggara adalah negara indonesia (luas daratan > 1,8 juta km2) dan negara terkecil adalah singapura (luas wilayah < 700 km2). Negara yang berada di daratan asia, yaitu thailand, myanmar, laos, kampuchea, dan vietnam. Negara yang berada di kepulauan atau pulau, yaitu indonesia, malaysia, singapura, filiphina, dan brunei darussalam. Kawasan asia tenggara terbentuk oleh dataran tinggi dan dataran rendah.

1. Letak Kawasan Asia Tenggara

   Kawasan asia tenggara merupakan bagian dari benua asia di sebelah tenggara. Letak asia tenggara dapat ditinjau menurut posisi geografis dan letak geografis.

a. Posisi Geografis 

Posisi geografis merupakan letak suatu kawasan berdasarkan garis lintang dan garis bujur. Garis lintang adalah garis khayal yang sejajar dengan ekuator, yang melingkari permukaan bumi secara mendatar. Garis bujur adalah garis khayal yang menghubungkan kutub utara dan kutub selatan, serta membentuk setengah lingkara bumi. Berdasarkan garis lintang dan garis bujur, asia tenggara pada posisi 28°LU- 11°LS dan 93°BT-141°BT.  Kawasan asia tenggara dilewatkan garis khatulistiwa (ekuator) dan garis balik utara. Posisi geografis asia tenggara ini memengaruhi iklim dan kegiatan ekonomi penduduk. Negara paling utara di asia tenggara adalah myanmar dan paling selatan adalah indonesia. Negarapaling barat di asia tenggara adalah juga myanmar dan paling timur adalah juga indonesia.

b. Letak Geografis

Letak geografis merupakan letak suatu kawasan dilihat di permukaan bumi sebenarnya atau ditinjau dari kawasan sekitarnya. Berdasarkan letak geografis, asia tenggara berada di antara benua australia dan daratan utama benua asia serta samudra hindia dan samudra pasifik. Batas-batas kawasan asia tenggara yaitu sebagai berikut.
1) Utara    : Negara china.
2) Selatan : Negara timor leste, benua australia, dan samudra hindia.
3) Barat    : Negara india, bangladesh, dan samudra hindia.
4) Timur   : Negara papua nugini dan samudra pasifik.

Letak kawasan asia tenggara sangat strategis karena berada di antara dua samudra. Kawasan ini menghubungkan negar-negara barat dan timur sehingga kawasan ini menguntungkan bagi peningkatan kegiatan perdagangan dan pariwisata di kawasan asia tenggara.

2. Penduduk Di Kawasan Asia Tenggara

   Suku bangsa asli di asia tenggara terdiri dari ribuan etnis, namun yang cukup besar dapat disebutkan suku bangsa jawa, batak, sunda, bugis, dayak yang merupakan sebagian dari ratusan suku bangsa yang tinggal di indonesia, malaysia, brunei, dan singapura. Suku bangsa siam tinggal di thailand, suku bangsa lao tinggal di (laos), suku bangsa myanmar, dan karen (myanmar), suku bangsa min (vietnam), suku bangsa khmen (kamboja). adapun suku bangsa pendatang adalah cina, india, dan eropa, bahkan suku bansa china mendominasi negarasingapura (70%). Penduduk asia tenggara tahun 2006 berjumlah 565 juta dengan perincian sebagai berikut.

Sebagian besar penduduk di negar-negara asia tenggara (63%) tinggal di pedesaan, kecuali brunei darussalam 67% tinggal di perkotaan, malaysia 57%, bahkan singapura 100% penduduknya tinggal di perkotaan.

3. Bentang Alam Asia Tenggara

   Kawasan asia tenggara terdiri atas daratan utama (mainland) dan pulau-pulau yang berdekatan. Daratan utamanya berbentuk semenanjung yang dikenal dengan indo-china. Bentang alam yang umum tampak di kawasan asia tenggara adalah pegunungan , perbukitan dataran tinggi, dan dataran rendah. Gunung api muncul di wilayah indonesia (sumatra, jawa, nusa tenggara, sulawesi, dan maluku) serta wilayah filiphina. Bentang alam wilayah asia tenggara, dimulai dari barat berturut-turut terdapat barisan pegunungan dan dataran rendah. Pegunungan fatkai di perbatasan myanmar-india bersambung ke selatan dengan arakan yoma yang merupakan rangkaian pegunungan mediterania yang merangkai dengan pegunungan di sumatra-jawa-nusa tenggara. Ditimurnya terdapat dataran rendah yang dilaluioleh sungai irawadi, sittang, dan salween.

   Pegunungan tanen teunggyi merangkai ke selatan dengan pegunungan bileuk teung berlanjut sampai semenanjung malaka dan kalimantan. Di sebelah timurnya terdapat dataran rendah yang dilalui sungai mennam, chao praya, dan mekong. Pegunungan di indocina (annam) di utaranya terdapat dataran rendah tonkin yang dilalui oleh sungai songka (sungai merah). Bentang air kawasan asia tenggara adalah sebagai berikut :
a. Laut : laut andaman, teluk siam, teluk tonkin, laut cina selatan, laut sulu, laut filiphina, laut-laut di indonesia, samudra hindia, dan samudra pasifik.
b. Selat : selat malaka, selat sunda, selat karimata, selat makassar, selat bali, selat lombok, selat sumba, selat ombai, dan masih banyak lagi selat-selat yang memisahkan pulau-pulau di kawasan asia tenggara.
c. Suungai :
1) Myanmar : Irawadi, chindwin, sittang, salween
2) Thailand : Mekong, chao praya
3) Laos : Mekong
4) Vietnam : Songka, mekong
5) Kamboja : Mekong
6) Malaysia : Perak, Kelantan, pahang, muar
7) Singapura : Kranji, seletar, serangon.
8) Brunei darussalam : Belait, tutong, brunei, temburong
9) Filiphina : Cagayan, agusan
10) Indonesia : Asahan, musi, kapuas, mahakam, bengawan solo, brantas.
d. Danau :
1) Thale luang (Thailand)
2) Tonle sap (Kamboja)
3) Lanau (Filiphina)
4) Toba (Indonesia).

4. Iklim Kawasan Asia Tenggara

    Iklim kawasan asia tenggara dipengaruhi posisi geografisnya. Kawasan asia tenggara berada pada posisi 28°LU-11°LS sehingga beriklim tropis. Di kawasan asia tenggara terdapat dua jenis iklim tropis, yaitu iklim khatulistiwa (ekuatorial) dan iklim monsum tropis. Sebagian kawasan asia tenggara di sekitar garis khatulistiwa beriklim khatulistiwa. Di wilayah daratan utama pengaruh laut sudah kurang. Keadaan ini menyebabkan wilayah daratan utama beriklim monsun.

Ciri-ciri iklim khatulistiwa yaitu sebagai berikut :
a. Udara panas dan lembab sepanjang tahun.
b. Suhu udara tinggi (± 27°C) dan relatif sama sepanjang tahun.
c. Perbedaan suhu udara tahunan kecil (1-2°C)
d. Hujan sepanjang tahun jumlahnya > 2.000 mm pertahun.

Ciri-ciri iklim monsum tropis sebagai berikut:
a. Terjadi musim lembap (mei-september) dan musim kering novembr-maret).
b. Suhu udara tinggi (29°C) sepanjang tahun.
c. Perbedaan suhu udara tahunan cukup besar (3-11°C).
d. Curah hujan tahunan 1.000-2.000 mm.

   Iklim khatulistiwa terdapat di wilayah indonesia (kecuali nusa tenggara, bali, dan sebagian jawa timur), malaysia, brunei darussalam, singapura, semenanjung thailand, dan pulau mindanao,filiphina. Iklim monsum tropis terdapat di wilayah kampuchea, laos, vietnam, thailand (kecuali semenanjung), myanmar, filiphina (kecuali pulau mindanao), serta bali, nusa tenggara, dan sebagian jawa timur (indonesia). Negara indonesia merupakan negara yang terletak di wilayah asia tenggara. Oleh sebab itu, indonesia dapat mewakili iklim-iklim di kawasan asia tenggara. Di wilayah indonesia terdapat iklim hujan tropik dan iklim subtropik basah. Begitu juga iklim di kawasan asia tenggara. Iklim hujan tropik yang meliputi wilayah laos, kampuchea, sebagian wilayah vietnam, thailand, myanmar, dan indonesia. Curah hujan di kawasan asia tenggara di pengaruhi oleh angin muson, sistem angin, keberadaan pegunungan. Angin muson terbagi menjadi dua yaitu :
1). Angin muson barat
2). Angin muson timur.
  1. Angin muson barat adalah angin yang mengalir dari benua asia (musim dingin) ke benua australia (musim panas) dan mengandung curah hujan yang banyak di indonesia bagian barat, hal ini disebabkan karena angin melewati tempat yang luas, seperti perairan dan samudra. Contoh perairan dan samudra yang dilewati adalah laut cina selatan dan samudra hindia. Angin musim barat. Menyebabkan indonesia mengalami musim hujan.
  2. Angin muson timur adalah angin yang mengalir dari benua australia (musim dingin) ke benua asia (musim panas) sedikit curah hujan (kemarau) di indonesia bagian timur karena angin melewati celah-celah sempit dan berbagai gurun (gibson, australia besar, dan victoria). Ini yang menyebabkan indonesia mengalami musim kemarau. Sistem angin berkaitan dengan keadaan udara suatu wilayah. Sistem angin di kawasan asia tenggara dapat dijelaskan sebagai berikut :
  • Angin bertiup dari daerah bertekanan tinggi ke daerah bertekanan rendah
  • Apabila udara berhempas panas, udara akan mengembang sehingga tekanannya rendah
  • Apabila udara bertambah dingin, udara menjadi berat sehingga tekanannya tinggi
  • Terjadi angin muson timur laut dan muson barat daya
  • Angin topan bertiup di filiphina dan vietnam pada bulan juni-november
  • Angin yang bertiup dari samudera pasifik ke barat menyebabkan hujan lebat di filiphina utara dan pantai vietnam.
Demikian penjelasan materi "Letak, Penduduk, Bentang Alam Dan Iklim Di Kawasan Asia Tenggara", semoga bermanfaat.

Related Posts:

Interpretasi Bentuk Kenampakan Alam

   Peta merupakan salah satu alat untuk mengenal pola dan bentuk muka bumi atau bentang alam dipermukaan bumi. Pada peta, kenampakan alam disajikan dalam bentuk simbol dan warna. Berbagai bentang alam di permukaan bumi antara lain gunung, bukit, lembah, sungai, dan daratan. Interpretasi adalah cara membaca informasi yang terkandung di dalam peta. Relief muka bumi dapat digambarkan pada peta dengan cara sebagai berikut.

a. Pada peta udara dan peta topografi yang direproduksi dari foto udara biasanya diberi bayangan.
b. Pada atlas, peta administrasi, dan bagan di beri arsiran.
c. Pada atlas diberi warna yang berbeda-beda.
d. Pada peta topografi perbedaan ketinggian ditampilkan dengan garis kontur.

Dengan cara-cara di atas relief muka bumi dapat diketahui perbedaannya. Relief muka bumi dapat dikenal dengan cara menginterpretasi peta.

a. Interpretasi Relief Muka Bumi

Membaca dan memahami peta topografi merupakan salah satu cara untuk mengenali berbagai kenampakan alam. Pada peta topografi, perbedaan relief muka bumi ditampilkan dalam bentuk simbol dan garis kontur. Garis kontur adalah garis yang menghubungkan tempat-tempat di permukaan bumi yang memiliki ketinggian yang sama. Tiap-tiap garis kontur memiliki jarak atau interval yang sama. Garis kontur yang tidak rapat menunjukkan tingkat kemiringan lereng landai. Sebaliknya, garis kontur yang rapat menunjukkan tingkat kemiringan lereng yang curam. Perbedaan ketinggian pada garis kontur biasanya dalam satuan meter. Nilai contour interval (Ci) di setiap peta tidak sama. Nilai Ci dapat dihitung berdasarkan skala peta. Rumus untuk menghitung Ci sebagai berikut.

Ci=1/2.000 x Penyebut Skala.

Contoh : 
Peta A berskala 1: 10.000 Berapa nilai contour interval (Ci) peta A ?
Jawab :
Ci = 1/2.000 x 10.000 = 5 meter.
Peta A memiliki contour interval (Ci) = 5 meter.

Berbagai bentuk muka bumi yang dapat dikenal dari peta antara lain sebagai berikut.


1. Gunung 

   Gunung adalah bukit yang sangat besar dan tinggi. gunung memiliki ketinggian lebih dari 600 meter. Pada atlas, gunung ditampilkan sebagai simbol yang berbentuk segitiga. Semakin rapat garis kontur menunjukkan kemiringan lereng yang semakin terjal. Gunung-gunung yang ada di indonesia dibedakan menjad gunung yang masih aktif dan tidak aktif.

2. Pegunungan 

   Pegunungan adalah daerah yang bergunung-gunung atau rangkaian dari gunung. Pada atlas pegunungan digambar dengan warna cokelat. Jika melihat peta indonesia maupun peta dunia, anda akan menemukan nama-nama pegunungan yang terkenal. Di indonesia terdapat pegunungan bukit barisan, seribu, meratus, dan jaya wijaya.

3. Bukit

   Bukit merupakan dataran tinggi yang ketinggiannya kurang dari 600 mdpl. Pada atlas daerah perbukitan ditampilkan dengan warna kuning. Perbukitan yang ada di wilayah indonesia adalah bukit kelingkang di perbatasan kalimantan barat dan sawak, bukit menoreh di perbatasan jawa tengah dan DIY, bukitkintamani di bali, dan bukit burangrang di jawa barat.

4. Lembah

    Lembah merupakan cekungan yang terletak diantara dua dataran tinggi. Lembah biasanya terdapat di kanan kiri sungai atau di kaki gunung. Lembah yang berada di kanan kiri sungai di sebut cekung atau basin. Contohnya lembah mamberano dan timika di papua. Lembah yang terdapat di kaki gunung di sebut ngarai atau kanyon. Contohnya adalah ngarai sianok di sumatra barat dan lembah baliem di papua.

5. Dataran Rendah

   Dataran rendah adalah dataran yang terletak pada ketinggian0-200 meter di atas permukaan laut. Dalam atlas dataran rendah ditampilkan dengan warna hijau. Di indonesia banyak terdapat dataran rendah, diantaranya terdapat di pulau jawa, sumatra, dan papua.

b. Interpretasi Kemampuan Di Daerah Pesisir

   Andah tentu telah mengetahui berbagai kenampakan alam yang terbentuk di daerah pesisir. Bentuk dari garis pantai dan garis kontur dapat membantu kita mengidentifikasi berbagai kenampakan alam yang terbentuk di daerah pesisir. Kita dapat mengenali terjadinya erosi kenampakan alam di pesisir dengan terbentuknya tajung dan teluk. Kedua kenampakan alam tersebut dapat dikenali dari peta topografi yang memiliki garis pantai yang tidak teratur. Bagian dari laut yang menjorok ke darat disebut teluk. Dataran yang menorok ke laut di sebut tanjung. Selain erosi, di daerah pesisir juga terjadi proses sedimentasi. Proses ini akan membentuk kenampakan alam berupa beting atau gosong. Beting atau gosong adalah endapan pasir yang terbentuk pada laut dangkal agak jauh dari pantai. Selain beting, kenampakan lain yang terbentuk adalah spit, yaitu seperti beting, tetapi tersambung dengan dataran. Pantai juga terbentuk di daerah pesisir. Selain tanjung, berbagai kenampakan alam di pesisir di atas terbentuk di daerah yang rendah.

 c. Interpretasi Daerah aliran sungai

   Daerah aliran sungai (DAS) merupakan daerah yang mengalikan air hujan yang jauh di atasnya melalui jaringan sungai utama sebagai saluran keluarnya. Antara DAS yang satu dengan lainnya dipisahkan oleh batas daerah tangkapan air hujan yang berupa punggung/igir pegunungan atau tempat-tempat yang lebih tinggi dari sekitarnya. Di sepanjang aliran sungai dari daerah hulu ke hilir akan terbentuk berbagai kenampakan alam berupa lembah, air terjun, dataran banjir, meander, danau tapal kuda, dan delta. Berbagai kemampuan tersebut dapat kamu kenali dalam peta topografi.

d. Bentuk Muka Bumi (Relief) Daratan Dan Dasar Laut

  • Relief Daratan

Permukaan bumi memiliki berbagai kenampakan alam yang sangat bervariasi. Ada daerah yang rendah dan ada daerah yang tinggi. Kesemuanya memiliki bentuk dan ukuran yang berbeda-beda. Gunung, lembah, plato, dataran rendah, dan bukit merupakan beberapa bentuk dari kenampakan alam yang ditemukan di permukaan bumi. Berikut ini adalah penampang melintang dari kenampakan alam yang ada di daratan.
  • Relier Dasar Laut

Dasar laut memiliki relief yang hampir sama dengan permukaan bumi. Relief dasar laut dibedakan sebagai berikut.

1) Landas Benua/Kontinen

 Landasan kontinen atau landasan benua adalah dasar laut yang merupakan kelanjutan dari benua. Daerah ini merupakan relief dasar laut yang menurun perlahan-lahan mulai dari pantai ke arah tengah lautan sampai ke pinggir saat dasar laut tiba-tiba  menurun. Landasan kontinen memiliki kedalaman sekitar 200 meter. Contohnya adalah dangkalan sunda merupakan kelanjutan dari benua australia.

2) Palung Laut

Palung laut juga biasa disebut trench. Palung laut merupakan dasar laut yang sangat dalam, curam, sempit, dan memanjang. Palung laut terbentuk karena adanya gerak lipatan kulit bumi atau adanya patahan. Contohnya adalah palung jawa memiliki kedalaman 8.00 m, palung mariana memiliki kedalaman 9.635 m, dan palung mindanao memiliki kedalaman 10.500 m.

3) Lubuk Laut

Lembah laut atau bekken adalah daerah yang dalam dan luas di lautan. Daerah ini berupa cekungan. Contohnya adalah indo-australia bekken di samudra hindia.

4) Punggung Laut

 Punggung laut adalah bagian dari dasar laut yang menjulang ke atas sebagai pegunungan di laut. Punggung laut di indonesia antara lain terdapat di sebelah barat pulau sumatera, selatan pulau jawa, dan selatan pulau sumba.

5) Gunung Laut

Gunung laut adalah gunung yang terbentuk di dasar laut. Gunung ini kadang ada yang sampai ke permukaan laut. Gunung ini terbentuk akibat adanya aktivitas vulkanisme. Misalnya gunung krakatau di selat sunda.


Demikian penjelasan materi "Interpretasi Bentuk Kenampakan Alam", semoga bermanfaat.

Related Posts:

Sumber Daya Alam Di Kawasan Asia Tenggara

   Setiap wilayah biasanya mempunyai sumber daya alam yang dapat dimanfatkan oleh manusia. Tidak semua wilayah memiliki sumber daya alam yang melimpah , ada yang kaya akan sumber daya alam tetapi ada yang miskin sumber daya alamnya. Berbagai macam jenis sumber daya alam terdapat di kawasan asia tenggara. Sumber daya itu tersebar di banyak negara. Sumber daya itu digolongkan menjadi dua golongan yaitu sumber daya yang dapat diperbaharui dan tidak dapat diperbaharui. 

Penggolongan Sumber Daya Alam

Sumber daya alam dapat digolongkan sebagai berikut :

1. Tanah

   Sumber daya alam di kawasan asia tenggara beraneka ragam jenisnya dan sesuai dengan proses pembentukannya. Berikut ini adalah jenis tanah yang paling banyak terdapat di kawasan asia tenggara.
  • Tanah Vulkanik, merupakan jenis tanah hasil proses vulkanisme gunung merapi. Tanah jenis vulkanik bersifat subur. Karena subur maka sangat baik untuk pertanian. Tanah jenis ini banyak terdapat di negara indonesia, thailand, dan malaysia serta myanmar.
  • Tanah Aluvial (endapan), merupakan jenis tanah yang telah dibawa dan telah diendapkan oleh aliran air sungai. Karena subur tanah aluvial maka sangat baik untuk pertanian. Tanah aluvial banayak terdapat di daerah lembah atau tepi aliran sungai dan delta. Di kawasan asia tenggara tanah aluvial terdapat di lembah serta delta di sungai Nan, sungai Mekong, dan sungai Bengawan solo.

2. Hutan (Flora dan Fauna)

   Kawasan asia tenggara sebagian beriklim tropis dengan nilai curah hujan yang terbilang tinggi. Dengan keadaan seperti ini akhirnya menumbuhkan hutan tropis yang kaya akan flora dan fauna. Hutan menghasilkan banyak sekali manfaat, contohnya hutan menghasilkan  kayu serta rotan yang akan berguna untuk membuat macam-macam barang dan bahan bangunan.

3. Perairan 

   Semua di kawasan asia tenggara memiliki wilayah laut, kecuali laos. Laut adalah sumber daya alam yang penting. Dari laut diperoleh manfaat berikut ini :
  • Sebagai sumber bahan pangan yang berupa ikan dan juga hasil laut lainnya.
  • Sebagai jalur transportasi air.
  • Sebagai obyek wisata.
  • Dari dasar laut sering juga ditemukan bahan-bahan tambang seperti minyak bumi dan gas alam.

4. Tambang

   Setiap negara di asia tenggara memiliki hasil tambang, kecuali negara singapura. Berikut ini adalah hasil tambang dari taip-tiap negara :
  • Brunei Darussalam : Gas alam dan minyak bumi.
  • Filiphina : Biji besi, mangan, timbal, dan perak.
  • Indonesia : Minyak bumi, gas alam, emas, perak, timah putih, bijih besi, dan lain-lain.
  • Kamboja : Bijih besi, mangan, fosfat, dan emas.
  • Laos : Bijih besi, batu bara, belerang, gibs,timbal emas, dan tembaga.
  • Malaysia : Minyak bumi, timah putih, gas alam, bijih besi, dan emas serta bouksit.
  • Myanmar : Minyak bumi, emas, timbal, tembaga, dan timah.
  • Thailand : Timah putih, emas, wolfram, timah hitam, dan mangan.
  • Timor Leste : Emas, mangan, marmer, dan minyak bumi.
  • Vietnam : Bijih besi, emas, timah, gamping fosfast, dan seng serta minyak bumi.

Penjelasan Hutan, Pertanian, Bahan Tambang  Kawasan Asia Tenggara

a. Hutan Kawasan Asia Tenggara

Gambar hutan di asia tenggara
   Lebih dari 50% kawasan asia tenggara ditumbuhi oleh hutan. Hutan menghasilkan berbagai jenis kayu. Hutan di asia tenggara terdiri atas beberapa jenis, antara lain hutan hujan tropis (Khatulistiwa), hutan monsun tropis, hutan belukar, hutan gunung, hutan pantai, dan hutan rawa. Sebagian besar jenis hutan yang tumbuh adalah hutan hujan tropis. Hutan hujan tropis memiliki ciri-ciri sebagai berikut : 
  1. Daunnya hijau sepanjang tahun.
  2. Jarak antarpohon rapat dan tutupan daun tebal.
  3. Terdapat lapisan-lapisan jenis tumbuhan.
  4. Tumbuh-tumbuhan bawah jarang ditemui.
  5. Banyak tumbuhan parasit dan menjalar.

b. Pertanian Kawasan Asia Tenggara

   Di negara-negara asia tenggara, kecuali singapura, brunei darussalam, dan malaysia, lebih dari 50% penduduk bekerja di bidang pertanian. Jenis tanaman yang dapat diusahakan dibedakan menjadi tanaman pangan dan tanaman perdagangan.
1) Pertanian tanaman pangan
   Tanaman pangan yang utama adalah padi. Padi ditanam di seluruh negara asia tenggara, kecuali di negara singapura. Negara penghasil padi yang utama yaitu indonesia, Thailand, myanmar, dan vietna. Bahkan, hasil padi dari thailand, myanmar, dan vietnam diekspor. Penanaman padi banyak dilakukan di kawasan asia tenggarakarena faktor sebagai berikut.
a) Terdapat banyak dataran rendah yang rata seperti lembah, sungai, delta, dan dataran pantai.
b) Curah hujan tahunan 1.500-3.000 mm.
c) Suhu udara tinggi (25-30C).
d) Jenis tanahnya adalah aluvial dan bahan gunung api yang subur.
e) Pengairan cukup mudah.
f) Tersedia banyak tenaga kerja.

2) Pertanian tanaman perdagangan
Gambar pertanian kelapa sawit
   Tanaman perdagangan utama di kawasan asia tenggara adalah karet dan kelapa sawit. Kedua jenis tanaman ini banyak diusahakan di negara indonesia, malaysia, dan thailand. Sebagian besar karet dunia dihasilkan dari ketiga negara tersebut. Asia tenggara memasoki lebih dari 70% kebutuhan kelapa sawit dunia. Negara yang menghasilkan banyak kelapa sawit adalah malaysia dan indonesia. Kelapa sawit banyak ditanam di daerah semenanjung malaysia dan sabah (malaysia) serta kalimantan dan sumatra (indonesia).Tanaman perdagangan yang lain adalah tebu, kelapa sawit, teh, abaka, dan jute. Kawasan asia tenggara menghasilkan sekitar 80% gula dunia. Negara filiphina adalah penghasil gula terbesar di asia tenggara. Daerah utama penghasil tebu adalah dataran tengah Luzon dan kepulauan Visayan (Negros, pane, dan cebu) di filiphina dan indonesia (Jawa, kalimantan, dan sumatra). Teh tumbuh subur di dataran tinggi yang berhawa sejuk dan cukup air. Teh banyak dihasilkan di dataran tinggi cameron (malaysia) dan priangan (Jawa, indonesia).

   Kelapa tumbuh subur di daerah pantai yang panas dan lembab sepanjang tahun. Filiphina adalah penghasil terbesar kelapa di asia tenggara. Kelapa banyak dihasilkan dari kepulauan Visayan (pulau samar dan cebu) di filiphina dan pantai barat sumatra (indonesia). Cebu menjadi pusat pengumpulan dan pemproseskan kopra (kelapa kering) yang utama. Filiphina menghasilkan abaka dalam jumlah besar di asia tenggara. Serat abaka digunakan untuk membuat tali. Jute tumbuh subur di daerah delta berwa di muara sungai Irrawady, myanmar, serat jute banyak digunakan untuk membuat karung goni.

c. Bahan Tambang Kawasan Asia Tenggara

   Kawasan asia tenggara menghasilkan berbagai bahan tambang. Bahan tambang dapat dibedakan menjadi jenis logam, nonlogam, dan bahan bakar.

1) Bahan tambang logam
Bahan tambang logam yang dihasilkan dari kawasan asia tenggara antara lain bijih timah, bijih besi, tembaga, emas, wolfram/tungsten, auksit, kuprum, kromium, dan nikel.

2) Bahan tambang non logam
Jenis bahan tambang non logam seperti batu permata dan garam batu dihasilkan dari kawasan asia tenggara.

Demikian penjelasan materi "Sumber Daya Alam Di Kawasan Asia Tenggara", semoga bermanfaat.

Related Posts: